Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    TDCAC 2020 Diselenggarakan Virtual, Sembilan Karya Anak Indonesia Dilombakan di Jepang

    Untuk pertama kalinya pengumuman pemenang Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) 2020 dihelat secara virtual (17/11). Mengikuti protokol kesehatan di era pandemi, meminimalisir pertemuan fisik. Namun tak menyurutkan riak gembira peserta anak-anak. Terutama sembilan pemenang yang karyanya segera dilombakan di Jepang, tahun depan.


    “Kami merasa bangga karena mimpi anak-anak ini juga menjadi salah satu inspirasi kami dalam mengembangkan kebutuhan mobilitas. Bahkan Toyota juga banyak belajar dari karya mereka semua, untuk mengetahui harapan mobililitas di masa depan, termasuk dalam menghadirkan kendaraan yang eco- friendly,” ungkap President Director PT Toyota Astra Motor, Susumu Matsuda.


    Ia menyebutkan bahwa Toyota secara global sudah konsisten menyelenggarakan TDCAC. Terhitung sejak 2004, tepatnya 16 tahun lalu. Hal ini turut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas anak-anak.


    Tahun ini, meski diterpa wabah dan banyak keterbatasan, animo anak-anak terhadap TDCAC tidak sama sekali berkurang. Justru, partisipasi semakin besar. Lebih dari 8.300 karya masuk ke komite. Alias naik lebih dari sepuluh persen ketimbang jumlah karya tahun lalu.


    TDCAC winner


    Seperti biasanya, TDCAC dibagi dalam tiga kategori usia. Pertama untuk mereka yang di bawah 8 tahun, kedua usia 8-11 tahun, sementara kategori terakhir merupakan anak remaja, 12-15 tahun. Lantas para juri kontes terdiri dari figur publik dan pemerhati anak seperti Syahnaz Haque, didampingi Anto Motulz selaku praktisi bidang gambar dan sosial media, perwakilan majalah anak, serta tim dari PT TAM. Mereka memilih tiga pemenang tingkat nasional dari masing-masing kategori. Dan sembilan karya terbaik dikirim ke Jepang Februari 2021, mewakili Tanah Air berkompetisi di tingkat global.


    Adalah Talia Tirza, Ahmad Esqi, Delisha Zianka, sebagai pemenang kategori satu. Mereka menerjemahkan gambar fantasi mobil dari preferensi masing-masing. Sementara kategori dua dimenangkan Michelle Fiona, Sherleen Pagardin, serta Christabella Winna. Dan kategori tiga diwakili Falentino Lim, Arya Dwi, serta Angelique Chloe. Banyak di antaranya membuat karya elaborasi imaji dan realitas, serta bertemakan ramah lingkungan.


    “Semoga kondisi saat ini tidak menyurutkan keceriaan, semangat, dan antusias anak-anak Indonesia dalam berkreasi tentang harapan mobilitas di masa depan. Dan semoga tahun ini anak-anak Indonesia bisa meneruskan apa yang sudah dicapai di tahun–tahun sebelumnya, membawa nama Indonesia ke kancah global,” tambah Matsuda.


    pemenang TDCAC


    Tentang TDCAC


    Indonesia sudah delapan kali berpartisipasi dalam TDCAC. Yakni dimulai 2008, 2011, 2012, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. Dan dari sekian banyak rangkaian, menoreh prestasi baik. Dalam dua tahun berturut-turut (2017-2018), karya anak bangsa berhasil dapat penghargaan tertinggi di tingkat global.


    Pada 2017, Faisal Fatahillah berhasil meraih Best Engineering Award dengan karya berjudul “Note Car”. Adapun pada 2018, Xylone Margareth Andariska dengan karya berjudul “Alphabet Car”, memenangkan dua penghargaan: Best Engineering Award dan Gold Award untuk kategori satu. Tahun lalu, Damion Deven juga berhasil memenangkan Gold Award di kategori dua.


    Hal ini diklaim menjadi wujud Toyota dalam komitmen menghadirkan solusi mobilitas bagi masyarakat dengan memperkenalkan lebih banyak kendaraan yang eco- friendly. Salah satunya melalui jajaran produk kendaraan elektrifikasi yang lengkap, mulai dari kendaraan Hybrid bahkan hingga teknologi Fuel Cell. (Hlm/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda