Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Komunitas Mobil Honda Sumbang Fasilitas Cuci Tangan untuk Halte Transjakarta

    Mencuci tangan menjadi bagian penting di tengah pandemi ini. Merupakan salah satu upaya preventif agar tidak tertular virus yang sedang mewabah. Krusial, apalagi bila harus bepergian ke tempat umum. Mendukung hal ini, gabungan dari komunitas mobil Honda sumbangkan fasilitas pencucian tangan. Terlaksana sebagai bagian kegiatan sosial yang bantu masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah.


    Fasilitas sumbangan ini ditujukan kepada mereka yang melakukan komutasi dengan transportasi umum. Tepatnya adalah lima halte Transjakarta. Meliputi Halte Tegalan Matraman Raya (koridor 5), BPKP Pramuka (Koridor 4), Tendean (Koridor 13), Sunter Kelapa Gading (Koridor 10) dan Cawang Soetoyo (Koridor 10).


    Pun bukan sebatas wastafel konvensional. Telah disesuaikan dengan protokol kesehatan lantaran pengoperasiannya tidak memerlukan interaksi sentuhan tangan. Dirancang unik menyerupai kabin mobil dengan set pedal sebagai tuas terpisah untuk mengeluarkan air dan sabun. Kalau melihat tempat cuci tangan dengan grafis dasbor, cermin, dan dua pedal di kelima tempat tadi, dipastikan itulah barangnya.


    sumbangan honda


    Acara peresmiannya sendiri telah terlaksana 16 November di Halte Tegalan Matraman Raya. Secara simbolis diserahkan oleh perwakilan Komunitas Mobil Honda, Dadi Haryadi, kepada Angelina Betris sebagai Plt Kadiv Sekper dan Humas PT Transportasi Jakarta. Turut hadir pula Public Relations & Digital Manager PT Honda Prospect Motor, Yulian Karfili.


    “Di masa pandemi ini, Transjakarta adalah salah satu layanan transportasi publik andalan warga DKI yang tetap terus aktif melayani warga dengan protokol kesehatan yang ketat. Bantuan wastafel ini sejalan dengan kampanye 3M dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dimana salah satunya adalah Mencuci tangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada komunitas Honda yang sudah membantu Transjakarta dan mendukung program pemprov DKI, dan kami berharap kolaborasi bersama komunitas Honda ini dapat membuat warga masyarakat terutama Pelanggan Transjakarta membudayakan dari diri sendiri untuk terus melakukan 3M di transportasi publik demi menekan penyebaran Covid-19,” papar Angelina Betris dalam keterangan resminya.


    Total 17 klub mobil Honda dengan berbagai latar model turut terlibat dalam kegiatan sosial kali ini. Termasuk di dalamnya berbagai klub pengguna Brio, Mobilio, Jazz/Fit, Freed, Odyssey, hingga Stream sampai Civic Estilo dan Nouva. Ambil contoh Stream Community, Mobility, Ivernity, HNCI, dan lainnya.


    CSR komunitas honda


    Dadi Haryadi sebagai perwakilan Komunitas Mobil Honda mengatakan, “Kami berharap dengan adanya fasilitas cuci tangan ini dapat terus mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum, untuk selalu mencuci tangan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Selain itu kami juga ingin memastikan setiap orang dapat bepergian dengan aman dan sehat melalui fasilitas cuci tangan ini.”


    Kegiatan sosial ini diapresiasi langsung oleh PT Honda Prospect Motor (HPM). “Aktivitas sosial ini dilakukan dari masyarakat, yaitu konsumen Honda yang tergabung dalam komunitas, untuk masyarakat pengguna fasilitas umum di Jakarta. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kontribusi dari komunitas mobil Honda ini dan akan terus mendukung kegiatan sosial serupa agar lebih banyak dilakukan di fasilitas umum lainnya,” komentar Yulian Karlifi, Public Relations & Digital Manager HPM.


    Untuk urusan pemeliharaan nantinya disebutkan bakal menjadi tanggung jawab Transjakarta. Meski begitu, di beberapa bulan pertama bakal dipastikan juga dapat berfungsi dengan baik. Seperti dijelaskan Yulian Karlifi pada konferensi pers terpisah.


    “Memang pada dasarnya setelah serah terima ini menjadi tanggung jawab pemeliharaan dari Transjakarta. Tapi untuk beberapa bulan pertama, kami juga mendapatkan semacam warranty dari supplier kami untuk bisa memastikan misalkan tidak bocor tangkinya, wastafel bekerja dengan baik, pedalnya bekerja dengan baik, itu beberapa bulan tetap akan kami monitor. Kami pastikan itu bisa berfungsi terus,” jelas pria yang kerap disapa Arfi. Pun terkait pengadaan air dan sabun disebutkan menjadi alokasi pemeliharaan fasilitas di masing-masing halte. Yang pasti, semua wajib menjaga kelayakan fasilitas umum demi kemaslahatan bersama. (Krm/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda