Kupas Tuntas 3 Varian Honda CRF yang Dijual di Indonesia

JAKARTA -- Motor bergenre trail alias adventure tengah jadi tren. Banyak penggemar yang mencari motor model ini. Di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi salah satu yang menyediakannya. Honda menggunakan kode CRF, untuk menunjukkan model dua alam ini. Saat ini PT AHM menawarkan tiga varian yang memiliki keunggulan masing-masing.


Ketiga Honda CRF yang dijual di Indonesia dimulai dari yang kecil CRF150L, kemudian CRF250 Rally di kelas menengah dan CRF1100L Africa Twin Adventure Sports untuk tipe tertinggi. Secara garis besar, ketiganya dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pecinta motor tualang.


Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kenali seluruh varian dan peruntukannya.


Honda CRF150L


Honda CRF150L


Kita mulai dari Honda CRF150L. Ia menjadi varian terkecil di jajaran CRF yang ada di Indonesia. Varian ini sudah menemani pecinta motor on dan off sport sejak 2017. Mengusung konsep “Take You to Off Fun Ride”, kuda besi ini dilengkapi mesin tangguh untuk berkendara di berbagai kondisi jalan. Model ini diciptakan buat pengendara yang gemar bertualang.


Tampilannya mengusung desain motocross yang terinspirasi dari Honda CRF yang difungsikan sebagai peserta kompetesi. Menggunakan konsep compact headlight yang membentuk sudut tajam, memberikan kesan sebagai motor petarung yang siap menaklukan setiap medan. Ia juga memiliki lampu belakang dengan desain tajam dan sporty, memberikan kesan agresif.


CRF150L dibekali rangka tipe semi double cradle konvensional. Punya kelebihan di sektor handling karena lebih lincah ketika melalui jalur penuh kelokan yang sempit. Pada bagian tengah terpasang tangki bahan bakar berkapasitas 7.2 Liter. Joknya ramping, namun tetap memberikan kenyamanan kala melewati berbagai medan berat.


Motor trail dari pabrikan Honda ini termasuk memiliki ukuran bodi yang ideal. Tercatat dimensi panjangnya 2.199 mm, lebar 793 mm, tinggi 1.153 mm dan jarak sumbu roda mencapai 1.375 mm. Untuk tinggi tempat duduknya  mencapai 868 mm dan jarak terendah ke tanah 285 mm. Sementara bobotnya 122 kg, atau lebih berat ketimbang kompetitor.


Honda CRF150L pesaing KLX150L


Walau mengusung konsep motor off road, ia punya fitur layaknya motor sport jalan raya. Ada spidometer full digital yang mudah terbaca oleh pengendara. Isinya sederhana, ada petunjuk kecepatan, trip A, trip B, odometer dan fuelmeter tanpa ada tachometer. Tersemat pula lampu dim, engine cut off, tool box, gantungan helm di samping tool box dan sepatbor belakang yang bisa dilepas.


CRF150L dilengkapi dengan suspensi Showa tipe Long Travel Inverted Front Fork berdiameter 37 mm dan panjang stroke 225 mm. Tampilannya semakin gagah dan berkelas dengan adanya gold color anodize pada tabung. Belakangnya mengenakan peredam kejut bersistem Pro-Link dengan lengan ayun suspensi tunggal (monoshock). Dengan jarak main (Travel Axle) 210 mm, memberikan performa handling maksimal dan lebih stabil saat melewati berbagai kondisi jalan.


Tampilannya didukung pula dengan pelek bermaterial alumunium yang ringan, berukuran 21 inci di depan dan 18 inci buat belakang. Serta ban semi trail yang dapat diandalkan saat melintasi jalan kurang rata. Tidak lupa juga rem cakram wavy, depan berukuran 240 mm dan belakang 220 mm. Bisa memberikan performa pengereman yang optiomal di segala kondisi jalan.


Urusan performa, model ini dibekali jantung mekanis berkapasitas 149,15 cc, satu silinder, SOHC berpendingin udara. Ia punya torsi maksimal 12,43 Nm di momen puntir 6.500 rpm dan daya maksimal 12,91 hp di 8.000 rpm. Honda mengkaim CRF150L memiliki rasio konsumsi bahan bakar 39,3 km/liter saat diuji dengan metode pengetesan Euro 3. Sedangkan untuk metode pengetesan Euro 2 mencapai 43,03 km/liter.


Berapa harus ditebus? Honda CRF150L hadir dengan 3 varian warna yakni Extreme Red, New Extreme Black dan New Extreme Grey. Ia dipasarkan dengan harga Rp 34.450 juta on the road Jakarta.


Honda CRF250 Rally


Honda CRF250 Rally


Posisi selanjutnya, ada Honda CRF250 Rally. Ia merupakan sebuah produk replika dari CRF450 Rally yang biasa berlaga di ajang Dakar Rally. Motor yang di Impor langsung dari Thailand ini hadir dengan menawarkan segudang fitur unggulan. Tak hanya sekadar tampilan, dirinya juga dibekali mesin berperforma tinggi untuk melahap medan terjal.


Meski masuk di kelas menengah, sisi eksteriornya tak beda jauh beda dengan keluarga CRF lain. Namun cukup unik kala melihat wajahnya. Diberikan head lamp Dual Symmetry LED yang siap memancarkan cahaya lampu depan yang terang. Apalagi, lampu utama tersebut dibentuk layaknya dua buah bola mata yang menatap begitu tajam ke depan.


Floating Wind Screen pun terpasang dengan manis di bagian depan. Bisa melindungi si pengemudi dari terpaan angin. Tertempel pula fairing upper/lower, shroud samping, dan hand guards. Cukup efektif memberikan perlindungan maksimal untuk pengendaranya. Selain itu, ada juga under cover pelindung mesin dari benturan dan model tuas persneling yang dapat dilipat.


Dari sisi tengah ke belakang, gaya tajam ala motocross dengan penyematan side panels dan posisi jok serta tangki menghadirkan kemudahan bagi pengendara untuk bergerak bebas. Penampung bahan bakarnya mencapai 10,1 liter (termasuk 1,6 liter cadangan) mampu memberikan jelajah lebih dari 320 km berkat hasil konsumsi yang mencapai 33,4 km/liter (mode WMTC).


Honda CRF250 Rally


CRF250 Rally menganut sasis model semi double cradle yang terbuat dari besi baja. Dirinya memiliki wheelbase sepanjang 1,455 mm, jarak terendah ke tanah 270 mm dan bobotnya mencapai 155 kg. Suspensinya depan pakai inverted front fork Showa 43 mm dengan panjang langkah 250 mm. Diklaim ringan dan kaku, di satu sisi spring dengan sisi lainnya dilengkapi dengan kontrol peredam.


Untuk suspensi belakang, menggunakan model pro-link dengan panjang langkah 265 mm. Tambahan lain, ada peredam kejut Showa dengan pipa silinder tunggal berdiameter 40 mm. Untuk bagian swingarm- nya, menggunakan bahan tapered alumunium yang dipadu monoblock cast. Peleknya berbahan alumunium dengan warna hitam alumite. Ukurannya 21 inci di depan dan 18 inci belakang. Dibungkus ban jenis dual purpose dengan ukuran 3.00-21 (depan) dan 120/80-18 (belakang).


Sementara perangkat rem, menggunakan 296 mm floating wave disc dengan kaliper dua piston. Sedangkan roda belakang berdimater 220 mm dengan satu piston kaliper. Dipasangkan Dual Channel ABS sebagai model standar, namun juga dapat dinonaktifkan kaliper belakangnya.


CRF250 Rally sejatinya mengusung basis mesin milik CBR250R, dengan kapasitas 250 cc, liquid-cooled, single-cylinder, DOHC. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 24,4 Hp pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 22,6 Nm pada 6.750 rpm. Honda CRF250 Rally hadir dengan varian warna Extreme Black dan Extreme Red. Dipasarkan dengan harga Rp 83,6 juta on the road DKI Jakarta.


Honda CRF1100L Africa Twin


Honda CRF1100L Africa Twin


Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports merupakan varian CRF tertinggi di Indonesia. Dirinya dirilis dalam dua versi, Manual dan Dual Clutch Transmission (DCT). Ia hadir untuk menggantikan generasi sebelumnya. Ada peningkatan dari segi teknologi dan kapasitas mesin lebih besar. Kalau pandahulunya berkapasitas 998 cc, sekarang menjadi 1.084 cc. Namun jika bicara penampilan, dirinya tetap gagah, khas motor tualang sejati.


Secara tampilan, ia sudah jauh berbeda dibandingkan CRF150L dan CRF250L Rally. Gaya desain yang sekarang lebih garang dan bengis. Wajahnya berubah, lampu depan lebih agresif dan ada paket lampu tambahan di bawah headlamp yang punya fitur cornering lights. Lampu tersebut dapat membantu penerangan jalan sesuai dengan posisi kemiringan motor. Windshieldnya lebih tinggi dari model sebelumnya, dan bisa disetel 5 tingkat secara manual.


Untuk menunjang perjalan jauh, tangki bahan bakar dibuat besar, yakni dapat menampung 24,8 liter bensin. Joknya rendah dengan ketinggian yang bisa diatur sesuai postur pengendara. Lebar di bagian depan memberikan kesan motor yang kuat dan tangguh. Buritannya berisi lampu LED dan grab bar besar yang sangat fungsional, bisa langsung dipasangkan box baupun side box. Secara keseluruhan, ia dibalut dengan desain body ramping, sehingga memberikan kelincahan untuk menaklukan segala medan.


Tak hanya penampilannya berubah, rangka CRF1100L Africa Twin juga ikut kena rombak. Sasisnya berjenis semi-double-cradle frame berbahan baja. Namun desainnya dirampingkan dan dioptimalisasi demi menunjang stabilitas motor. Dirancang juga untuk mendukung tiga sektor utama, yakni performa saat off-road, kenyamanan saat turing, dan kelincahan ketika berkendara harian. Subframe didesain dengan model bolt-on dan dibuat dengan material aluminium. Hasilnya bobot motor lebih ringan 1,8 kg.


Honda CRF1100L Africa Twin


Peredam kejut depan mengandalkan upside down dari Showa berdiameter 45 mm. Belakangnya pakai lengan ayun aluminium monoblock dengan Pro-Link, disokong suspensi tabung Showa yang bisa diatur daya reboundnya. Bagian kaki-kakinya menggunakan pelek jari-jari 21 depan dan 18 belakang. Kedua rodanya berkelir emas dan dipadukan dengan ban Metzeler Karoo Street tubeless.


Fiturnya benar-benar mendukung keperluan pengendaranya, dari segi kepraktisan, keamanan hingga keselamatan. Untuk paket elektroniknya, ia hadir dengan 6 sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang terkoneksi dengan ECU dan ABS. Meliputi deteksi ABS ketika menikung (mencegah rem mengunci saat menikung), DCT cornering detection dan wheelie control untuk mencegah ban depan terangkat akibat hentakan tenaga yang berlebih.


Dalam hal berkendara, dirinya sudah dibekali teknologi throttle by wire. Kuda besi tipe tourer ini juga dilengkapi pengaplikasian 4 riding mode. Bisa disesuaikan dengan medan jalan yang dihadapi, ada tour, urban, gravel dan off-road. Setiap modenya memberikan tenaga dan daya pengereman tergantung situasi dan tingkat agresivitas. Ditambah 2 mode yang dapat di setel manual. Jadi, pengendara bisa menyesuaikan kemampuan motornya sendiri sesuai kebutuhan.


Pada tipe DCT terdapat 2 mode, yaitu Mode D yang menawarkan keseimbangan terbaik antara konsumsi bahan bakar dan kenyamanan berkendara. Dan mode S memberikan tambahan performa sport. Ada juga ”G switch” untuk fluktuasi lebih bertenaga pada RPM rendah saat melewati medan off-road. Saat fitur ”G” ini dimatikan, pengiriman tenaga lebih lembut. Ia juga telah dilengkapi fitur cornering detect. Fitur yang berfungsi menghasilkan perpindahan gigi lebih natural saat melewati belokan.


Honda CRF1100L Africa Twin


Melengkapi kebutuhan perjalanan jarak jauh, bagian dasbornya ada layar TFT berukuran 6,5 inci. Layar besarnya itu sudah menerapkan teknologi touchscreen. Menampilkan beragam informasi, seperti riding mode, temperatur udara, kecepatan, dan banyak informasi lain yang dapat diatur sendiri oleh pengendara. Tambahannya ada fitur Emergency Stop Signals dan power socket 12 volt. Pengendaranya benar-benar dimanjakan dengan dukungan fiturnya yang berkualitas.


Untuk sektor konektivitasnya dibekali Bluetooth Smartphone/Audio Connectivity. Teknologi ini dipadukan dengan fitur mirroring, Apple CarPlay. Sama seperti yang disematkan di Gold Wing baru. Tersemat juga fitur cruise control, demi memberikan rasa nyaman bagi pengendara saat menikmati perjalanan.


Sistem elektronik secara keseluruhan juga diperbarui. Mampu mengatasi kondisi apapun, baik melaju di trek aspal atau sedang menjelajah medan off-road. Ini berkat adanya Honda Selectable Torque Control (HSTC). Ada tujuh tingkatan HSTC, terdiri dari empat perbedaan tenaga dan tiga jenis pengereman elektronik.


Untuk jantung mekanisnya berkapasitas 1.084 cc 4 stroke SOHC dengan konfigurasi parallel twin-cylinder berpendingin cairan. Diameter langkahnya 92 x 81,5 mm dengan rasio kompresi 10,1:1. Mampu menghasilkan tenaga maksimal 101 hp pada 7.500 rpm dan torsi puncak 105 Nm di putaran 6.000 rpm. Karakter sepeda motor ini memiliki tenaga yang kuat di semua putaran mesin.


Africa Twin anyar tersedia dalam 2 varian. AHM memasarkan tipe manual 6-percepatan dengan harga Rp 652,9 juta dan tipe DCT dibanderol Rp 692,9 juta (OTR DKI Jakarta). Hadir dengan skema warna Tricolor, kombinasi merah, putih, dan biru. (Bgx/Raju)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda