Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Daftar Mobil Honda Terbaru yang Seharusnya Meluncur pada 2021

    Pandemi tak mengurungkan niat beberapa jenama untuk terus mengeluarkan produk baru. Coba lihat langkah Toyota, Nissan, Kia, bahkan Hyundai tampak tidak takut dengan kondisi pasar yang sedang goyah. Baik itu penyegaran hingga pejuang elektrifikasi sekalipun diboyong masuk. Bisa dibilang hanya Honda yang terlihat sangat adem ayem tak mau mengikuti arus.


    Sebenarnya, produk baru memang menjadi bagian strategi Honda Prospect Motor sebagai APM. Diakui langsung oleh Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, saat konferensi pers digital (16/11). “Peluncuran produk baru itu memang salah satu strategi kami untuk meningkatkan penjualan. Product refreshment itu adalah salah satu strategi,” jelasnya.


    Kendati begitu, ia menilai kondisi market masih belum stabil. Pun diutarakan juga setiap peluncuran mobil baru selalu melihat kondisi pasar dan kebutuhan konsumen. “Jadi kami selalu melihat kondisi pasar dan kebutuhannya. Jadi tolong bersabar untuk masalah mobil baru, kami melihat ke arah sana terus. Jadi tunggu saja, kapan saat yang tepat pasti kami akan luncurkan,” pungkas Yusak.


    Ya, HPM sendiri tidak banyak mengenalkan anggota baru. Seolah tidak ada pergerakan signifikan belakangan ini. Paling banter Civic Hatchback RS yang mejeng awal tahun. Namun, sebenarnya banyak dari nameplate pabrikan sudah kebagian facelift bahkan berganti generasi di market lain. Seakan tinggal menunggu waktu saja untuk menyapa Tanah Air. Berikut sebagian seleksinya.


    Odyssey


    honda-odyssey-front-angle-low-view-782428


    Siapa tidak kenal Odyssey? Sebuah MPV mewah Honda yang mengawali karir di Indonesia lewat Importir Umum. Generasi berganti hingga akhirnya dipasarkan secara resmi dan kemudian berada di evolusi ke-lima. Mengacu market Jepang, sang MPV premium baru saja menjalani operasi besar-besaran dan resmi mendebut awal November ini.


    Rombakan dari Odyssey seakan berusaha menampilkan gaya yang benar-benar segar tanpa berganti generasi. Dari luar, pemain utamanya adalah fasad depan serbategap. Seperti berusaha menampilkan kesan menengadah bak MPV premium lainnya. Juga ditambah ubahan moderat area bokong: paling kentara desain lampu anyar. Sementara itu, profil samping tetap familiar teridentifikasi sebagai cucu ke-lima spek JDM.


    Begitu pula dalam kabin, ibarat sudah setengah melangkah menuju generasi baru. Signifikansi tertuang pada rancangan dasbor. Komposisinya memang mirip lewat pemusatan layar multimedia, kontrol AC, dan tuas transmisi di tengah dasbor. Meski begitu, lekuk permukaan dipahat ulang dan mengutamakan pahatan mengotak elegan.


    Urusan pemacu, ia ditawarkan dalam dua format. Versi konvensional dengan unit 2,4 liter dipertahankan. Lalu, sekarang dipajang pula opsi hybrid e:HEV. Mengusung sistem i-MMD (Intelligent Multi Mode Drive) seperti model hibrida Honda masa kini. Boleh jadi ia masuk Indonesia sebagai wakil kendaraan ramah lingkungan. Mungkin juga tidak, yang pasti bakal kembali lagi sesuai penilaian APM terhadap kebutuhan pasar.


    CR-V


    CR-V facelift


    Facelift SUV monokok Honda sudah dikenalkan di beberapa negara ASEAN. Sebut saja Vietnam dan Thailand sekitar pertengahan 2020 ini. Menjadi salah satu yang cukup diantisipasi lantaran CR-V punya cukup banyak peminat di sini. Entah kapan pastinya ia bakal mengaspal di sini. Namun, bukan hal mustahil bila menyapa akhir tahun mengingat para tetangga sudah mulai disambangi. Atau mungkin awal tahun depan?


    Yang jelas versi Thailand dan Vietnam dapat dijadikan acuan ekspektasi ubahan. Sentuhan eksterior melibatkan revisi wajah. Rongga grille heksagonal menyisakan satu strip metalik tipis menyambung di atas logo Honda. Sementara bumpernya mengutamakan elemen tegas menyiku membentuk huruf “W” lebar di dagu. Satu pembaruan cukup unik terletak di sepatunya: terlihat seperti lima kelopak bunga.


    Lain cerita dalam kabin, kemungkinan besar komposisi dan desain bertahan. Pun kalau ada diferensiasi, boleh jadi sebatas penggantian ornamen penghias. Begitu pula menyoal hiburan. Di Negeri Gajah Putih ia dibekali monitor layar sentuh 9 inci. Suntikan fungsi dijamin berasa modern dengan navigasi, pemutar format musik MP3/WMA, hingga konektivitas smartphone.


    Terlebih lagi ketika membahas opsi pemacu. Setidaknya jantung pada model beredar saat ini diekspektasikan masih bertugas meramaikan line up. Adalah pilihan antara enjin 2,0 liter atau opsi bertenaga 1,5 liter turbo. Bebas pilih mau gelontoran output 154 PS/189 Nm atau ekstraksi 190PS/240 Nm dipadu penyalur daya CVT. Kembali lagi semua itu menyesuaikan kelengkapan trim.


    City


    Honda City


    Sekitar akhir November tahun lalu Honda City telah resmi berganti generasi. Debutnya terlaksana di Thailand dan kemudian disusul pasar lain seperti India dan belakangan Malaysia. Sudah sangat dekat ke garis khatulistiwa hanya saja belum jelas kapan dikenalkan ke kita. Mengingat ia bukan pemain baru di sini, maka wajar bila menunggu kehadiran sang penerus.


    Gayanya kini berubah total meski mempertahankan postur tubuh membulat seperti generasi sebelum. Dipahat lebih dewasa tanpa perlu menjadi terlalu sederhana. Fasad depan tampak mengadaptasi arahan desain Honda termutakhir seperti Civic dan Accord. Kemudian di belakang, lenggokan simpel didapat dari set lampu horizontal. Bisa diekspektasikan penerangan LED meramaikan daftar kelengkapan.


    Masuk kabin, City seolah memiliki jiwa baru. Dinamisme kemiringan garis tidak diutarakan dengan frontal serta tidak lagi mengeksklusifkan pengemudi. Elemen dasbor dibagi cukup simetris antara sisi kiri dan kanan dalam permukaan lebih mendatar. Fitur jelas lebih berkelas, model di Thailand menganut smart entry dengan remote pembuka bagasi. Dibenamkan pula AC otomatis memakai model kenop putar. Sarana hiburan juga kekinian, memanfaatkan head unit touchscreen berisi konektivitas smartphone.


    Enjin baru turut ditanam ke balik bonnet. Memanfaatkan teknologi turbo guna mencapai keseimbangan antara efisiensi BBM dan performa. Adalah unit tiga silinder 1.000 cc dengan puntiran ekstra kuat. Lihat saja, torsi puncak dicatatkan sebesar 172 Nm hadir bersama tenaga maksimum 122 PS.


    Di samping itu, ada pula versi hybrid e:HEV mendebut di Malaysia. Mengusung sinergi antara pemacu 1.500 cc Atkinson Cycle dan motor listrik penggerak roda lewat sistem i-MMD. Capaian tenaga maksimum dicatatkan sebesar 108 PS/253 Nm pada motor listrik. Tapi tidak selamanya digerakkan secara elektris sebab sistem i-MMD memungkinkan mesin tetap memutar roda dalam kondisi tertentu. Nah, lantaran HPM belum mengangkat senjata di pertarungan kendaraan elektrifikasi yang relatif terjangkau, City hybrid mungkin bisa diharap datang.


    Jazz


    honda jazz


    Seperti kita ketahui, nama Jazz/Fit mewakili Honda di ring tinju hatchback kompak. Duduk di antara Brio dan Civic. Evolusinya sendiri sudah mejeng duluan di Jepang akhir tahun lalu dan mulai dipasarkan awal 2020. Rancangan baru membuatnya tampil lebih imut dan sederhana, meninggalkan karakter sporty sebagaimana versi sebelum.


    Entah seperti apa wujud Jazz di Tanah Air kedepannya. Sebab, besar kemungkinan versi termutakhir di pasar domestik Jepang dan Eropa tidak menyambangi Asia Tenggara. Pabrikan diketahui tengah menyiapkan Honda City hatchback untuk mengisi kekosongan segmen. Belum diluncurkan, baru akan mendebut 24 November mendatang. Kalau penasaran seperti apa, gambar paten sudah beredar sejak lama.


    Pihak APM pun belum mau gamblang menjelaskan takdir hatchback kompak mereka. Entah itu masuk Fit versi JDM, pemanjangan siklus hidup lewat facelift model GK5 seperti di India, atau ada pergantian pemain. Dapat dipastikan mengikuti strategi di Asia Tenggara. Sampai saat ini tidak ada konfirmasi langsung memang, semua masih abu-abu.


    Diakui Yusak Billy, yang jelas Jazz harus identik dengan DNA sporty. Terkait model mana yang bakal meluncur, nilai itu harus dibawa. “Jadi bisa saja Fit yang ada di Jepang, bisa saja model baru lainnya atau bagaimana. Yang penting DNA sport yang melekat untuk hatchback itu harus tetap ada, dan itu selalu kami perhatikan karena orang taunya Jazz itu sporty. Jadi kami memerhatikan hal tersebut, kita tunggu saja timing dan model apa yang tepat untuk model hatchback dari kami,” papar Yusak. (Krm/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda