8 Fungsi Penting Oli Sepeda Motor, Anda Wajib Tahu

Oli suzuki ecstar

Ibarat jantung, kinerja mesin di sepeda motor harus dijaga dengan baik. Jika bermasalah akan berpengaruh ke semua bagian. Asupan utama agar mesin bekerja dengan baik adalah oli alias pelumas. Jika oli mesin kurang maka pelumasan mesin jadi kurang optimal. Efeknya, knalpot motor bisa ngebul dan suhu mesin menjadi jauh lebih panas. Selain itu, komponen penting yang ada di mesin seperti silinder, blok, dan ring piston jadi lebih cepat aus dan baret.

Suzuki mengandalkan pelumas OEM untuk produk-produk mereka lewat Suzuki Genuine Oil dan Chemical (SGO). Namun, seperti juga pada mobil, SGO akan segera digantikan brand Ecstar. Hal ini untuk lebih meningkatkan jaminan mesin motor terjaga durabilitasnya.

Oli Ecstar diklaim merupakan hasil pengembangan dengan lisensi lebih khusus dan memiliki spesifikasi lebih tinggi dari deretan SGO sebelumnya. Yakni standar kualitas oli tertinggi yang diakui API atau American Petroleum Standard. Nantinya akan ada beberapa spesifikasinya SAE sehingga konsumen punya pilihan.

Baca Juga: Si Rumah Keong Pendongkrak Tenaga, Begini Cara Kerjanya

oli motor

Salah satu formula yang menjadi kunci pengembangan oli Suzuki Ecstar ialah kandungan Molybdenum. Menurut Spare Part Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Christiana Yuwantie, kandungan Molybdenum mampu mengurangi gesekan (minim friksi), sehingga kerja mesin menjadi lebih ringan. "Molybdenum adalah kandungan yang berfungsi sebagai friction modifier yang membentuk lapisan di atas permukaan metal dalam mesin. Gunanya adalah mengurangi gesekan sehingga kinerja mesin lebih optimal dan hemat bahan bakar," kata Christina dalam keterangannya.

Ia mengatakan pemilihan oli yang tepat harus dilakukan mengingat pentingnya fungsi oli. Nah berikut 8 fungsi oli bagi mesin:

1. Lubricating (Melumasi)

Fungsi oli pertama sudah pasti menjadi pelumas. Ia akan melumasi komponen-komponen dalam mesin yang sistem kerjanya saling bergesekan. Tentunya untuk mencegah keausan berlebih ketika saling bersinggungan satu sama lain.

2. Protecting (Melindungi)

Selain melindungi mesin dari gesekan-gesekan kasar, oli juga berfungsi melindungi mesin dari korosi atau karat. Oli yang menempel pada komponen mesin akan mencegah reaksi oksidasi pada komponen-komponen mesin.

3. Cleaning (Membersihkan)

Pada dasarnya keausan dalam komponen mobil yang bergesekan tidak dapat dihindari karena memang itulah sistem kerjanya. Keausan hanya bisa dikurangi saja. Namun saat keausan ini semakin tinggi, ada kotoran besi yang wajib dibersihkan. Pelumas bisa menjadi pembersih dari kotoran besi.

Pelumas yang mengalir akan membawa kotoran besi ke dalam bagian karter atau penampung oli. Di dalam penampung ini, kotoran besi akan disaring dan dikumpulkan oleh magnet yang telah terpasang. Kebersihan pelumas pun juga diperhatikan karena sebelum mengalir ke berbagai komponen mesin, terdapat proses penyaringan menggunakan filter oli.

4. Cooling (Mendinginkan)

Oli bisa sekaligus menjadi pendingin. Lho kok begitu? Ketika ada dua komponen yang saling bergesekan, maka tercipta suhu panas yang cukup tinggi. Namun berkat pelumas yang mengalir ke komponen tersebut, panas akan terserap sehingga ukuran suhu kembali dingin dan tidak ada masalah overheat. Oli dapat membantu menyerap dan mendinginkan suhu mesin. Cairan oli yang mengalir pada permukaan komponen akan membawa panas dimana selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang mengalir pada saat sepeda motor dikendarai.

Baca Juga: Cara Mudah Menjaga Keawetan Mekanikal Motor Tanpa Perlu ke Bengkel

5. Menambah Performa

Oli membuat bagian mesin halus dan mengurangi gesekan berlebih. Bagian-bagian mesin yang bekerja dengan baik tentunya akan meningkatkan performa mesin secara keseluruhan. Pilihlah oli yang bisa menambah kecepatan laju motor yang dimiliki.

6. Merapatkan Celah antara Piston dan Silinder

Fungsi lain dari oli adalah menjadi perapat. Maksudnya, oli bisa melumasi bagian-bagian presisi dalam mesin sehingga mencegah terjadinya kebocoran gas. Contohnya seperti saat pelumas melumasi bagian dinding silinder dan piston. Pelumas akan menjadi perapat untuk mencegah kebocoran gas di ruang atas dan bawah piston.

7. Peredam Getaran dan Suara

Oli mesin juga berfungsi untuk menyerap getaran. Oli melakukan serapan pada getaran dengan peredam kejutan yang terjadi ketika mesin sedang melakukan langkah kerja. Proses ini terjadi pada komponen dalam mesin yang mengalami gaya tekan besar. Permukaan yang licin menjadikan gesekan yang terjadi menjadi sangat minim. Hal ini akan menghindarkan mesin dari kondisi cepat aus. Oli melapisi bagian mesin sehingga meredam benturan dan suara mesin lebih halus.

8. Sebagai Anti Karat

Komponen-komponen mesin sebagian besar terbuat dari logam. Dengan kondisi seperti ini, maka ada perubahan alami yang membuat logam tersebut berkarat. Apalagi sistem kerjanya selalu bergesekan. Sudah pasti Anda tidak mau komponen-komponen tersebut berkarat karena bisa membuat mobil menjadi rusak. Untungnya ada sistem pelumasan yang bisa mencegah karat. Pelumas yang mengalir ke tiap komponen mobil akan memberikan perlindungan terhadap permukaan sisi luar termasuk dari udara atau air. Walaupun bergesekan, tetap terjaga dari masalah karat karena memiliki pelumas.

Dengan seluruh fungsi sistem pelumasan yang sangat berguna, Anda wajib memastikan bahwa selalu ada pelumas yang bekerja maksimal dalam motor. Sebaiknya lakukan pemeriksaan minyak pelumas secara rutin dan berkala. (Raju/Odi)

Baca Juga: Deretan Skutik Termurah yang Sudah Pakai Keyless

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

  • Yang Akan Datang