Yamaha YZF-R7 Dalam Pengembangan, Pakai Basis MT-07?

Kabar Yamaha kembangkan YZF-R7 sebenarnya sudah lama. Sempat ramai dibincangkan sejak pengumuman stop produksi YZF-R6. Motor sport legendaris yang harus divonis mati karena popularitas motor naked atau tanpa fairing terus meningkat. Ada dua spekulasi yang membuat Yamaha melakukan hal itu. Pertama, pasar 600 cc semakin menciut dan sulit naik. Kedua karena alasan emisi gas buang Euro5.


Rumor berkembang YZF-R7 bakal mengambil basis dari MT-07. Bisa saja ia menggantikan peran YZF-R6 yang tak lagi produksi. Berarti bukan menggendong mesin 4-silinder, melainkan CP2. Jika betul, tentu tak butuh waktu lama untuk mulai memproduksi.


Beberapa media Jepang juga telah meramalkan kehadiran full fairing baru untuk menggantikan Yamaha R6. Ya, gosip kemunculan R7 dinilai lebih potensial dan mudah untuk dikembangkan. Alasan lainnya, Yamaha juga harus punya produk untuk mengisi celah antara R3 (di sini R25) dengan Superbike YZF-R1. Posisi ini tentunya dapat diisi oleh YZF-R7. Di lain sisi, sebagai pabrikan besar mereka juga harus segera memberikan motor kelas menengah untuk diandalkan di arena balap.


Untuk menghadirkan Yamaha R7, setidaknya banyak yang harus dirombak. Paling utama tentu jantung mekanis CP2 yang digendong MT-07. Power dihasilkan cuma berada di angka 74 Hp. Seperti kita tahu, ia lebih fokus ke torsi, sedang pendatang baru diharapkan mendapat penyesuaian dalam hal tenaga. Pabrikan harus bisa memposisikan produk gres ini sebagai penantang Aprilia RS660. Setidaknya bisa mendekati 100 Hp yang dimiliki musuhnya itu. Untungnya, mesin Crossplane 2 silinder Yamaha sudah memenuhi regulasi Euro 5 dan itu akan mempercepat pengembangan.


Tak hanya dapur pacu, sasis, suspensi, dan penyesuaian ergonomis juga diperlukan untuk motor sport turunan dari naked bike 689 cc. Dari renderan yang beredar, ada spekulasi bagian fairing mengambil DNA dari R1. Punya wujud aerodinamis, ram air intake besar, dan lampu sipit. Rancang bangun tak banyak berubah, masih menganut naked bike. Hanya saya ada beberapa tambahan komponen untuk menunjang tampilan motor sport full fairing.


Yamaha MT-07


Untuk menghasilkan stabilitas mumpuni di lintasan balap, Yamaha harus meracik ulang perihal peredam kejut. Garpu teleskopik yang digunakan MT-07 baiknnya tidak dianut oleh R7. Setidaknya memakai upside down sama seperti R6, agar cocok dan selaras dengan peruntukan motor sport full fairing.


Walau hanya sekadar rumor, banyak pecinta motor sport dari seluruh dunia berharap hal ini terjadi. Paling tidak, pihak Yamaha bisa merilisnya pada pertengahan tahun ini. Jika benar, persaingan motor sport full fairing di kelas menengah makin sengit. Sejauh ini, baru ada Aprilia RS660, yang sama-sama menggendong mesin dua silinder.


Mengenal Yamaha MT-07


Yamaha MT-07 dibekali mesin 689 cc, DOHC, 2 silinder berteknologi crossplane, 8 katup dan berpendingin cairan. Ia mampu menghasilkan tenaga sebesar 74 Hp di putaran 9.000 rpm dan torsi 68 Nm pada 6.500 rpm. Ukuran bore 80 x stroke 68,6 mm, karakternya overbore. Dalam hal akselerasi, naked bike Yamaha ini tidak bisa dianggap remeh. Dirancang untuk memberikan torsi yang buas, mulai dari putaran mesin rendah hingga menengah dan daya tarik di rpm tinggi juga kuat. Itu karena karakteristik dari teknologi crossplane yang diadopsi.


Sasisnya model tubular. Struktur ini diklaim kuat dan juga ringan. Selain membuatnya lincah, rangka jenis ini juga menguatkan karakter motor yang dikenal dengan rajanya torsi. Ia memiliki demensi total 2.085 x 745 x 1.090 mm (PxLxT). Jarak sumbu rodanya adalah 1.400 mm dan memiliki bobot 183 kg. Secara keseluruhan, dirinya masih layak dijadikan 'jembatan' bagi rider yang mau naik ke segmen big bike. Dia pun sanggup melakoni perjalanan lebih jauh karena memiliki daya tampung bahan bakar mencapai 16 liter.


Walau masuk dalam kategori moge, ia tidak mengintimidasi pengendara. Posisi duduknya tidak beda jauh dengan sang adik, MT-25. Dengan ketinggian jok 805 mm dan ground clearance 140 mm, postur pengendara dengan tingg 173 cm dapat menapakan kedua kaki dengan baik. Ditambah lagi bentuk jok yang cukup ramping. Namun, tentunya butuh waktu untuk penyesuaian saat berkendara.


Kaki-kakinya didukung suspensi teleskopik 41 mm di depan dan belakang monoshock jenis link dengan ketambahan fitur pengatur rebound. Keduanya berfungsi memberikan redaman dari kedua roda. Buat urusan kulit bunda, Yamaha membekalinya dengan ban berukuran 120/70-17 dan 180/55-17. Masing-masing dilengkapi cakram ganda 282 mm dan 245 mm (depan-belakang) sebagai salah satu perangkat penghenti laju disertai pengereman anti-lock braking system (ABS). (Bgx/Odi)


Sumber: Ride Apart, Visordown

Artikel yang direkomendasikan untuk anda