Spyshot Suzuki Burgman Elektrik, Segera Gebrak Segmen Skutik Niremisi?

Suzuki Burgman EV

Tanpa sehelai benang pun sosok Suzuki Burgman tertangkap kamera di jalanan. Tak ada plastik kamuflase membungkus bodi. Sekadar menyembunyikan emblem di panel samping. Karena itulah ia mudah dikenali sebagai Burgman versi elektrik. Atas kombinasi warna serta motor listrik yang terekspos. Inikah momen Suzuki menggebrak pasar skutik niremisi?

Mahipalpur, Haryana, India. Di sanalah prototipe si gambot muncul. Cukup menjadi kejutan kalau benar pabrikan lambang S melanjutkan kiprah Honda dalam membungkus skutik harian berbasis listrik. Bukan Yamaha. Dan uji jalan tampaknya memperkuat dugaan mereka tak butuh waktu lama untuk merilisnya ke pasar, mengingat kabar pengembangan sudah dilakukan sejak 2018.

Dari segi fisik, rasanya siapapun langsung dapat menyadari ia tak dijejali mesin bakar. Sebab tak ada knalpot keluar baik di sisi kanan maupun kiri. Konfigurasi titik sumbu roda berikut suspensi pun berubah total, ala motor niremisi. Plus, dipasang tire hugger atau kerap disebut mud guard pada ban belakang. Khas.

Baca Juga: Suzuki 2W Berbenah, Satria F150, Address FI dan Nex II Disegarkan

Sayang tak ada informasi apa-apa soal bocoran spesifikasi. Mulai dari spesifikasi baterai, motor elektrik, sampai keluaran daya masih rahasia. Yang pasti, respons laju mestinya lebih memuaskan dari pada versi bensin. Sebab teknologi Burgman lama sangat konservatif. Lompatan ke seri elektrik harusnya menciptakan perubahan besar dalam segi performa.

Menyoal bentuk, tak ada ubahnya dari Burgman biasa. Sepenuhnya mengaplikasi bodi gemuk serba berisi di fasad maupun belakang. Tentunya dengan dek rata, plus ruang kaki lega ala Maxi Scooter. Alias bisa merebahkan kaki. Desain mika headlight, stoplamp dan lainnya identik. Hanya saja, pengemasan kelir didominasi putih serta diberi aksen biru pada area plastik bawah dan dashboard.

Suzuki Burgman Street

Hal menarik lain, bukan soal amunisi gerak saja. Ia dipasangkan serangkai fitur modern. Kontradiktif dari seri konvensional. Kabarnya, panel instrumen berjenis full digital dengan kemampuan ekstra. Dari mulai menyajikan data komplet, sampai terkoneksi ponsel pintar.

Koneksi ke gawai bakal didukung oleh Bluetooth, bahkan bisa jadi diisi kartu SIM dengan tangkapan sinya 4G LTE. Canggih. Karena itu notifikasi telepon, sms, email, dapat ditampilkan ke layar digital. Malah sampai ke aplikasi jejaring sosial. Tentunya, rangkaian informasi keadaan motor juga ditranslasikan ke layar juga mirroring ke ponsel. Termasuk sisa jarak tempuh dan data fundamental lain. Dengan paket jauh lebih lengkap dari seri standar, satu hal bisa dipastikan harganya bakal terdongkrak naik ketika resmi rilis.

Baca Juga: Tren Konektivitas Gawai Merambah Motor Suzuki

Burgman Pernah Dipajang di Tanah Air, Belum Dijual Hingga Saat Ini

Mungkin orang tak begitu akrab dengan nama Burgman. Skutik kompak milik Suzuki ini sebetulnya punya daya tarik. Terutama untuk melawan rival semacam Yamaha Lexi, atau Freego. Tahun lalu, di Pekan Raya Jakarta Suzuki sempat memajang di booth mereka. Hanya saja masih berupa tes pasar, bahkan tak terealisasi penjualannya hingga saat ini.

Komposisi yang menjadi khas Burgman ialah bodi gambot dipadu ban diameter kecil nan gambot. Secara bentuk, ia cukup memiliki identitas dari pada skutik kebanyakan. Fasad seakan merepresentasikan skutik kelas atas. Begitu pula belakangnya. Sementara tetap mengaplikasikan unsur kepraktisan ala skutik kelas pemula. Seperti memakai dek rata yang bisa ditaruh banyak barang. Secara bersamaan, ada ruang kaki super luas.

Dimensi Burgman, meski wujudnya seperti besar, sebetulnya cukup kompak. Panjang total 1.880 mm x 675 mm x 1.140 mm, serta ground clearance 160 mm dan berat 110 kg. Sementara jarak sumbu roda 1.265 mm dan kapasitas tangki bensin mencapai 5,6 liter. Panel digital juga jadi fitur unggulan si skutik unik. Dan fasilitasnya termasuk lengkap, dengan tersedianya lampu LED dan soket 12V.

Urusan dapur pacu, ia dijejali mesin satu silinder 124,3 cc SOHC, 2-valve dengan semburan tenaga 8,5 Hp pada 7.000 rpm torsi puncak 10,2 Nm pada 5.000 rpm. Sayang suplai bahan bakar belum pakai injektor, masih berbasis karburator. Bisa jadi konsumsi bensin tak seefisien kompetitor lain. (Hlm/Odi)

Sumber: Electricvehicleweb

Baca Juga: Tertarik Suzuki Nex Crossover? Siapkan DP 10 Persen

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Suzuki Unggulan