Sorotan Keunggulan Produk Elektrifikasi Toyota Sebagai Solusi Mobilitas Masa Depan

Lima puluh tahun lamanya Toyota eksis di Tanah Air. Datangkan solusi transportasi untuk berbagai kalangan dan kebutuhan dalam bermacam bentuk model. Mulai dari kehadiran jip tangguh, minibus keluarga nan terjangkau, sedan berkelas, hingga truk pengangkut muatan eksis hingga saat ini.


Hampir semua memiliki status legendaris. Melekat di hati masyarakat Indonesia. Contoh saja ‘Jip Kanvas’ sebagai salah satu pengawal keberadaan mobil Jepang di Tanah Air. Lalu, ada Kijang yang bisa dipastikan sempat mengisi bagian hidup setiap lapisan masyarakat – minimal pernah duduk di dalamnya. Masih banyak pula nama lain yang dikenal saat ini sebagai pilihan rasional dan antirepot.


Meski begitu, jelas eksistensi Toyota bukan soal tradisi dan produk solutif di masa sekarang saja. Transformasi sebagai perusahaan mobilitas jadi jawaban untuk tantangan masa depan. Sajikan semakin banyak opsi dan kemudahan akses penggunaan kendaraan. Dinamika pergeseran zaman setrum pun tampak tidak menjadi masalah meski belum merilis produk ke pasaran.


Setidaknya bukti nyata komitmen dan kesiapan Toyota dalam menghadapi tantangan masa depan sudah bisa terlihat. Contoh saat PT Toyota Astra Motor siapkan tiga line up elektrifikasi sebagai model pada kegiatan ecotourism di Bali. Adalah proyek EV Smart Mobility di The Nusa Dua, Bali. Anda bisa berkenalan dengan solusi mobilitas berteknologi elektrifikasi tanpa perlu memiliki terlebih dahulu. Total 20 unit Coms, 5 unit C+Pod, dan 5 unit Prius PHEV disiapkan khusus untuk proyek ini.


Tiga model yang disiapkan Toyota sendiri cukup menarik. Bukan hanya untuk berlibur, mereka terbilang cocok dijadikan solusi transportasi perkotaan pada masa mendatang. Seperti apa keunggulannya?


Toyota C+Pod


dimensi toyota c+pod


Mobil mungil yang satu ini tercipta sebagai inisiatif Toyota untuk mempopulerkan BEV. Mobil listrik tak melulu serbacanggih nan intimidatif. Segala hal di dalamnya bersifat esensial tanpa banyak basa-basi agar lebih banyak orang bisa berkendara tanpa batasan arah. Menjawab kebutuhan komutasi perkotaan ramah lingkungan. Perdana dikenalkan akhir 2020 kepada pengguna korporasi, pemerintahan, dan organisasi yang sedang menjelajah opsi baru untuk menggerakkan popularitas BEV.


Dimensi C+Pod sangat ringkas sehingga disebut sebagai “Ultra-Compact” BEV. Panjangnya hanya sekitar 2,5 meter dengan lebar 1,3 meter kurang. Tentu hal ini bisa menjadi solusi atas berbagai keresahan berkendara di kota besar. Baik itu dalam hal penyimpanan, kebutuhan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, atau kemudahan dalam pengoperasian.


Bertubuh mungil bukan berarti C+Pod hanya bisa dinikmati sendiri. Pun dimensi kerdil tidak bisa langsung disimpulkan bahwa ia memiliki kabin sempit. Komponen pembangun dirancang untuk memaksimalkan efisiensi ruang. Ia sanggup mengangkut dua penumpang plus barang bawaan ringan. Di samping itu, jarak tempuhnya juga tidak benar-benar payah. Dari satu kali pengisian, ia dapat menempuh jarak hingga 150 km.


Alat kendali mudah untuk dioperasikan. Komponen kontrol mungkin terlihat sangat sederhana bagi sebuah EV. Namun, sebetulnya C+Pod membuka peluang bagi banyak orang untuk dapat merasakan teknologi niremisi tanpa merasa terintimidasi. Lebih dari itu, hal ini dapat memberikan gambaran bahwa di masa mendatang mobilitas pribadi tidak eksklusif bagi mereka yang mampu membeli. Sangat mungkin dijadikan sebagai armada layanan berbagi kendaraan yang mudah digunakan banyak orang.


Toyota Coms


 


Toyota Coms


Seperti C+Pod, Toyota Coms terlahir sebagai kendaraan listrik perkotaan berukuran mikro. Bahkan lebih personal dan lebih kompak sebab Coms hanya sanggup mengangkut satu penumpang. Merupakan hasil karya Toyota Auto Body yang pertama dikenalkan pada Tokyo Motor Show 2000. Sekarang ia telah melalui pergantian generasi dan hadir dalam wujud modern menyerupai rancangan i-Road.


Keberadaan Coms jelas ditujukan pula untuk memenuhi kebutuhan perjalanan singkat area urban. Sementara ini ia mengusung baterai lead-acid tradisional ketimbang unit lithium-ion. Kemampuannya bisa dipastikan masih cukup untuk perjalanan pribadi atau pengantaran barang dalam kota dan daerah tertentu. Dari satu kali pengisian baterai ia sanggup menempuh jarak sampai 50 km dan berlari sampai secepat 60 kpj.


Tersedia dua opsi penggunaan yakni sebagai kendaraan pribadi atau armada bisnis. Biaya pemakaian listrik relatif lebih murah ketimbang energi fosil. Untuk itu, kalau melirik potensinya, sang EV satu penumpang ini sangat mungkin mengemban tugas sebagai kendaraan pengiriman barang yang cepat dan aman. Jadi alternatif kalau sepeda motor terlalu terbuka sementara mobil terlalu boros untuk pemakaian jarak dekat. Tidak menutup kemungkinan pula jadi kendaraan harian nan praktis atau sebuah kendaraan rekreasional bergaya nyentrik.


Toyota Prius PHEV


toyota prius


Pintu masuk zaman setrum memang perlahan tampak mulai terbuka. Namun, sebelum benar-benar memasuki era niremisi boleh jadi perlu jembatan peralihan dari teknologi konvensional. Teknologi hybrid keluar sebagai solusi seimbang antara dua dunia selagi infrastruktur pendukung masih dibangun. Sajikan potensi penghematan konsumsi BBM dan pengurangan emisi gas buang tanpa dirundung kekhawatiran soal jarak tempuh atau sarana pengisian ulang daya yang masih terbatas.


Jangan tanya lagi kepiawaian Toyota dalam melahirkan kontestan hybrid. Mereka merupakan salah satu pionir teknologi ini lewat Prius. Esensi elektrifikasi bahkan semakin kental terasa berkat kehadiran model plug-in hybrid (PHEV).


Sorotan utama Prius PHEV sendiri adalah kemampuan beroperasi tanpa meminum bensin. Motor listrik 1 NM/ISM bukan sebatas asisten pencipta gerak unit pacu empat silinder 1.800 cc. Ia dapat bekerja mandiri dengan daya jelajah sampai 68,2 km. Pun kalau habis, baterai berkapasitas 8,8 kWh dapat diisi ulang melalui sumber daya eksternal. Tidak sebatas mengandalkan regenerasi dari pengereman saja.


Tak hanya itu, gambaran prioritas keselamatan berkendara hadir dalam paket asisten aktif Toyota Safety Sense. Terkandung peranti keselamatan ekstra dengan fungsi pemantauan rintangan sekitar sekaligus sanggup melakukan tindakan korektif secara otomatis. Termasuk di dalamnya Blind Spot Monitor (BSM), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), cruise control adaptif, sampai pre-collision system.


Wajah Komitmen Toyota Sebagai Penyedia Solusi Mobilitas


Kehadiran tiga model tadi dapat dilihat sebagai wajah Toyota di masa mendatang. Keniscayaan peralihan era terpampang jelas lewat penerapan teknologi elektrifikasi. Di samping itu, solusi mobilitas mutakhir juga terpancar dari inisiatif EV Smart Mobility. Bantu kenalkan dan populerkan teknologi elektrifikasi tanpa harus membeli. Turut memberikan gambaran pula bahwa pemakaian Toyota tak melulu soal memiliki. Bisa lebih fleksibel dari itu. (Krm/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda