Toyota GR 86 Lakoni Debut Dunia, Lanjutkan Kiprah Nomenklatur Melegenda

Toyota GR 86

Selang 5 bulan setelah Subaru BRZ generasi dua mendebut, sang kembaran pun muncul. Toyota Gazoo Racing (TGR) mengenalkan GR 86 hasil kerja bareng Subaru Corporation. Dijadwalkan meluncur resmi di Jepang pada musim gugur, antara Maret-Juni 2021. Seperti saudaranya, perombakan tak hanya terjadi di bagian luar. Jantung mekanis turut disempurnakan, memenuhi keinginan penggemar yang ingin tenaga lebih besar. 

Masih bersemayam mesin boxer khas Subaru, tapi kapasitasnya meningkat. Membesar dari 2,0 liter menjadi 2,4 liter, dibiarkan natural tanpa bantuan "rumah keong". Mesin ringan nan kompak dengan gerakan piston horizontal demi pusat gravitasi rendah, sejalan dari iterasi sebelumnya. Konfigurasi tetap empat silinder . Dengan ukuran diameter langkah 94 mm x 86 mm plus rasio kompresi setinggi 1:12,5. Resultan daya terbuncah mencapai 235 PS pada 7.000 rpm. Kemudian momen puntir maksimal didapat 250 Nm sejak 3.700 rpm. Penyaluran daya ke roda belakang menggunakan opsi girboks manual maupun otomatis 6-speed.

Akibatnya, mesin sanggup menghunuskan performa berkendara superior. Untuk tancap gas dari 0-100 km/jam hanya dalam tempo 6,3 detik ― turun dari 7,4 detik di model sebelumnya. Menurut Toyota, respons enjin juga telah ditingkatkan. Jadi dapat memberikan sensasi berkendara tangkas, mulus dan akselerasi kilat mudah digapai dari rpm rendah hingga tinggi. Fun to drive diyakini tetap melekat pada sang suksesor GT86.

Baca Juga: Akio Toyoda Ingin Performa Toyota 86 Beda dari Subaru BRZ

Toyota GR 86

GR 86 baru dan Subaru BRZ dikembangkan secara bersama. Meski keduanya merupakan kendaraan berbagi konstruksi rancang bangun. Tapi tiap perusahaan fokus untuk memberi karakter berbeda di model masing-masing. Konon nuansa berkendara juga tak sama. Sambil terlibat dalam persaingan persahabatan dengan tim pengembangan BRZ. Toyota Gazoo Racing berusaha mengembangkan kendaraan yang memberi sensasi asyik kepada penggemar 86. Evolusi berkendara, lanjut pabrikan, menyuguhkan pengendalian presisi dan memuaskan pengguna.

Baik GR 86 maupun BRZ terlihat identik dari siluet samping. Namun di produk berlencana Toyota, kisi-kisi dibikin persegi panjang. Jaring-jaring hitam menghiasi mimik depan. Sementara di pojok bumper terdapat garis bumerang (terbaik) untuk menambah komposisi samping. Kalau menurut pribadi, tampilan itu bikin 86 terlihat cantik nan anggun. Bukan garang, apalagi atletis seperti model lawas.

Bagian atas sepatbor memanjang secara horizontal ke garis penghubung. GR 86 menawarkan penampilan khas dari kendaraan sport bermesin depan dan berpenggerak roda belakang. Bagian bawah bodi horizontal plus area belakang kabin sempit. Paduan itu menurut pabrikan demi menciptakan pusat gravitasi rendah.

Baca Juga: Subaru Balik Lagi, Ini Prediksi Model yang Bakal Dipasarkan

Toyota GR 86

Penggunaan aluminium untuk panel atap menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah. Sementara spatbor aluminium dan jok depan serta muffler yang diperbarui. Berkontribusi pada pengurangan bobot tubuh. Kekakuan bodi telah ditingkatkan, dengan tujuan menawarkan pengendalian atau handling menyenangkan di semua rentang kecepatan. Dari mengemudi di perkotaan hingga geber performa maksimal. Kekakuan konstruksi GR 80 sekarang ditingkatkan sekitar 50 persen dibandingkan model sebelumnya. Itu guna menjamin stabilitas lebih baik tatkala berselancar maupun melesat.

Masuki kabin GR 86, penuh suasana sporty. Tatanan dasbor dibikin rata agar visibilitas berkendara baik. Jok bermodel bucket plus garis orange di tengah kursi seolah untuk menambah kesan racing. Sistem operasi head unit, sejumlah sakelar, panel instrumen serba digital ditempatkan secara optimal. Jadi memungkinkan pengemudi dapat berkonsentrasi saat berkendara. Ada yang menarik, meter cluster pakai layar TFT 7 inci. Urutan animasi pembukaannya terinspirasi oleh gerakan piston mesin GR 86 – berlawanan secara horizontal. Itu memacu serta menumbuhkan rasa kegembiraan berkendara, bahkan sebelum mesin dinyalakan.

Lalu dimensi GR 86 baru hampir identik dengan model sebelumnya. Panjang bodi 4.265 mm, lebar 1.775 mm, tinggi 1.310 plus wheelbase 2.575 mm. GR 86 menampilkan komponen aerodinamis seperti saluran udara, spoiler ambang samping dan bagian lain guna meningkatkan respons juga stabilitas kemudi.

Toyota GR 86

Versi GR 86 AT menggunakan perangkat Subaru EyeSight Driver Assist Technology. Sistem keselamatan itu diklaim memberikan dukungan keselamatan selama berkendara sehari-hari. Contoh pre-collision safety, fitur keamanan untuk membantu menghindari atau mengurangi dampak tabrakan. Lalu bantuan penyelamatan darurat, termasuk collision avoidance support guna menghindarkan tabrakan sekunder jika terjadi kecelakaan.

Untuk diketahui, Toyota mengembangkan GR 86 dengan tujuan mewujudkan impian serta kegembiraan berkendara yang melekat pada mobil sport pelanggannya. Dari dulu, ia diciptakan sebagai kendaraan penggendong mesin depan kemudian berpenggerak roda belakang. Racikan itulah yang dibilang bisa memberi handling intuitif dan responsif. Sportscar ini diluncurkan pada 2012. Total lebih dari 200.000 unit terjual di seluruh dunia. Sejak itu, kendaraan telah digunakan dalam mengikuti sejumlah kompetisi balap. Termasuk reli, one-make race, gymkhana

Pada September 2019, Toyota dan Subaru memasuki konsep bisnis anyar. Termasuk aliansi modal, sebagai bagian dari komitmen kedua perusahaan untuk bersama-sama terlibat dalam pembuatan sportscar. GR 86 maupun BRZ baru bukan hanya contoh konkrit dari sebuah perjanjian. Tetapi juga merupakan tantangan baru bagi kedua perusahaan. Karena mereka berupaya menumbangkan ide-ide konvensional dalam kerja bareng di industri otomotif. Ke depan, mereka berniat semakin memperkuat kapabilitas perusahaan masing-masing. Memperdalam hubungan kolaborasi serta mengejar kemungkinan membuat mobil semakin sempurna. (Alx/Odi)

Baca Juga: Subaru BRZ Generasi Kedua Mendebut, Pertahankan Tradisi dan Ciri Khas

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Toyota Unggulan

  • Yang Akan Datang