Tips Berbuka Puasa dalam Mobil yang Aman dan Nyaman

Tips driving

Selalu menyenangkan ketika bisa melepas dahaga dan lapar bersama orang terdekat. Namun seringkali kondisi tidak memungkinkan untuk bisa sampai tepat waktu. Apalagi ketika berkendara dengan mobil, kepadatan jalan menjelang iftar jadi godaan ekstra. Untuk itu, perlu persiapan dan kesadaran penuh agar momen membatalkan puasa di jalan tetap aman dan nyaman. Bagi Anda yang kerap berbuka di jalan, ada baiknya perhatikan tips berikut ini.

Siapkan Perbekalan

Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di jalan. Rencana matang untuk membatalkan puasa di suatu tempat bisa jadi bubar karena kemacetan tak terduga. Atau, boleh jadi kerjaan menumpuk serta kondisi lainnya membuat Anda telat berangkat. Demi mengantisipasi hal ini tentu tak pernah ada salahnya selalu membawa perbekalan.

Tidak perlu makanan berat yang merepotkan dan kurang sedap ketika disantap dingin. Coba siapkan saja bekal sederhana sebelum memulai rutinitas. Kurma atau buah-buahan lain misalnya. Mudah disimpan untuk mengganjal perut dan sedikit menambah tenaga. Bisa juga mampir sebentar ke minimarket sebelum memulai perjalanan pulang untuk sebatas membeli roti atau camilan sehat. Niscaya ketika Adzan berkumandang di tengah kemacetan Anda bisa segera menenangkan perut keroncongan.

Baca Juga: Hati-hati Mobil Kelebihan Muatan, Cek Dulu Daya Angkutnya

Menepi Sebelum Bersantap

Simpan konsentrasi sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan. Jangan setengah-setengah terutama saat mengemudi karena berpotensi membahayakan. Kalau mau mengemudi, taruh perhatian ke jalan dengan seksama. Sementara itu, kalau mau makan sila nikmati sambil berhenti.

Hal ini sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tepatnya pada pasal 106 ayat 1. Tidak segamblang larangan makan sambil mengemudi, memang. Setidaknya mengatur agar “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi”.

Tentu jangan asal berhenti juga. Selalu cari tempat paling aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas demi kemaslahatan bersama. Pada intinya sebisa mungkin jangan sampai makan sambil mengemudi sebab berpotensi meningkatkan risiko celaka.

Manfaatkan Fitur Sarana Hiburan

Fitur dalam kendaraan semakin hari semakin canggih. Salah satunya sistem sarana hiburan. Kini tak sedikit unit berbekal kemampuan integrasi smartphone. Sebut saja Android Auto atau Apple CarPlay. Dengan demikian, berbagai aplikasi gawai bisa dinikmati langsung lewat head unit. Salah satu kemampuan fungsional adalah navigasi berbasis internet dan voice assistant.

Lewat navigasi berbasis internet kita bisa mengetahui jalan terbaik dan tercepat mencapai tujuan. Tinggal ikuti meski suka bikin was-was karena terkadang mengambil jalur ‘inkonvensional’ seperti selap-selip ke jalan tikus. Namun, pada intinya fitur ini bisa memprediksi estimasi waktu sampai tujuan. Selain itu, aktivasi lokasi tujuan dapat terlaksana via voice command seperti Google Assistant atau Siri. Tak perlu lagi sibuk mencari alamat. Selain itu, koneksi gawai bisa saja dipakai untuk mendapatkan info waktu berbuka.

Baca Juga: Bahaya Fatal Rem Blong, Harus Paham Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jangan Lupa Perhatikan Kebersihan

Di tengah pandemi, kebersihan jadi prioritas utama. Siapa mau terjangkit penyakit lantaran ceroboh soal higienitas. Sebisa mungkin dijaga apalagi ketika mobil akan dijadikan ‘tempat makan’ sementara. Selalu siapkan hand sanitizer agar tangan selalu bersih. Di samping itu, tak ada salahnya juga membawa peralatan makan sendiri kalau memang diperlukan.

Saat makan, hindari menjatuhkan remah-remah atau sisa yang jatuh ke lantai atau karpet. Jangan sampai terlupakan dan membusuk. Itu sumber penyakit dan bau tak sedap. Selain itu sediakan wadah sampah tertutup dalam mobil. Jadilah pengguna jalan bertanggung jawab dengan membuang sampah pada tempatnya. Namun, jangan lupa untuk segera dibuang demi menghindari kuman dan bakteri berkembang biak.

Tetap Waspada Selama Berkendara

Perut kosong bisa jadi memecah konsentrasi. Apalagi bila tahu di rumah sudah tersaji hidangan lezat. Emosi para jiwa yang lapar pun seringkali memuncak seiring bertambahnya kepadatan. Ini mungkin mengapa lalu lintas menjelang iftar terkadang terasa cukup liar. Sebagian ‘ngabuburit’ mencari takjil, sebagian lain ingin sekadar segera sampai ke rumah.

Di sini letak ujiannya. Jangan sampai kondisi membuat Anda bersikap penuh amarah dan berujung ugal-ugalan. Jelas berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Untuk itu, terus bersabar dan saling memberi selama perjalanan – baik itu saat puasa atau tidak. Saling jaga ketertiban jalan agar semua cepat sampai dengan selamat. (Krm/Odi)

Baca Juga: Tips Agar Berkendara Tetap Bugar dan Fokus saat Sedang Berpuasa

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang