GIIAS 2021: Aplikasi MySuzuki Meningkatkan Penjualan Suku Cadang hingga 200 persen

Ertiga Sport Final Form

Melalui sesi media discussion di GIIAS 2021, Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengumumkan penjualan suku cadang. Selama pandemi 2020 terjadi penurunan sebesar 20,2 persen dibandingkan 2019. Produksi pun sempat terhenti dan permintaan menurun. Tapi kini kembali menggeliat.

"Dari 2018 sparepart Suzuki selalu meningkat, penjualan pun naik hingga 106,1 persen. Namun sejak terjadi pandemi pada 2020, semua sektor industri termasuk Suzuki mengalami penurunan. Tapi saat di 2021 berangsur membaik bahkan tergolong recovery. Ditambah November dan Desember penjualan kami diperkirakan naik 108,8 persen," kata Dessy Karmilasari, Domestic Spareparts Sales Section Head PT SIS, Jumat (19/11).

Secara kontribusi, hingga Oktober 2021 penjualan suku cadang kendaraan Suzuki masih didominasi oleh kendaraan roda empat. Mencakup mobil penumpang dan juga komersil. Tercatat sebanyak 64,9 persen, kemudian disusul roda dua 33,9 persen, lalu sisanya dari OBM (Outboard Motor/mesin kapal) sebanyak 1,2 persen. Dari ketiga model bisnis itu, yang paling dominan adalah penjualan Suzuki Genuine Part (SGP), semuanya di atas 50 persen, kemudian disusul Suzuki Genuine Oil (SGO), dan aksesori.

Sejalan dengan ketentuan pembatasan jarak maupun pengendalian mobilitas, inovasi berperan penting untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya dengan menyediakan penjualan spare part melalui MySuzuki. Platform digital itu pada akhirnya dapat mengakomodasi konsumen yang butuh suku cadang maupun oli dengan mudah dan aman.

Baca Juga: Suzuki Luncurkan Oli Ecstar untuk Sepeda Motor

MySuzuki sebetulnya sudah disiapkan dari 2018. Aplikasi tersebut seperti e-commerce pada umumnya. Konsumen perlu repot pergi ke bengkel Suzuki, cukup mengakses aplikasi MySuzuki, segala aktivitas penjualan spare part, oli, dan aksesori resmi bisa dilakukan di sana.

“Mungkin ini karena ada PPKM, kemudian lebih banyak karyawan yang WFH, sehingga MySuzuki bisa sangat membantu customer yang tidak bisa keluar rumah. Berkat aplikasi MySuzuki penjualan kami dari 2018 sampai 2021 meningkat di atas 200 persen,” jelasnya.

Christiana Yuwantie, Spareparts Dept. Head PT SIS menambahkan, sepanjang 2021, Suzuki mencatat transaksi melalui MySuzuki mengalami peningkatan sebesar 33 persen. Di 2022, Suzuki menargetkan penjualan spareparts dapat tumbuh 5–10 persen dibandingkan dengan 2021. “Kami menjamin keamanan pelayanan dan transaksi melalui digitalisasi seperti pada aplikasi MySuzuki yang terpercaya, karena kami terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi pelanggan Suzuki,” ujarnya.

 

Suzuki Jamin Ketersediaan Suku Cadang Motor dan Mobil Lawas

Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga berkomitmen untuk tetap menyediakan spare part terhadap produk lawasnya, baik itu motor ataupun mobil. Dessy Karmilasari mengatakan, sejatinya produsen hanya menyediakan spare part hingga 10 tahun setelah produk tersebut stop produksi, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tapi menurutnya, secara aktual Suzuki masih masih mengelola item spare part lebih dari 10 tahun.

Ia mencontohkan, kendaraan roda dua Suzuki RC 100 hingga kendaraan roda empat macam Carry ST100 lansiran 1988 spare partnya masih diproduksi hingga saat ini. "Jadi selama masih ada permintaan, masih kami jual dan kelola hingga saat ini. Unit ST 100 keluaran 1988 seperti filter olinya masih kami sediakan," sambung Dessy. (Bgx/Odi)

 

Baca Juga: Menggali Teknologi Heartect dan Smart Hybrid Vehicle Milik Suzuki

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Suzuki Unggulan

  • Yang Akan Datang