Suzuki S-Presso Terdaftar di PDKI Kemenkumham, Mungkinkah Dijual?

Suzuki S-Presso

Perusahaan yang ingin menjual produk di Indonesia harus mematenkan merek dagang. Kabar terbaru, dalam situs resmi Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tercantum nama Suzuki S-Presso dengan nomor permohonan DID2021020609. Lalu tertera nama pemilik Suzuki Motor Corporation beralamatkan di 300 Takatsuka-cho, Minami-ku, Hamamatsu-shi, Shizuoka-ken, Japan. Ini bisa menjadi indikasi unit bakal dijual di sini.

Apakah bisa menjadi pesaing Toyota Raize dan Daihatsu Rocky? Kalau dilihat dari dimensi dan performa mesin, kurang lebih sebanding. Lihat saja, S-Presso memiliki panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.565 mm serta wheelbase 2.380 mm. Jelas ia lebih kecil dari kompak SUV 4 meteran itu. Namun karakter SUV ingin ditonjolkan perusahaan. Caranya membuat posisi pilar-A dan pintu belakang yang tegak. Proporsi itu dibuat agar rasio tubuh dan volume maksimal, menampilkan sosok berbeda. Grille dibikin terpisah penuh plastik hitam. Lampu bergabung dengan grille atas untuk memberi tampilan dominan dan karakter desain langsung dapat dikenali.

S-Presso ditenagai mesin bensin 1.0 liter tiga silinder SOHC. Di India, enjin sudah sesuai dengan regulasi emisi terbaru. Kemudian daya pacu menghasilkan tenaga puncak 68 PS dan torsi maksimal 90 Nm. Resultan itu lantas dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan dan opsi otomatis AMT 5-speed. Efisiensi bahan bakar bersertifikasi ARAI yang dilabelkan padanya mencapai 21,7 km/liter. Tergolong sangat irit.

Baca Juga: Suzuki Bakal Meluncurkan Mobil Listrik Pertama pada 2025

https://auto.suzuki.com.ph/

Walau murah, ia menawarkan fitur keselamatan cukup lengkap. Seperti airbag ganda, ABS (Anti-Lock-Braking System) dengan EBD (Electronic Brake force Distribution), sabuk pengaman dengan pretensioners dan force Limiters. Lalu ada pengingat sabuk pengaman driver / co-driver, rear parking assist system, peringatan kecepatan tinggi serta sensor parkir mundur.

Untuk sektor hiburan, mini SUV ini menawarkan kontrol audio dan suara lumayan di kelasnya. Smartplay Studio memastikan musik, hiburan dan navigasi selalu tersedia dengan satu sentuhan. Sistem memiliki antarmuka yang mudah, kompatibel dengan Android Auto, Apple CarPlay dan Aplikasi Smartplay lain. Head unit 7 inci dan meter cluster menjadi satu padu dalam bingkai lingkaran. Ya, seperti meniru desain Mini Cooper.

Hatchback yang dibikin ala mini SUV ini, berdiri di atas platform Heartect generasi ke-5. Klaim perusahaan, struktur kuat, pakai baja berkualitas tinggi (40 persen) guna memastikan tubuh kian kokoh, aman dan nyaman. Banderol resmi mulai Rs3.84 lakh (Rp74 juta) hingga Rs4.91 lakh (Rp98 jutaan). Mereka menyasar konsumen muda di perkotaan. Bila benar kelak masuk Indonesia, bisa jadi harga naik menjadi Rp100 jutaan lantaran harus impor dari India. Nantikan informasi selanjutnya. (Alx/Odi)

Baca Juga: Suzuki Ertiga dan XL7 Mild Hybrid Akan Diproduksi di Indonesia, Intip Spesifikasinya

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Suzuki Unggulan

  • Yang Akan Datang