Pemerintah Resmi Perpanjang Diskon PPnBM 100 Persen sampai Akhir 2021

Toyota Raize GR Sport

Insentif pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM DTP) 100 persen resmi diperpanjang. Walau, pengumumannya selalu telat di pertengahan bulan. Padahal sejumlah APM awal bulan ini menerapkan skema diskon PPnBM 25 persen. Berhubung beleid berlaku, biasanya uang bakal dikembalikan oleh diler mengikuti aturan baru. Nah, regulasi ini berlaku dari awal September hingga akhir 2021.

Perpanjangan insentif, menurut Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Hal ini dilakukan untuk merangsang konsumsi masyarakat kelas menengah. Seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19. Perbaikan kondisi pandemi ini menjadi momentum dalam melanjutkan laju pemulihan ekonomi cukup kuat hingga Triwulan II-2021. Di sisi lain, pemerintah mengaku terus memperkuat berbagai dukungan. Juga stimulus yang selama ini telah direspons positif oleh masyarakat serta dunia usaha.

 

Penerima PPnBM 100 Persen

Awalnya, insentif diskon pajak ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021. Isinya mengatur pemberian insentif segmen ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 dengan komponen pembelian dalam negeri (local purchase) paling sedikit 70 persen. Kemudian PMK Nomor 31 Tahun 2021 memperluas insentif PPnBM DTP lewat tambahan cakupan kendaraan bermotor. Yaitu segmen 4x2 dan 4x4 untuk kubikasi 1.500 cc sampai 2.500 cc dan local purchase paling sedikit 60 persen.

Kenapa? Perluasan dilakukan demi menambah daya dorong kebijakan dalam menstimulasi konsumsi masyarakat. Melihat dampak positif kebijakan yang telah diberikan, masa insentif PPnBM 100 persen untuk kendaraan

Hal ini menunjukkan geliat sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak. Lantaran peningkatan penjualan ini, produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas lebih tinggi. Akumulasi produksi mobil secara Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen (yoy).

Bisa dilihat, peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Namun juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode sama. Dengan performa ini, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat terkerek double digit. Atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada triwulan II-2021.

Baca Juga: Berdampak Signifikan, Diskon PPnBM 100 Persen Kemungkinan Besar Diperpanjang

 

Ertiga Suzuki Sport

 

Dampak PPnBM

Fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan. Namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja. Termasuk memberikan multiplier effect besar di sektor pendukung. Seperti industri barang logam, industri logam dasar, industri karet dan jasa keuangan. Otomotif merupakan sektor strategis dengan nilai tambah, juga level adopsi teknologi relatif tinggi.

Ruang bagi industri otomotif nasional masih cukup besar untuk dapat kembali berproduksi secara maksimal. Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2-2021 masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang. “Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut. Seiring dengan kondisi pandemi lebih terkendali. Dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional,” tutup Febrio.

Dalam regulasi baru yaitu PMK 120/PMK 010/2021. Besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021. Diperpanjang menjadi hingga Desember 2021. Insentif yang diperpanjang meliputi, PPnBM DTP 100 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc.

Lalu PPnBM DTP 50 persen diterapkan untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin > 1.500 cc hingga 2.500 cc. Kemudian PPnBM DTP 25 persen bagi mobil penumpang 4x4 berkapasitas mesin > 1.500 cc s.d. 2.500 cc. Kelebihan PPnBM atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor pada bulan September 2021. Bakal dikembalikan atau refund oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pemungutan.

Nah, kebijakan insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor ini. Diklaim sebagai salah satu bukti kehadiran APBN dan kebijakan fiskal yang responsif di tengah pandemi. Konsistensi peran APBN sebagai instrumen countercyclical secara keseluruhan. Terus diperkuat demi mendorong laju pemulihan berkelanjutan. (Alx/Odi)

 

Baca Juga: Pemerintah Kasih Insentif untuk Badan Usaha Pengisian Kendaraan Berbasis Listrik

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang