IIMS Virtual 2021 Resmi Dibuka, Pemanasan Sebelum Pameran Offline

IIMS virtual 2021

Pra acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 resmi digelar hari ini. Acara berkonsep virtual diselenggarakan hingga 28 Februari nanti. Menyediakan informasi komplet, pengalaman digital, sekaligus tak berbatas akses bagi para konsumen yang bertempat tinggal di manapun. Lantas nantinya bersambung ke perhelatan offline bulan depan, pada lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, JIExpo Kemayoran.

“Tahun 2020 Dyandra memutuskan untuk meniadakan IIMS akibat pandemi. Namun melihat perjalanan mulus IIMS Motobike akhir 2020 kemarin, dilakukan secara hybrid, kami memutuskan menyelenggarakan kembali model serupa di 2021. Acara bakal diselenggarakan virtual mulai 18 – 28 Februari, sebagai pra acara. Meski dibuat virtual, kami ingin membuat new level of experience. Dan karena format itu, pengunjung tidak terbatas di Indonesia. Tapi bisa dari negara-negara lain juga,” ungkap Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, selaku penyelenggara acara.

Konsep virtual dijadikan momen pra acara untuk nantinya dilanjutkan ke ranah offline. Mulai hari ini, pengunjung sudah bisa melihat-lihat pameran kendaraan lengkap melalui website. Cukup dengan melakukan registrasi, langsung bisa mengeksplorasi ruang pajang satu per satu.

Baca Juga: Covid-19 Belum Menurun, IIMS Hybrid 2021 Mundur ke April

Sementara untuk pagelaran langsung, akan dihelat April nanti. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Serta bertempat di JIExpo Kemayoran, seperti biasanya. Dalam kegiatan ini pameran hibridia diklaim memiliki persiapan maksimal sekaligus mengantongi izin. Jumlah pengunjung dibatasi, serta memiliki perluasan gangway dari biasanya. Penerapan transaksi cashless, serta informasi serba digital juga akan menjadi standar.

Agus gumiwang

Perihal para pesertanya, terdiri dari berbagai APM merek roda empat, roda dua, aftermarket, hingga komponen pendukung. BMW, DFSK, Honda, Hyundai, KIA, Mazda, MG, Mini, Mitsubishi, Toyota, Prestige, Wuling Motors, menjadi exhibitor kategori roda empat. Lantas kendaraan roda dua diwakili Benelli, BMW Motorrad, Italjet, Niu, Royal Alloy, Velocifero dan Vespa Sinergi. Produk aksesori dari Perkumpulan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (PAHAMI) serta puluhan brand aftermarket juga hadir selama gelaran IIMS Virtual.

“Meskipun pasar sedang tertekan, melihat antusias besar para pecinta otomotif membangkitkan gairah kami untuk terus berkreasi dan mempersembahkan terobosan-terobosan baru. Kami tidak akan pernah berhenti untuk berinovasi dan melahirkan gagasan-gagasan yang masuk akal dan dapat disesuaikan dengan situasi saat ini. Dengan adanya event ini kami berharap menciptakan peluang bagi seluruh pihak yang terlibat dalam industri otomotif agar berbagai macam program atau campaign dapat direalisasikan secara optimal,” ujar Hendra.

Baca Juga: Pre-Event IIMS 2021 Diadakan Februari, Banyak Kegiatan Seru

Disambung oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, mengatakan pembukaan fase pertama rangkaian IIMS 2021 akan mampu membangkitkan gairah dan minat publik dalam membeli kendaraan bermotor. Yang pada akhirnya, bisa mempercepat pemulihan sektor otomotif di tengah pandemi. Di samping itu, program insentif pun ia ungkapkan menjadi bagian dari rumusan masalah atas yang terjadi.

“Pada 2020, pertumbuhan industri otomotif nasional turun tajam. Minus 19,86 persen, sementara utilisasi dari 60 persen menjadi 30 persen. Oleh itu, dalam rangka mendukung perkembangan industri kendaraan bermotor, pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk segmen mobil 1.500 cc ke bawah serta kategori sedan dan 4x2,” kata Agus, dalam siaran virtual.

Ia menjelaskan secara runut, pemberian insentif nantinya bakal dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan. Sementara masing-masing tahapan dilakukan tiap tiga bulan. Insentif 100 persen dari tarif, diberikan pada tahap pertama. Diikuti sebesar 50 persen pada tahap kedua. Dan 25 persen pada tahap ketiga, atau tiga bulan terakhir. Besaran insentif menurutnya bakal dievaluasi setiap tiga bulan. Dari sudut pandang pemerintah, kebijakan terkait diharapkan mendorong demand side industri otomotif. Serta mampu mengakselerasi pemulihan industri dan perekonomian nasional. (Hlm/Odi)

Baca Juga: IIMS 2021 Virtual Februari ini Tetap Berjalan, Acaranya Apa Saja?

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang