REVIEW: Ini 4 Keunggulan Suzuki Satria F150 FI

JAKARTA, Motovaganza.com – Suzuki All New Satria F150 FI pernah menyandang motor terlaris di antara line-up Suzuki lainnya. Takhtanya memang digeser oleh GSX-R150. Meski begitu, peminatnya masih cukup banya. Apalagi kalau bukan karena kemampuannya dalam berlari, desainnya juga menarik dengan sasis twinspar dan suspensi monosok. Satria memiliki sejarah panjang. Awal kemunculannya, ia memiliki desain seperti motor bebek biasa. Generasi pertama pun masih mengusung mesin 120 cc 2-tak berpendingin udara. Setelah mengaspal selama 7 tahun dengan menggendong enjin 2-langkah, tepatnya pada 2004 dimulailah era Ayago. Mulanya ia diimpor langsung dari Thailand dan mendapat sedikit ubahan agar mampu beradaptasi dengan kondisi jalanan Indonesia. Karena permintaan semakin banyak, akhirnya pada 2006 Suzuki Indonesia merakitnya secara lokal atau CKD. Hingga medio 2015, ia tetap menggunakan karburator. Namun pada 2016, harus menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka Suzuki Indonesia menyematkan teknologi injeksi. Dan bertahan hingga sekarang. Sedikit catatan, Suzuki Satria bukanlah pelopor motor dengan desain ayam jago. Sebelumnya, pabrikan Jepang lain juga punya produk serupa. Honda dengan Sonic dan Yamaha punya Tiara. Masing-masing mengusung mesin 125 cc 2-tak. Namun sampai sekarang, Satria F150-lah yang sukses memikat kalangan anak muda. Apa saja keunggulannya?

1. Mesin Powerfull

Ini jadi salah satu yang membuatnya terkenal. Mesin Satria galak. Performa dari sistem injeksinya diklaim jauh lebih baik ketimbang versi karburator. Dibekali mesin berkapasitas 150 cc Double Over Head Camshaft (DOHC), 4-Valve satu silinder yang memang sudah menjadi identitas Satria F150 sejak generasi pertama. Satria bahkan diklaim sebagai motor paling bertenaga di kelasnya. Sanggup menyemburkan tenaga 18,3 hp di 10.000 rpm dan torsi 13,8 Nm pada putaran 8.500 rpm. Keseluruhan output disalurkan melalui sistem transmisi manual 6-percepatan. Untuk menjaga suhu ruang pembakaran tetap adem, pendinginan mengandalkan radiator. Baca juga: REVIEW: Ini Keunggulan Suzuki Address Dibandingkan BeAT dan Mio

2. Body Ramping

Dari dulu Satria dikenal karena bodi yang ramping. Berbeda dengan kebanyakan sepeda motor 150 cc yang bertubuh besar. Hal itu karena selaras dengan konsep yang diusung, ayam jago (ayago). Desain yang kecil, memberikan kedinamisan dan kemudahan berkendara setiap saat. Bagian ekornya tampak seksi dengan lapisan ganda meruncing. Dan struktur tubuh dirancang untuk postur tubuh orang Indonesia. Dengan bodi yang langsing dan terapan setang jepit, membuat posisi duduknya sedikit unik. Agak menurun ke bawah jika dibanding motor bebek pada umumnya. Hal ini membuat posisi orang yang dibonceng akan selalu rapat ke depan. Baca juga: Suzuki Gixxer SF 250, Layak Diboyong ke Indonesia

3. Fitur Modern

Berbagai fitur modern disematkan Suzuki pada Satria. Sebut saja one push electric starter terbaru. Diadopsi dari GSX-1000 dan menjadi inovasi di kelas underbone 150 cc, sehingga proses menyalakan mesin lebih mudah dan cepat. Headlamp sudah mengaplikasikan teknologi LED. Namun untuk stoplamp dan sinyal belok masih bohlam biasa. Bagian dasbor sudah menggunakan speedometer full digital, memberikan kesan modern dan mahal. Dan yang terpenting, informasi kondisi motor mudah dibaca, karena tampilannya yang ringkas. Soal keamanan, Satria dibekali kunci dengan sistem alarm melalui remote khusus. Lebih lanjut, ada USB chrager tersimpan di dalam kompartemen depan. Jadi pengendara tidak perlu bingung saat kehabisan daya ponsel.

4. Piihan Varian

Ada lima opsi warna yang bisa dipilih. Kelimanya dibagi dalam dua tipe, Special Edition dan Predator Series. Untuk edisi spesial pilihannya ada Blue GP, Titan Black dengan pelek kelir merah dan White Blue pakai roda berkelir biru. Sementara sisanya mengusung warna matte, ada Matt Blue dan Matt Black. Harganya sama, Rp 25,360 juta (OTR DKI Jakarta). Baca Juga: Masih Digemari, Kenali 5 Hal Menarik dari Suzuki Satria F150 FI ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • United E-Motor Luncurkan Promo Agresif Sepanjang Maret 2026
    United E-Motor Luncurkan Promo Agresif Sepanjang Maret 2026
    Setyo Adi Nugroho . 14 Mar, 2026
  • Bale Santai Honda Siap Layani Pemudik Motor Jakarta - Merak
    Bale Santai Honda Siap Layani Pemudik Motor Jakarta - Merak
    Zenuar Yoga . 14 Mar, 2026
  • Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Meluncur di Indonesia Mei 2026
    Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Meluncur di Indonesia Mei 2026
    Ardiantomi . 13 Mar, 2026
  • Kawasaki KLE500 Meluncur di Indonesia, Adventure Bike Bergaya Rally dengan Harga Terjangkau
    Kawasaki KLE500 Meluncur di Indonesia, Adventure Bike Bergaya Rally dengan Harga Terjangkau
    Zenuar Yoga . 13 Mar, 2026
  • Indomobil eMotor Siapkan Layanan Sambut Musim Mudik Lebaran 2026 
    Indomobil eMotor Siapkan Layanan Sambut Musim Mudik Lebaran 2026 
    Anjar Leksana . 13 Mar, 2026
  • Adu Gengsi Sport 250cc Full Fairing: Yamaha R25 vs Honda CBR250RR vs QJMotor SRK 250 RA, Siapa Paling Unggul?
    Adu Gengsi Sport 250cc Full Fairing: Yamaha R25 vs Honda CBR250RR vs QJMotor SRK 250 RA, Siapa Paling Unggul?
    Zenuar Yoga . 04 Mar, 2026
  • Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Zenuar Yoga . 24 Feb, 2026
  • Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Zenuar Yoga . 21 Feb, 2026
  • Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
    Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
    Zenuar Yoga . 04 Mar, 2026
  • Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
    Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
    Zenuar Yoga . 26 Feb, 2026
  • Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Zenuar Yoga . 19 Jan, 2026
  • Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Zenuar Yoga . 20 Agu, 2025
  • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Ardiantomi . 04 Des, 2025
  • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
  • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
  • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Ardiantomi . 17 Sep, 2025
  • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025