Veloz Hybrid EV jadi amunisi baru PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk berkompetisi di segmen LMPV. Mobil 7-seater ini resmi diluncurkan pada gelaran GJAW 2025 dan membawa standar baru sebuah mobil keluarga yang bukan cuma irit BBM namun andal di berbagai kebutuhan.
Dalam program Lintas Nusa, OTO Media Group berkesempatan untuk mencoba Veloz Hybrid di etape ke-2 dari Banyuwangi ke Bromo berjarak tempuh 444,3 km. Sebelumnya, di etape pertama dengan unit yang sama, Veloz Hybrid sudah lebih dulu menjelajah Lombok hingga Bali. Rencananya, mobil hybrid itu akan berkelana hingga ujung pulau Sumatra.
Unit yang dipakai dalam program Lintas Nusa adalah Veloz Hybrid varian Q. Toyota sendiri menawarkan mobil ini dalam 4 tipe berbeda: Veloz Hybrid V, Veloz Hybrid Q, Veloz Hybrid Q Modellista, dan Veloz Hybrid Q Modellista with Toyota Safety Sense (TSS/ADAS). Saat ini, baru varian V saja yang sudah diungkap maharnya seharga Rp299 juta OTR dan berlaku hingga Desember 2025 tanpa batas kuota pembeli.
Berdasarkan pengujian kami, Veloz Hybrid memiliki konsumsi BBM irit. Mengacu MID dengan jarak tempuh 350-an km, rata-rata BBM tembus di 22,6 km/liter. Rute yang digunakan hampir non tol, tidak menerapkan eco driving, dan mayoritas melewati jalanan menanjak, salah satunya kawasan Gumitir, Jawa Timur.
Selain irit BBM, ternyata Veloz Hybrid khususnya varian Q menawarkan banyak hal menarik yang menjadikannya sebagai teman perjalanan jarak jauh ideal. Lengkapnya simak rangkuman di bawah ini.
Di balik kap mesin, Toyota Veloz Hybrid EV mengemas enjin 2NR-VEX yang juga dipakai Yaris Cross Hybrid. Meski basisnya sama, faktanya pabrikan melakukan kalibrasi teknis demi menyesuaikan dengan fungsi sebagai mobil keluarga 7-penumpang.
Dari lembar spesifikasi, Veloz Hybrid mengemas mesin 1.500 cc, 4-silinder, 16-katup, DOHC dengan Dual VVT-i. Enjin kemudian dipadupadankan dengan rangkaian elektrifikasi seperti motor dan baterai. Sehingga mampu menghasilkan tenaga 111 PS atau 109,4 hp di 5.500 rpm. Sementara torsi dari mesin bensin mampu semburkan 121 Nm dan motor listrik sanggup suplai 141 Nm.
Nah, dibandingkan Veloz bermesin konvensional, menurut data spesifikasi di situs resmi Toyota, output tenaganya sebesar 106 PS atau 104 hp. Artinya, tenaga Veloz Hybrid meningkat 5 PS atau 4,9 hp. Tak lupa transmisi e-CVT, bukan cuma bikin perpindahan gigi terasa halus, tapi juga berkontribusi pada performa guna melibas berbagai medan jalan.
Saat pengetesan, terutama di jalur menanjak seperti Gumitir hingga Bromo tak ada kendala berarti untuk Veloz Hybrid. Tenaga dan torsi disalurkan dengan presisi ke roda depan tanpa ada selip. Dorongan tenaga baik motor, mesin atau keduanya mampu menaklukan rute menantang, khususnya dataran tinggi Bromo Tengger.
Seperti Veloz bermesin internal combustion, Veloz Hybrid juga tetap menyuguhkan posisi berkendara ideal untuk driver. Ini yang menarik, seluruh varian Veloz Hybrid EV telah dilengkapi pengaturan setir tilt/teleskopik dan setelan bangku lengkap, mulai dari maju mundur, tinggi rendah, serta reclining.
Visibilitas berkendara yang baik pun tetap dipertahankan. Jarak pandang luas di bagian depan, pun di bagian belakang, hingga visibilitas samping pada pilar A. Ini sangat membantu kami ketika melewati jalanan sempit, berkelok, kurang penerangan, atau secara garis besar mobil ini bisa dibilang minim blind-spot.
Sebagai mobil yang menawarkan kenyamanan berkendara untuk keluarga, Veloz Hybrid EV memiliki kabin lega. Saat di sekitaran Lumajang, Jawa Timur, mobil ini diisi 6 orang penumpang dewasa dengan rincian 2 di depan, 2 di tengah, dan 2 di belakang. Porsi duduknya sama-sama bagus, ruang kepala tinggi dan ruang lutut menyisakan ruang lebar.
Layout duduk ideal ini dihasilkan dari rancang wheelbase cukup panjang. Veloz Hybrid EV sendiri memiliki jarak sumbu roda 2.750 mm yang bisa mengakomodasi kenyamanan duduk semua penumpang meski digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Selain itu, kemampuan angkut barang di dalam kabinnya juga juara. Bagasi utama bila bangku ketiga tegak masih bisa menyimpan 2 koper kabin dan 2 travel bag. Bila merasa kurang, tinggal rebahkan saja bangku belakang rata lantai yang bikin kemampuan bawa barangnya meningkat.
Veloz Hybrid varian Q tetap mendapatkan fitur-fitur utama guna mendukung kenyamanan berkendara. Mobil ini dilengkapi peranti Auto Hold untuk menahan mobil tetap berhenti setelah pengemudi mengerem hingga berhenti total (di lampu merah, macet, tanjakan) tanpa perlu terus-menerus menginjak pedal rem. Sehingga pengemudi bisa mengistirahatkan kaki dan lebih nyaman.
Ada juga fitur Electronic Parking Brake (EPB) yang memudahkan pengendaranya tanpa perlu menarik tuas rem tangan. Selain punya fungsi signifikan, penggunaan EPB dapat memberi kesan interior yang lebih modern dan lapang. Selanjutnya hadir fitur Around View Monitor atau kamera 360 untuk mendapatkan visual real time lewat head unit dari berbagai sisi.
Head unit Veloz Hybrid EV varian Q sudah dibekali fungsi Apple Carplay dan Android Auto secara wireless untuk memberikan pengalaman hiburan luas. Kemudian, seluruh varian juga sudah dilengkapi wireless charger smartphone di panel tengah dengan kemampuan pengecasan cepat.
Urusan keamanan, Toyota Veloz Hybrid EV dilengkapi pengereman ABS, EBD, hingga fitur Vehicle Stability Control. Nah, buat beri keasyikan berkendara, mobil ini disuntik Drive Mode, dari Power, Normal, Eco, dan EV Mode.
Veloz Hybrid menggunakan sistem series-parallel hybrid yang canggih. Sistem ini mengkombinasikan mesin bensin konvensional dengan motor listrik dan baterai untuk efisiensi bahan bakar dan performa optimal.
Secara garis besar, sistem hybrid bekerja secara pintar. Atau menentukan secara mandiri mode mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya berkendara. Setidaknya ada 3 cara kerja dari jenis hybrid yang diusung oleh Veloz terbaru:
(Kit)
Baca Juga: Deret Ubahan Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel 2025 di Indonesia
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2026. Semua Hak Cipta Dilindungi.