Cara Mudah Menjaga Keawetan Mekanikal Motor Tanpa Perlu ke Bengkel

Sepeda Motor adalah moda transportasi multiguna dan simple dikendarai. Selain harganya lebih terjangkau jika dibanding mobil, biaya perawatannya pun relatif murah. Namun tak ada salahnya bila merawat sendiri bagian-bagian mekanikal motor. Hal itu dilakukan agar kondisi kuda besi kesayangan tetap prima. Bukan servis berat tapi ringan saja, dan bisa dilakukan sendiri tanpa harus menggunakan jasa mekanik. Berikut cara merawat motor yang bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa harus pergi ke bengkel.


Ganti Oli dan Cairan Lain


Oli mesin, cairan pendingin mesin, dan minyak rem adalah beberapa jenis cairan pada motor yang harus tercukupi jumlahnya. Jika motor selalu digunakan setiap hari, ganti oli wajib dilakukan minimal satu bulan sekali. Pada umumnya pergantian pelumas dianjurkan setelah 2.000 km.


Sebelum berpergian, cek kondisi oli dengan membuka dipstick untuk mengetahui kondisi dan kapasitasnya. Peran pelumas sangatlah penting untuk menjaga komponen di dalamnya. Hal itu agar enjin tidak mengalami gesekan berlebih sehingga usia dari piranti lebih awet.


Bagi pengguna motor dengan mesin berpendingin cairan, kondisi radiator coolant perlu diperiksa secara rutin. Normalnya, cairan harus berada di antara batas lower dan upper, baik saat mesin mati dan beroperasi. Jika berkurang, bisa tambahkan namun jangan berlebihan atau melewati batas atas, karena berisiko meluap keluar. Komponen ini wajib dirawat untuk menjaga performa mesin dan mengoptimalkan pendinginan.


Sementara minyak rem disarankan untuk diganti dua tahun sekali. Ini dilakukan karena ia berperan seperti oli, ada batas masa pakainya. Kalau terus digunakan tanpa diganti, maka kejadian seperti rem blong atau rem ngempos bakal terjadi.


ganti oli


Cek Rantai atau Drive Belt


Rantai juga membutuhkan perhatian khusus, karena komponen ini sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda. Berikan pelumas rantai yang sesuai standar atau cairan multi purpose. Kegiatan itu bisa dilakukan sendiri dan berfungsi untuk mencegah karat. Jika kondisi rantai sudah aus atau karat, baiknya segera ganti dengan yang baru, berikut gear depan dan belakang (gear set). Disarankan dilumasi setiap 500 km/seminggu sekali. Kalau musim hujan, bagusnya sering dilumasi.


Untuk pengguna skutik, yang harus diperhatikan dan diberi perawatan rutin yaitu Continuously Variable Transmission (CVT). Merupakan komponen paling penting yang menyalurkan putaran mesin ke roda belakang. Transmisi otomatis ini cara kerjanya sama seperti motor gigi / kopling pada umumnya.


Perawatan CVT dilakukan 3 sampai 6 bulan sekali atau setiap 6.000 km. Komponen utamanya ada V-belt, roller, dan kampas ganda. Perhatikan tiga piranti penting itu, jika mengalami kerusakan baiknya diganti. Jika masih dalam kondisi baik, cukup bersihkan menggunakan kompresor atau kain kering.


Bersihkan Filter Udara


Filter udara pada jenis kendaraan apapun adalah akses mesin bernapas. Maka pastikan komponen itu selalu bersih dan tidak rusak. Saringan udara biasanya tipe viscous elemen, mengandung semacam oli untuk memaksimalkan menyaring debu. Peranti tipe ini biasanya tidak perlu disemprot maupun dibersihkan secara berkala. Guna memaksimalkan kinerja motor, tiap 16.000 km atau bisa lebih cepat (sudah menghitam sebelum 16.000 km) bila kondisi lingkungan/jalan yang dilalui sangat berdebu.


Periksa Baterai


Untuk sepeda motor saat ini, banyak yang sudah mangadopsi sistem injeksi. Fungsi baterai sangatlah penting untuk mengontrol berbagai komponen kelistrikan mulai dari control bahan bakar, pengapian dan lainnya. Maka rutinlah memeriksa kondisi terminal kedua aki. Jika ada jamur yang berupa bercak-bercak putih, bersihkan dengan membasuhnya dengan air panas. Jika tidak, hantaran arus listrik bakal terganggu. Disarankan untuk tidak menggunakan variasi/aksesori berlebih yang dapat menganggu fungsi kerja utama dari baterai itu sendiri.


Cek Kondisi Busi


Merawat busi bukanlah hal yang berat. Ini bisa dilakukan sendiri di rumah, dengan hanya modal kunci busi dan perlengkapan tambahan. Meski penggantian busi menurut anjuran setiap 8.000 km, baiknya segera diganti ketika bagian kepalanya (elektroda) sudah hitam dan dipenuhi dengan arang sisa-sisa pembakaran. Agar tenaga mesin selalu terjaga dengan baik.


Itulah beberapa perawatan motor yang bisa dilakukan sendiri dengan ketelitian dan alat yang memadai. Agar kendaraanmu tetap prima ketika digunakan, maka perawatan ini sifatnya harus dijalankan secara rutin. (Bgx/Odi)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda