Toyota Siapkan Skuter Hydrogen Berbasis Platform Suzuki Burgman
Toyota merupakan pabrikan paling rajin mengembangkan teknologi hidrogen. Dan mereka tetap percaya hidrogen dapat menjadi solusi mobilitas ramah lingkungan masa depan. Lalu hal menariknya ialah, pengembangan H2 kali ini bukan untuk mobil. Tapi mulai merambah kendaraan roda dua dalam wujud skuter matik. Jadi tak selalu diterapkan di mobil atau roda empat.
KEY TAKEAWAYS
Apa yang membuat konsep skuter hidrogen Toyota menarik?
Menggunakan sistem tabung hidrogen swap yang dapat diganti cepat tanpa perlu isi ulang gas bertekanan tinggi.Apakah motor ini akan segera diproduksi massal?
Belum dalam waktu dekat, namun paten ini menunjukkan Toyota serius mengembangkan kendaraan roda dua berbasis hidrogen.Berdasar laporan dokumen paten terbaru. Toyota memperlihatkan konsep skuter berbahan bakar hidrogen. Bukan motor listrik biasa, melainkan kendaraan yang menggunakan fuel cell sebagai sumber energi. Fakta terbaru, sistem dirancang tidak mengandalkan pengisian gas hidrogen langsung ke tangki. Melainkan memakai tabung hidrogen yang bisa dilepas-pasang layaknya battery swap. Ini yang membedakan dari sejumlah pabrikan lain dalam membesut skutik berbasis H2.
Konsep Swab H2, Tanpa Menunggu Lama
Ide utama dari paten ini adalah kemudahan pengisian hidrogen. Kelak pengguna tinggal datang ke stasiun pengisian, melepas tabung hidrogen yang hampir habis. Lalu mengganti dengan unit penuh. Praktis, cepat, dan tanpa proses pengisian tekanan tinggi nan rumit. Cara ini menjadi solusi atas salah satu tantangan terbesar kendaraan hidrogen. Yakni infrastruktur dan proses pengisian bahan bakar yang kompleks. Toyota tampak sadar, bila ingin menciptakan “masyarakat hidrogen”. Maka teknologi ini harus bisa diterapkan secara fleksibel, termasuk untuk kendaraan roda dua.
Kalau kita lihat dari rancang bangun dan bentuk skuter dalam ilustrasi paten terlihat sangat familier. Basisnya merujuk pada prototipe Suzuki Burgman hidrogen yang pernah dipamerkan di ajang Tokyo Motor Show 2011. Suzuki sendiri memang sudah lama mengembangkan teknologi fuel cell untuk sepeda motor. Bukan hal aneh bila kedua perusahaan bekerja sama. Toyota dan Suzuki saat ini sama-sama tergabung dalam proyek HYSE di Jepang. Mereka fokus mencari solusi penggunaan mesin berbahan bakar hidrogen untuk kendaraan kecil.
Solusi Cerdas untuk Posisi Tangki Hidrogen
Nah, namun yang menjadi tantangan utama motor fuel cell terletak di posisi tangki hidrogen. Demi menjaga pusat gravitasi tetap rendah. Tangki biasanya ditempatkan di bagian tengah bawah rangka motor. Posisi ini memang ideal untuk pengendalian. Namun menyulitkan proses pelepasan bila sistem swap diterapkan. Toyota menawarkan solusi unik.
Tangki hidrogen ditempatkan dalam dudukan khusus yang dapat berayun ke samping melalui mekanisme engsel di bagian depan. Dengan begitu, tabung lebih mudah dilepas dan diganti. Versi lain dari desain tersebut memakai mekanisme lengan model gunting (scissor-action arms). Sistem ini memungkinkan tabung bergeser keluar tanpa mengubah posisi horizontal. Keduanya dirancang agar proses penukaran menjadi cepat dan praktis.
Fuel Cell Dinilai Lebih Bersih Emisi dan Efisien Energi
Berbeda dari prototipe Burgman terbaru milik Suzuki yang memakai mesin pembakaran hidrogen. Paten Toyota justru secara spesifik mengacu penggunaan fuel cell. Teknologi ini bekerja dengan mengubah hidrogen dan oksigen menjadi listrik, dengan emisi berupa air. Kelebihannya, fuel cell dianggap lebih efisien dibanding mesin pembakaran hidrogen konvensional. Jarak tempuh bisa lebih jauh dengan tangki lebih kecil. Sekaligus menghasilkan emisi lebih bersih karena tidak memproduksi nitrogen oksida.
Walau begitu, sistem fuel cell membutuhkan hidrogen dengan tingkat kemurnian tinggi agar tidak merusak komponen internal. Di sinilah sistem tabung swap dinilai lebih aman. Karena potensi kontaminasi saat pengisian dapat diminimalkan. Untuk saat ini, peluang Toyota menjual skuter hidrogen dalam waktu dekat memang masih kecil. Namun langkah ini menunjukkan satu hal penting. Toyota belum menyerah dari visi besar mereka tentang ekosistem hidrogen.
Pada akhirnya, ketika banyak pabrikan berlomba mengembangkan kendaraan listrik baterai. Toyota malah mencoba membuka jalur berbeda. Bisa jadi, beberapa tahun mendatang kendaraan listrik tak lagi melulu soal colok charger. Melainkan cukup tukar tabung hidrogen dan kembali melaju tanpa emisi. (ALX)
Sumber: amcn
Baca Juga:
Wuyang Honda NWF 150 Mengaspal, Skuter Harian dengan Desain Unik
Detail Spesifikasi Yamaha Fascino Fi Hybrid 2026 yang Baru Meluncur
Mengenal Sepeda Motor Wuyang Honda yang Dipajang di Markas GAC
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Mobil Toyota Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel Mobil Toyota dari Carvaganza
Artikel Mobil Toyota dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test