KOMPARASI: Honda BeAT atau Suzuki Nex II, Pilih Mana?

JAKARTA, Motovaganza.com – Skutik entry level memang didominasi Honda BeAT. Tapi Suzuki Nex II tak kalah pamor. Belakangan namanya memang sedikit tenggelam. Suzuki juga tak banyak menyuarakannya pascaseremoni penambahan tema baru tahun lalu. Padahal jika ditelisik, mereka berdua memiliki spesifikasi sebanding. Bukan hanya mesin, perlengkapan fiturnya mirip. Karena itu, simak seleksi berikut supaya mudah memilihnya. Suzuki memang lama tak menyegarkan Nex, bentuknya tak ketinggalan zaman. Sekujur tubuh dibuat lancip-lancip. Bagian sisi rumah lampu bahkan sengaja dibuat keluar jalur. Honda BeAT sebetulnya memiliki interpretasi desain sama. Juga serba lancip, modern, banyak tekukan di bodi. Hanya saja finishingnya lembut. Semua bak mengalir menyesuaikan nut bodi. Soal pembagian varian, Suzuki menyediakan tiga pilihan: Elegant Premium, Fancy Dynamic, hingga Cross. Masing-masing turut memiliki sub varian standar. Serta merta opsi tema dan kelir begitu variatif. Beda lagi dengan Honda. BeAT dibagi jadi empat varian. Pertama CBS dan CBS-ISS, dibedakan lewat bekalan fitur dan tema. Naik ke Deluxe, diferensiasinya soal finishing warna dan tema. Terakhir, tipe Street, perbedaannya tak kontras. Arahnya lebih bergaya muda dan terkesan cuek, berkat stang telanjang. Varian ini pula yang jadi rival utama Nex Cross, sebab setipe. Baca juga: KOMPARASI: Honda BeAT VS Genio, Panduan Memilih

Performa

Soal performa, Suzuki Nex menggendong mesin 113 cc SOHC injeksi, selayaknya skutik kelas pemula. Dari situ, tercatat output maksimal 8,97 hp @8.000 rpm dan torsi puncak 8,5 Nm @6.000 rpm. Dengan racikan bore dan stroke 51 x 55,2 mm. Kemampuan Honda BeAT  kurang lebih sama. Mengandalkan mesin eSP 109,5 cc SOHC, namun komposisinya over stroke (47 mm x 63,1 mm). Karena itu, catatan daya kuda sedikit lebih kecil, 8,89 hp @7.500 rpm, namun berhasil meraih torsi puncak 9,3 Nm pada 5.500 rpm. Respons putaran bawah mestinya lebih mengisi pada BeAT. Masing-masing memiliki keunggulan. Tinggal sesuaikan selera. Namun ada satu hal tak bisa dimenangi Nex. Konsumsi bahan bakar klaim hanya menoreh 49 km/liter, serta kapasitas tangki 3,6 liter. Atau dalam keadaan full, bisa berjalan 176,4 km. Tak buruk, untuk entry level masih memenuhi kriteria. BeAT lebih gres. Honda belum lama menyempurnakan sistem pembuangan. Sehingga ia bisa menempuh jarak 60,6 km dengan satu liter bensin. Ditambah volume tangki mencapai 4,2 liter. Jika terisi penuh, selisih jaraknya jauh dari Nex, mencapai 254,52 km. Faktor perangkat Idling Stop System (ISS) juga jelas mempengaruhi, hal yang tak dipunya Nex. Baca juga: KOMPARASI: Yamaha Mio M3 Vs Suzuki Nex II

Kelengkapan Fitur

Beragam fitur disematkan pada keduanya. Pada tipe tertinggi, kedua motor dibekali soket pengisi daya gawai. Bedanya, milik Nex lebih mudah digunakan. Lantaran bertipe USB charger. Praktis bisa langsung terhubung ke perangkat gadget. Tak perlu konektor lagi. Sementara BeAT masih mengadopsi power outlet. Mau tak mau harus membeli adaptor tambahan. Tapi di sisi lain, bagian ini terlindung di balik laci. Meletakkan handphone di situ tak perlu khawatir terciprat air, jika sewaktu-waktu hujan. Beda dengan Suzuki, lacinya benar-benar terbuka. Sementara informasi di panel instrumen, kurang lebih sama. Tak banyak data yang dipaparkan. Beda model saja. Nex masih full analog, sementara penunjuk bensin dan odometer BeAT ditampilkan pada layar digital. Baca juga: Kupas Tuntas Honda BeAT Varian Tertinggi

Pencahayaan

Urusan pencahayaan, sebetulnya Nex sudah pakai LED pada lampu utama. Tapi pada tersedia varian tinggi saja, yang termurah masih mengandalkan bohlam. Honda tak membedakan itu pada BeAT. Semuanya merefleksikan cahaya dari Dioda, di lampu utama. Selanjutnya ruang akomodasi, perlu diakui Suzuki tak menyediakan banyak tempat. Bagasi kurang dari lima liter. Selain tak masuk helm, barang keseharian pun sedikit yang bisa masuk. BeAT, meski tak bisa masuk helm, paling tidak kapasitasnya 12 liter. Masih banyak tempat untuk menyimpan barang. Terakhir, Suzuki sama sekali tak menyediakan sistem nyala-mati mesin otomatis di semua varian. Implikasinya tentu pada konsumsi bensin tadi. Honda memang unggul untuk perangkat itu, meski baru disediakan pada varian teratas. Baca juga: Suzuki NEX II Cross Diperkenalkan, Ini Perbedaannya

Konstruksi dan Dimensi

Padanan struktur Nex II konvensional. Bertulang belakang, dibantu fork teleskopik dan suspensi tunggal di belakang. Sementara Honda sudah mengganti itu semua dengan rangkaian eSAF, yang diklaim lebih ringan dan nyaman. Terbukti, bobotnya menjadi 89 – 90 kg, selisih tiga kilogram lebih ringan dari Nex. Kalau urusan peredam guncangan, persis. Ukuran total mereka sebetulnya tak beda jauh. Panjang Nex sebesar 1.890 mm, lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sementara Beat memiliki panjang 1.877 mm, lebar 669 mm dan tinggi 1.074 mm. Sama-sama ringkas. Tinggi jok pun berkisar 740 mm, bukan masalah bagi postur standar. Pasti memijak tanah sempurna.

Harga

Suzuki Nex juara dari segi harga. Sangat kompetitif. Tak ada yang menyentuh Rp 17 juta. Paling mahal dilego Rp 16,8 juta dan yang termurah Rp 16,1 juta. Varian termurah BeAT saja baru start di angka Rp 16,45 juta. Dan jika mau merasakan kelengkapan fiturnya, paling tidak harus mengeluarkan uang Rp 17,15 juta. Sementara yang termahal dibanderol Rp 17,25 juta. Baca juga OTO: Seleksi Dua Skutik Kelas Pemula, Pilih Honda Beat atau Suzuki Nex II? HELMI ALFRIANDI | RAJU FEBRIAN

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • IIMS 2026: Agar Legal di Jalan Raya, Kemenhub Dorong Sertifikasi Bengkel Kustom
    IIMS 2026: Agar Legal di Jalan Raya, Kemenhub Dorong Sertifikasi Bengkel Kustom
    Bangkit Jaya Putra . Hari ini
  • Suzuki Pajang Supermoto DR-Z4SM di IIMS 2026 untuk Lihat Respons Masyarakat
    Suzuki Pajang Supermoto DR-Z4SM di IIMS 2026 untuk Lihat Respons Masyarakat
    Anjar Leksana . 10 Feb, 2026
  • Sambut Ramadhan, Alva Hadirkan Kampanye dengan Layanan Road Assistance 24 Jam
    Sambut Ramadhan, Alva Hadirkan Kampanye dengan Layanan Road Assistance 24 Jam
    Zenuar Yoga . 10 Feb, 2026
  • Mau Test Ride IIMS 2026? Ini Aturan Resmi dan Puluhan Motor yang Bisa Dicoba
    Mau Test Ride IIMS 2026? Ini Aturan Resmi dan Puluhan Motor yang Bisa Dicoba
    Zenuar Yoga . 10 Feb, 2026
  • Polytron Berikan Subsidi Hingga Rp7 Juta di IIMS 2026, Sekaligus Debut Fast Charging Portabel 25A
    Polytron Berikan Subsidi Hingga Rp7 Juta di IIMS 2026, Sekaligus Debut Fast Charging Portabel 25A
    Zenuar Yoga . 09 Feb, 2026
  • Duel Skutik Premium Bergengsi: Yamaha XMax TechMax Vs Honda Forza 250? Ini Perbandingannya
    Duel Skutik Premium Bergengsi: Yamaha XMax TechMax Vs Honda Forza 250? Ini Perbandingannya
    Zenuar Yoga . 14 Jan, 2026
  • Evolusi Honda Vario 125, Skutik Praktis yang Terus Laris
    Evolusi Honda Vario 125, Skutik Praktis yang Terus Laris
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?
    Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?
    Zenuar Yoga . 08 Jan, 2026
  • Komparasi Skutik Naked Handlebar: Vario 125 Street vs Suzuki Nex Crossover vs Yamaha X-Ride
    Komparasi Skutik Naked Handlebar: Vario 125 Street vs Suzuki Nex Crossover vs Yamaha X-Ride
    Zenuar Yoga . 07 Jan, 2026
  • Pergeseran Takhta Sang Legenda: Babak Akhir Perjalanan Yamaha Vixion R
    Pergeseran Takhta Sang Legenda: Babak Akhir Perjalanan Yamaha Vixion R
    Zenuar Yoga . 06 Jan, 2026
  • Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Zenuar Yoga . 19 Jan, 2026
  • Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Zenuar Yoga . 20 Agu, 2025
  • Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Zenuar Yoga . 03 Jul, 2025
  • Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Bangkit Jaya Putra . 21 Apr, 2025
  • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Ardiantomi . 04 Des, 2025
  • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
  • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
  • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Ardiantomi . 17 Sep, 2025
  • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025