Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Motor Honda Raih Penghargaan WOW Brand Award 2020, Paling Populer di Tanah Air

    PT Astra Honda Motor (AHM) raih penghargaan WOW Brand Award 2020 atas merek roda dua yang dipayungi. Hal ini menjadi cerminan popularitas, sekaligus buah kepercayaan masyarakat terhadap brand Honda di Indonesia. Titel yang diemban dua tahun berturut-turut itu pun memberi penilaian sebagai jenama paling direkomendasikan konsumen dalam kategori Automotive dan Spare Parts.


    “Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas penghargaan WOW Brand Award di tahun ini. Kami akan terus berkomitmen untuk terus berupaya menghadirkan beragam sepeda motor Honda di Indonesia, sesuai dengan berbagai kebutuhan masyarakat serta dukungan layanan purna jual yang berkualitas dalam memberikan layanan,” ujar Andy Wijaya, Deputy General Manager Marketing Planning and Analyst PT AHM, dalam siaran rilis.


    Dalam kategori Automotive dan Spareparts, Honda meraih predikat Gold. Alias yang tertinggi di antara nominasi. Tentu bukan atas penilaian satu pihak. Riset dilakukan ke 34.500 orang di banyak kota besar seluruh Tanah Air.


    Rumusan penilaian melihat dari beberapa aspek. Dua variabel utama yakni penelitian soal brand awareness (popularitas), serta brand appealing. Atau dalam arti lain penilaian atas produk yang menarik. Sementara tiga perspektif berikutnya adalah brand asking, brand actual, serta brand advocate. Kegiatan riset tahun ini dilakukan dalam dua metode. Baik offline maupun online.


    Sebagai gambaran, penghargaan ini merupakan apresiasi produk dan jasa atas gapaian indeks Brand Advocacy Ratio. Indeks penilaian dirumuskan melalui konversi awareness masyarakat terhadap sebuah merek, lantas menjadikan jenama itu layak direkomendasikan ke orang lain. Tahun ini WOW Brand Award diberikan ke 300 jenama dari berbagai jenis industri di Indonesia. Baik berupa jasa maupun produk.


    Honda BeAT


    Produk Honda Populer


    Tak aneh Honda menjadi merek paling populer, pun jika meraih kepercayaan konsumen lebih dari yang lain. Dari kasat mata pun bisa dilihat betapa masif penggunaan roda dua Honda – terutama skutik. Ditambah jaringan purna jual yang menyebar di berbagai titik.


    Memang mereka tak menyebut produk apa saja yang jadi favorit. Namun jika berkaca pada mesin pencarian, paling tidak ada beberapa jenis motor Honda yang paling sering dicari. Adalah Scoopy, Beat, serta Genio.


    Trio skutik entry level itu tak dapat dipungkiri menjadi raja jalanan. Terutama Beat. Mungkin bentuknya yang mudah disukai banyak orang, dimensi kompak, serta konsumsi bahan bakar nan efisien menjadi nilai jual paling utama. Apalagi banderolnya start di angka Rp 16,45 juta – Rp 17,25 juta OTR jakarta.


    Generasi mesin 110 cc eSP milik Beat, punya kemampuan mengurangi konsumsi bahan bakar lebih baik dari pada yang lalu. Klaimnya, satu liter bensin sanggu dibawa 60,6 km dengan metode pengetesan khusus, serta ISS menyala. Artinya, dalam keadaan penuh (4,2 liter), ia seharusnya mampu berjalan sekitar 254 km. Jarak yang jauh.


    Basis mesinnya tak beda dari Genio. Berkapasitas 109,5 cc SOHC, dengan karakteristik overstroke. Mungkin karena itulah konsumsi BBM dapat berkurang. Sebab momen pencapaian torsi lebih cepat dan besar, relevan dengan situasi dalam kota. Alias stop and go. Sementara catatan dayanya, 8,89 Hp dan torsi 9,3 Nm. Lumayan.


    Di antara Beat dan Genio, bahkan mengaplikasikan struktur serupa. Adalah rangkaian yang diberi nama eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), diklaim nyaman dan begitu ringan. Makanya mereka bisa mereduksi bobot, totalnya berkisar 89 kg – 90 kg. Terbilang kompak bahkan untuk ukuran entry level. Hanya saja, dibedakan dalam wujud dan nilai jual. Genio diposisikan agak tinggi, makanya banderol mencapai Rp 17,68 juta – Rp 18,150 juta OTR Jakarta.


    Scoopy, kendati sama-sama kelas pemula posisinya lebih premium. Bisa dilihat dari bekalan fitur advance. Semacam remote anti-theft dan answer back system. ISS dan soket pengisi daya juga jadi bawaan standar, plus lampu LED proyektor yang terkesan mewah. Tak heran harganya Rp 19,750 juta OTR Jakarta.


    Nah, sayangnya ia belum diupdate memakai rangka eSAF. Berat terisi masih jauh di atas Beat dan Genio, 99 kg. Mungkin generasi terbaru nanti bakal merevisi soal rangkaian struktur. Lantas soal mesin, sesungguhnya milik Scoopy bisa memproduksi output lebih baik meski sama-sama 110 cc.


    Lebih tepatnya, komposisi bore dan stroke Scoopy 50 mm x 55,1 mm. Sama-sama lebih panjang langkah memang, tapi secara ukuran berbeda. Maka itu perolehan output mencapai 8,97 Hp dan torsi 9,4 Nm. Alias selisih lebih besar kendati dalam nominal desimal. (Hlm/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda