Jaecoo J7 SHS (Smart Hybrid System) menjadi senjata baru dari brand otomotif Tiongkok untuk menembus pasar SUV premium Indonesia. Mengusung teknologi plug-in hybrid, mobil ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas urban dengan efisiensi tinggi dan daya jelajah panjang. Kami berkesempatan menjajal langsung performanya dalam sesi media drive yang digelar pada Senin (30/06), menempuh rute dari Jaecoo Setia Puri, Jakarta Barat menuju BSD, Tangerang Selatan.
Perjalanan sepanjang 59 km melewati tol Prof. DR. Insinyur Sedyatmo, Kunciran, dan Serpong berlangsung lancar. Menariknya, sepanjang rute tersebut, Jaecoo J7 SHS hanya mengandalkan motor listrik tanpa intervensi mesin bensin. Ini membuktikan bahwa mode EV murni benar-benar bisa digunakan untuk perjalanan antar kota, selama gaya berkendara dijaga tetap normal dan kecepatan mengikuti aturan jalan raya.
Jaecoo J7 SHS dibekali mesin bensin 1.5 liter turbo yang menghasilkan tenaga 140 hp dan torsi 215 Nm. Sementara motor listriknya mampu menyuplai tenaga hingga 210 hp dengan torsi yang sama, 215 Nm. Keduanya terhubung ke baterai lithium-ion berkapasitas 18,3 kWh.
Klaim daya jelajah mode EV murni mencapai 100 km, dan dalam pengujian kali ini, mobil berhasil menempuh 59 km hanya dengan tenaga listrik. Mode berkendara tersedia dalam tiga pilihan: Normal, Eco, dan Sport. Kami menggunakan mode Normal sepanjang perjalanan, dan karakter akselerasinya terasa halus namun tetap responsif saat dibutuhkan.
Jaecoo J7 SHS mampu dengan mudah mencapai kecepatan 60 km/jam dan tetap stabil saat digunakan untuk menyalip. Setir terasa presisi, dengan bobot yang menyesuaikan kecepatan, memberikan rasa aman saat bermanuver.
Suspensinya menggunakan konfigurasi MacPherson di depan dan Independent Multi-Link di belakang. Setelan suspensi cukup kaku saat melaju cepat, namun tetap nyaman saat kecepatan rendah. Sistem ini memungkinkan pergerakan independen tiap roda, menjaga kenyamanan di berbagai kondisi jalan.
Setibanya di BSD, kami memeriksa konsumsi energi melalui panel instrumen. Hasilnya, konsumsi listrik tercatat 4,2 kWh per 100 km atau sekitar 23,8 km per 1 kWh. Dengan tarif SPKLU Rp2.466 per kWh, biaya perjalanan hanya sekitar Rp5.000. Baterai saat berangkat berada di level 57% dan tersisa 32% saat tiba.
Jaecoo J7 SHS dilengkapi 19 fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS). Selama perjalanan, kami merasakan langsung beberapa fitur seperti:
Sistem ini bekerja aktif menjaga mobil tetap di jalur, mendeteksi titik buta, dan memberikan peringatan saat akan bermanuver. Respons sensor dan radar sangat cepat, namun intervensi sistem tetap terasa halus dan tidak mengganggu kenyamanan berkendara.
Fitur ADAS lainnya yang tersedia:
(Hfd)
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2025. Semua Hak Cipta Dilindungi.