Honda Thailand merilis versi penyegaran (facelift) untuk lini kendaraan kompak andalannya, Honda City Hatchback dan Sedan. Langkah rombakan besar-besaran ini sengaja digulirkan untuk menyasar penyegaran sektor desain eksterior, penambahan peranti digital di dalam kabin, hingga strategi ekstrem berupa pemotongan harga jual yang berkisar antara 30.000 hingga 50.000 Baht (setara Rp16 juta sampai Rp26 juta) dibanding model terdahulu.
Melalui strategi pemotongan harga tersebut, selama masa promo peluncuran yang berlangsung hingga bulan September 2026, mobil ini dipasarkan dengan harga mulai 569.000 Baht (sekitar Rp253 jutaan) untuk tipe terendah, hingga menyentuh angka 749.000 Baht (sekitar Rp334 jutaan) untuk kasta tertinggi berlabel RS. Langkah ini diproyeksikan bakal memperkokoh dominasi Honda di segmen pasar sedan dan hatchback urban.
Ubahan pada tampilan luar terlihat jelas melalui pengaplikasian bumper depan dan belakang baru yang berdesain lebih dinamis. Sektor pencahayaan utama di area wajah kini mengandalkan lampu depan LED bermodel Connecting Light yang modern.

Sementara pada sektor buritan, dipasangi lampu gelap (dark tinted smoked) yang eksklusif tertanam pada trim e:HEV SV dan RS. Tampilan kaki-kaki juga kian segar lewat pengaplikasian pelek alloy berdesain baru dengan opsi ukuran 15 inci hingga 16 inci, bergantung pada tingkatan varian yang dipilih konsumen.
Masuk ke dalam kabin, nuansa canggih dan premium terpancar kuat berkat penggantian monitor hiburan sentuh berukuran lebih besar, yakni mencapai 10 inci. Sistem multimedia beresolusi tajam ini sudah terintegrasi secara nirkabel (wireless) dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto.
Fungsionalitas berkendara harian kian lengkap dan memanjakan pengendara berkat penambahan deretan fitur mewah, seperti sistem pemantau kamera lingkungan (Multi-View Camera System), tatakan pengisian daya gawai nirkabel (Wireless Charger), kaca spion tengah dengan fitur peredam silau otomatis (Auto-dimming), serta pendaran lampu dekoratif interior (Ambient Light) yang estetis.
Untuk pasar domestik Thailand, Honda menyodorkan dua opsi jantung pacu performa tinggi yang andal sekaligus efisien untuk memenuhi preferensi kebutuhan konsumen yang variatif.

Opsi pertama mengandalkan Mesin 1.0L VTEC Turbo. Dapur pacu dengan konfigurasi 3-silinder ini mampu memuntahkan tenaga maksimal 122 PS dan torsi puncak 173 Nm yang dikawinkan dengan transmisi otomatis CVT yang responsif.
Opsi kedua mengusung teknologi ramah lingkungan melalui Mesin 1.5L e:HEV Hybrid. Sistem ini berbasis siklus Atkinson yang bekerja mengawinkan efisiensi mesin bensin konvensional bersama dorongan kuat dari motor elektrik, sehingga menghasilkan tenaga motor sebesar 109 PS serta letupan torsi instan yang melimpah mencapai 253 Nm.
Penyegaran masif yang terjadi pada Honda City di Thailand secara otomatis melahirkan jurang perbedaan spesifikasi yang cukup besar jika disandingkan dengan unit kendaraan yang dipasarkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) di Indonesia saat ini.

Perbedaan paling mendasar berada pada sektor jantung mekanisnya, di mana pasar tanah air tercatat hanya menyediakan satu opsi mesin bensin konvensional, yakni 1.5L Naturally Aspirated (NA) i-VTEC yang memproduksi tenaga 121 PS dengan torsi 145 Nm. Konsumen di Indonesia hingga kini belum berkesempatan mencicipi opsi efisiensi tinggi dari mesin kompak 1.0L Turbo maupun kecanggihan torsi masif dari mesin e:HEV Hybrid untuk lini bodi sedan.
Selain mesin, sektor fasilitas kabin ikut menyajikan perbedaan menyolok karena Honda City sedan sirkulasi pasar domestik Indonesia masih mengandalkan monitor hiburan standar ukuran 8 inci, belum menggunakan layar sentuh modern 10 inci seperti di Thailand. Fitur kepraktisan serta keselamatan aktif di Indonesia juga belum dilengkapi sistem kamera 360 derajat (Multi-View Camera System) serta belum mengadopsi peranti Wireless Charger di konsol tengah.
Terakhir, struktur variannya pun berbeda karena Thailand menyediakan rentang pilihan yang sangat luas dari tipe S hingga trim tertinggi RS untuk model bodi sedan maupun hatchback. Sementara di Indonesia, PT HPM mengonfigurasi varian sporti RS secara eksklusif hanya untuk bentuk bodi hatchback guna menjaga segmentasi pasar anak muda yang dinamis. (Odi)
Baca Juga: Honda Prospect Motor Tambah Varian, Kini Brio Satya 1.2L S Punya Tipe CVT