Hyundai Staria Signature 9: Privilege di Jalur Mudik

Hyundai Staria Signature 9

Ketika pemerintah sudah memberikan lampu hijau bagi masyarakat untuk mudik, saya pun memanfaatkannya. Sudah lebih dari dua tahun tak pulang ke kampung halaman di Blora. Bukan cuma keluarga saya, namun orang tua pun demikian. Karenanya, demi mengakomodir perjalanan kali ini, saya memilih Hyundai Staria Signature 9.

Ruang yang besar, jadi motif utama saya memilih mobil ini. Berdiri di atas platform boxy dengan dimensi panjang 5,2 meter dan lebar hampir 2 meter, membuat ruang kabinnya jadi sangat lapang. Kabin yang lapang tentu menjanjikan kenyamanan bagi seluruh penumpang, utamanya saat perjalanan jauh seperti yang akan-dan akhirnya-kami hadapi.

Apalagi, saya memang membawa orang tua, dan balita, klasifikasi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus ketika melakukan perjalanan jauh. Dan Hyundai Staria mampu mengakomodirnya. Keunggulan Hyundai Staria dalam menyajikan kenyamanan bagi kami, disajikan dalam artikel ini.

 

Pengendaraan Penuh Tenaga

Hyundai Staria Signature 9

Ketika melihat sosoknya yang besar dan kokoh, saya yakin bahwa di balik kap, sudah tersisip mesin yang proporsional. Dan benar saja, mesin 2,2 CRDi berbahan bakar diesel, selalu sigap memberikan tenaga dan torsi kala dibutuhkan. Saat stop and go, maupun ketika melaju di medan menanjak, torsi 430 Nm mudah melontar tanpa perlu banyak upaya.

Saat kami menyambangi Waduk Tempuran yang ada di dataran tinggi Kabupaten Blora, torsi besar dari Staria tak pernah terasa lemah. Begitupun saat ingin menyalip kendaraan yang terlalu pelan di tol Trans Jawa, tubuh raksasa Staria tak pernah kekurangan kemampuan untuk memproduksi tenaga.

Torsi besar ini terkonversi dengan apik menjadi tenaga yang lebih dari cukup. Sejumlah 177 PS bisa diekstrak dari unit 4-silinder 2.199 cc. Karakter tenaga dan torsi yang besar ini tentu imbas dari sistem mesin diesel yang dianutnya. Seperti diketahui, mesin yang mendapatkan detonasi dari kompresi ini memang punya keunggulan dalam hal produksi torsi yang lebih unggul dibanding mesin bensin yang detonasinya dipicu oleh busi.

Tenaga dan torsi besar itu disalurkan ke roda depan lewat girboks otomatis konvensional dengan 8-percepatan. Ya, jumlah susunan gigi yang terbilang banyak ini menjamin distribusi tenaga lebih sigap dan perpindahan yang lebih halus. Kerennya, permainan transmisi pada Hyundai Staria, dilakukan via tombol, alih-alih tuas berbentuk batang.

Model selektor posisi gigi ini menurut kami sangatlah unik dan futuristis. Hal ini dimungkinkan karena Staria sudah memakai selektor bersistem Shift By Wire. Kerennya, kami perhatikan beragam fitur keamanan pendukung sudah disematkan pada selektor tersebut, agar tak terjadi perpindahan yang tak diinginkan. Misalnya ketika Anda sedang melaju kencang dalam posisi Drive (D), ketika tuas P atau R ditekan saat mobil berjalan, ia tak akan langsung berpindah gigi. Ada syaratnya, misal, mobil harus dalam posisi diam terlebih dahulu.

Melengkapi kecanggihan transmisinya, ada pula paddle shift di balik lingkar kemudi. Hadirnya paddle shift ini tentunya kami manfaatkan semaksimalnya untuk melakukan engine brake. Jarang sekali kami pakai ia untuk mendapatkan posisi gigi yang sesuai ketika melaju, sebab kickdown saja, sudah sangat akomodatif. Impresif!

Seluruh sistem yang kami ceritakan ini, bisa dimanipulasi lagi dalam empat mode berkendara yang tersedia. Ada Eco, Comfort, Smart dan Sport. Sejatinya, kami merasakan ada tiga mode yang disajikan dengan karakter berbeda, yakni Eco, Comfort dan Sport. Eco punya settingan mesin dan perpindahan paling efisien, sementara Sport paling responsif. Comfort, nyaman untuk pengendaraan paling seimbang. Nah, satu mode lagi yakni Smart, ia akan membaca preferensi mengemudi kami, dan memberikan karakter perpindahan gigi sesuai kebiasaan kita. Menariknya, mode-mode tersebut divisualisasikan juga lewat tampilan di panel instrumen yang berbeda.

 

Sigap Dikendalikan

Hyundai Staria Signature 9

Saat mengendarainya, kami berada pada posisi berkendara yang penuh kendali. Konfigurasi kemudi dan kursi yang relatif tegak, dengan visibilitas luar biasa besar, membuat saya sangat mudah mengendalikan Staria yang punya tubuh sangat besar itu.

Ada dua hal bernada kontradiktif yang kami temukan pada Staria dan berimbas pada impresi tersebut. Pertama, kesan driving positionnya, memang membuat kami tetap terjaga dalam kesadaran ini adalah mobil yang besar. Jarak dengan penumpang di samping saja, relatif jauh. Hal ini tentu penting untuk dijaga, agar pengemudi tak khilaf lalu melupakan bahwa sosok Staria punya dimensi lebih dari rata-rata.

Hal tersebut kontradiktif dengan rasa pengendaliannya yang terbilang sangat ringan. Kami rasa, siapapun yang baru belajar mengendarai juga akan mudah memainkan kemudi dan mengatur pengendalian Staria. Menggabungkan dua hal yang saya jabarkan, menciptakan suasana mengemudi yang rileks, sekaligus tetap siaga. Hal ini penting saat mengendarai jarak jauh seperti rute yang kami jalani. Bekasi-Semarang-Blora-Tjepu-Ngawi-Solo-Yogyakarta-Boyolali-Bekasi.

Sentra fitur utama yang juga membuat kami mudah mengendalikan serta mengendarai Staria adalah empat kamera HD yang tergabung dalam sistem Surround View Monitor (SVM). Empat kamera dengan resolusi tinggi ini, selalu aktif memancarkan visual untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Dalam situasi parkir, kamera akan menampilkan imaji lewat layar headunit. Layaknya perspektif eagle view, Anda akan mudah memarkirkan kendaraan dengan visual 360 derajat di sisi kanan dan akses untuk mengganti panel di kiri dengan perspektif sudut yang Anda inginkan. Pancaran visualnya juga dilengkapi dengan prediksi arah kemudi, sehingga Anda bisa dengan mudah memperkirakan ruang yang akan dibutuhkan Staria untuk bermanuver.

Tak cuma saat parkir, sistem ini juga kerap kami andalkan untuk membuat Staria lebih praktis melalu jalan-jalan sempit. Misalnya saja ketika kami harus melintasi persawahan di jalur alternatif Yogyakarta-Boyolali, di badan jalan yang sempit, kami bisa memanfaatkan kamera untuk memantau posisi mobil dan arah kemudi.

Kamera ini juga nyatanya tak hanya berfungsi saat parkir. Untuk pengendaraan normal, ia juga selalu aktif ketika lampu sein dinyalakan. Saat tuas sein diaktifkan, arah sesuai tuas akan memancarkan imaji di panel instrumen. Perspektif ini sangat membantu pengemudi agar bisa memantau kendaraan di belakang dengan sudut yang lebih luas dari kaca spion. Jika terdeteksi ada mobil, sistem pun akan memperingatkan dengan suara.

 

Konsumsi BBM Impresif

Hyundai Staria Signature 9

1.491,6 km, adalah jarak total yang kami tempuh berdasar catatan panel instrumen Hyundai Staria untuk menempuh rute Bekasi-Semarang-Blora-Tjepu-Ngawi-Boyolali-Yogyakarta-Klaten-Boyolali-Bekasi. Seluruh rute ini kami tempuh dalam waktu enam hari.

Perjalanan mudik saat berangkat, memakan waktu sekitar 12 jam karena kondisi lalu-lintas yang relatif lancar. Sementara saat pulang, kami menghabiskan waktu di jalan hingga 20 jam akibat penumpukan pengguna tol yang memenuhi rute arus balik.

Total akumulasi waktu pengendaraan yang ternotulen adalah 52 jam 32 menit. Artinya, kecepatan rata-rata kami sekitar 28 kilometer per jam. Ini tentu kecepatan yang sangat rendah. Wajar, sebab kami sempat terjebak macet saat arus balik dan juga berkeliling di dalam kota saat berwisata di Blora dan Yogyakarta.

Yang mencengangkan, adalah efisiensinya. Dari MID tercatat efisiensinya ada di level 11,2 kilometer per liter. Ini adalah figur yang terbilang sangat irit untuk mobil dengan dimensi sebesar ini, dan kapabilitas angkut penumpang sebanyak ini.

Jika kami bagi jumlah jarak tempuh dengan konsumsi rata-ratanya. Lalu dihitung dengan harga bahan bakar Pertamina Dex Rp13.700 perliter, mengemudikan Staria dengan rute seperti kami hanya menghabiskan uang sekitar Rp1,8 jutaan untuk bbm saja. Tentu ini nilai yang sangat ekonomis dengan daya angkutnya yang seperti itu untuk menempuh jarak hampir 1.500 km. (Van/Odi)

 

Baca Juga: Review Hyundai Palisade, Cara Hyundai Menawarkan Nilai Sebuah SUV Papan Atas

Jelajahi Hyundai Staria

  • Tampak Depan Bawah Hyundai Staria
  • Tampak samping Staria
  • Tampak Depan Hyundai Staria
  • Tampak belakang Staria
  • Tampak Grille Staria
  • lampu belakang Staria
  • handle pintu Staria
  • Pelek Staria
  • Tampak depan medum angle Staria
Hyundai Staria
Rp 896 - Rp 1,03 Milyar Cicilan : Rp 20,44 Juta

Model Mobil Hyundai

Mobil Hyundai
  • Hyundai Palisade
    Hyundai Palisade
  • Hyundai Kona Electric
    Hyundai Kona Electric
  • Hyundai Ioniq
    Hyundai Ioniq
  • Hyundai Creta
    Hyundai Creta
  • Hyundai i20 2022
    Hyundai i20 2022
Baca Semua

Artikel Unggulan

Mobil Hyundai Unggulan

  • Yang Akan Datang

Bandingkan & Rekomendasi

Tren MPV

  • Yang Akan Datang