Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Triumph Trident Mulai Diuji, Perakitan di Thailand

    Kans Triumph Trident mengaspal makin terendus. Pihak pabrikan sudah mulai buka-bukaan dengan mengumbar beberapa detail, walau masih sedikit disamarkan. Isyarat kalau bakal diproduksi massal kian kuat, lantaran diketahui sudah memasuki tahap pengujian.


    Tampilan dari foto memang masih dibalut jubah kamuflase. Kendati begitu, terpapar jelas wujud aslinya. Genre neo-klasik seolah sengaja diusung guna menggunggah segmentasi muda. Toh, perawakan demikian juga tengah menjadi tren di kalangan produsen roda dua, bukan?


    Kesan itu terpancar lewat penggunaan rumah lampu bulat, disertai penerangan jenis LED. Begitu pula dengan sein yang jua memakai lampu dioda. Penyelarasan tema klasik kemudian digoreskan lewat panel instrumen. Penampang bundar tersebut sejatinya berisi informasi dasar seputar kendaraan. Hanya saja ditampilkan secara digital via layar TFT.


    Triumph trident test


    Bagian yang tak kalah menarik tentu saja desain tubuh. Sosok naked bike berotot diejawantahkannya melalui bagian tangki bensin. Tak lupa diimbuhi perangkat pendukung, misal cover pengapit radiator serta skid plate dengan bentuk terpisah. Bedanya, rangka utama Triumph Trident ditopang oleh lengan ayun ganda. Sementara Street Triple hanya satu unit saja. Ini pula yang memengaruhi peletakan knalpotnya. Street Triple memakai saluran buang menjulang hingga bodi belakang. Trident justru cuma punya knalpot kolong atau umum disebut under belly. Sedangkan untuk 'bokong' sengaja dieksploitasi lantaran tak ada sepatbor mengekor setelah bodi belakang. Pasalnya, posisi pelindung roda berdampingan langsung dengan ban berukuran gambot. Item ini juga terintegrasi lampu sein.


    Lanjut ke rancangan kaki-kaki, kami menerka Trident memakai peredam kejut buatan Showa. Lalu untuk sistem pengereman mengandalkan kepunyaan kaliper dari Nissin disertai cakram ganda. Untuk bagian belakang, laju roda diredam oleh kaliper merek serupa namun single disc brake saja. Dan sudah semestinya pula sistem pengeremannya berpelengkap anti-lock braking system (ABS).


    Menyoal jantung mekanik, Trident sepertinya bakal mewarisi DNA Triumph selaku pengguna mesin tiga silinder. Tentu akan ada penganibalan jikalau dia menggendong kepunyaan Street Triple. Itu kenapa muncul prediksi kalau Trident bakal dipasok kubikasi mesin lebih kecil. Sumber serupa menerka dapur pacunya memiliki kubikasi 600 hingga 675 cc. Dengan begitu, Trident bakal menempati ruang baru di bawah Street Triple yang notabane punya bekalan 765 cc. Setidaknya memberi kesempatan kepada motoris muda mengecap sensasi motor ala Triumph.


    Triumph Trident


    Namun, bukan berarti Trident tak layak dipertimbangkan. Konon, mesinnya mampu menorehkan kisaran daya 78,9 sampai 83,8 daya kuda. Upaya mengoptimasi pastilah menyangkut seperti apa penetapan bore x stroke-nya. Triumph sendiri pernah berujar, motor baru mereka akan punya output (torsi dan tenaga) yang seimbang. Lantaran menempati lini entry level, idealnya Trident bisa dipilih oleh konsumen yang baru beranjak ke motor besar. Dengan catatan motor ini sudah kedapatan fitur pendukung semisal traction control atau mode berkendara.


    Berkaca dari prediksi bekalan tersebut, rasanya harga Trident bakal lebih ekonomis ketimbang Street Triple. Untuk diketahui, saat ini unit itu dijual $ 9,950 atau sekitar Rp 147 jutaan. Tak ada salahnya menyiapkan kocek sembari menunggu proyek Triumph Trident terealisasi. Kabar baiknya, Thailand ditunjuk sebagai basis produksi. Artinya, calon pembeli dari kawasan Asia bakal mendapatkan harga bersahabat. Dengan begitu, Trident bisa kompetitif melawan pesaing sekelas yang sudah lebih dulu hadir. Sebutlah Honda CB 650 R, Benelli TNT 600 maupun Kawasaki Z650. (Ano/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda