KOMPARASI: Toyota Rush TRD Vs Suzuki XL7 Vs Xpander Cross

JAKARTA -- Memang model dan segmen paling laris di pasar Tanah Air adalah Low MPV. Meski demikian sebenarnya ada pilihan yang sedikit beda dengan karakteristik yang kurang lebih sama. Anda bisa menjadikan Toyota Rush TRD matik sebagai alternatif. Low SUV milik Toyota itu sudah lama didagang. Kemudian MPV crossover seperti Mitsubishi Xpander Cross serta Suzuki XL7 yang juga tak kalah menarik.


Dari posisi market, ketiga produk ini masuki ke segmen setara. Masing-masing harga bersaing berikut kelengkapan fitur tertanam. Untuk menentukan mana yang paling ideal sebagai mobilitas keluarga. Rentang harga bisa jadi acuan utama.


Rush TRD AT dijual di angka Rp 276,6 juta. Lalu Xpander Cross Premium Package Rp 292,7 juta dan XL7 Alpha AT Rp 269 juta. Semua berstatus on the road Jakarta. Anda bisa mulai menentukan mana yang paling sesuai dengan finansial pribadi. Toh semuanya lansiran pabrikan Jepang. Tidak terlalu dikhawatirkan soal kualitas dan durabilitas produk. Aspek penilaian selanjutnya ialah rupa.


Toyota Rush


Desain Eksterior


Lazimnya konsumen, membandingkan pesona rancang bangun jadi hal utama. Rush TRD punya tampilan oke walau tak mencolok. Kisi-kisi depan menghitam, overfender pakai plastik gelap berpadu side skirt. Bumper depan berkelir silver, sorot mata depan pakai LED, fog lamp dan DRL. Jarak pijak tanah hanya 220 mm. Sebetulnya kalah sedikit dari Cross. Dan pelek lebih kecil, yakni menggunakan dual tone 16 inci. Kemudian perbandingan dimensi keduanya, jauh lebih bongsor mobil garapan Mitsubishi. Secara psikologi, mobil gres terasa lebih menggiurkan dibanding model yang sudah berusia.


Berkat rombakan di sekujur tubuh, Xpander Cross tapil makin atletis. Grille diguyur cat kromium hitam. Aksentuasi karakter SUV muncul dari overfender, body moulding, roof rail. Pencahanyaan kini memakai LED di depan maupun belakang. Kemudian spion sudah elektrik. Paling penting, ground clearance meningkat 20 mm menjadi 225 mm. Ada ubahan pada kaki-kaki, termasuk penguatan suspensi dan pelek 17 inci lima palang.


Tapi langkah Suzuki menukangi XL7 tak boleh dipandang sebelah mata. Bentuk sedikit besar jadi 4.445 mm x 1.775 mm x 1.700 mm, wheelbase tetap 2.740 mm. Lihat saja rancangan kisi-kisi, sorot mata LED dan bumper benar-benar mencuatkan sosok lain. Wujud headlamp trapezoid berpadu apik dengan grille gelap. Isyarat sebagai SUV juga dimunculkan dari kombinasi skid plate plus body cladding mengitari bagian bawah bodi.


New Suzuki XL7


Jantung Mekanis


Pemompa daya Toyota Rush mengandalkan mesin 2NR Dual VVT-I DOHC 1,5 liter naturally aspirated. Resultan pembakaran memberi tenaga 104 PS pada 6.000 rpm. Lalu momen puntir maksimal 134 Nm di 4.200 rpm. Penyaluran power menggunakan transmisi manual 5-speed dan otomoatis 4-speed ke roda belakang.


Xpander Cross juga menggendong mesin berkapasitas sama, Mivec 1,5 liter. Tenaga terlontar 105 PS pada 6.000 rpm. Namun ia memberi tendangan torsi menjonjok, 141 Nm di 4.000 rpm dan pakai penggerak roda depan. Transmisinya manual 5-speed atau AT 4-speed. Selanjutnya sebagai pendatang baru. Suzuki XL7 mengandalkan mekaninal pacu serupa dari Ertiga. Enjin berkode K15B terpasang dengan konfigurasi 4-silinder berkapasitas 1,5 liter NA. Embusan daya 105 PS pada 6.000 rpm serta torsi puncak 138 Nm pada 4.400 rpm.


Inilah yang jadi adu kuat antarprodusen, soal kapabilitas penggerak roda. Dipastikan mobil gerak belakang lebih berat bobotnya. Sebab punya as kopel dari transmisi ke gardan belakang. Imbasnya terhadap konsumsi BBM. Tapi mobil berpenggerak depan, punya sistem penyalur daya lebih kompleks. Karena selain menggerakkan kendaraan, ban depan juga mengarahkan. Kekurangan lain, mobil gerak belakang biasanya memiliki bonggol di tengah lantai. Sehingga agak mengganggu ruang gerak penghuni di baris kedua. Pada Rush, desainer interior berusaha semaksimal mungkin agar bonggol ini tidak terlalu mengganggu, meski masih tetap terlihat. Ini kembali lagi soal selera Anda dan lanskap jalan yang kerap dilalui.


Mitsubishi Xpander Cross


Interior


Masuki kabin Toyota Rush, nuansanya serbahitam. Jok hanya mengandalkan material kain, head unit layar sentuh memiliki pengaturan audio tak kalah enak. Nah, Rush TRD punya AC dengan teknologi digital, lanjut climate control. Ini yang tak dimiliki Xpander Cross. Lalu pengaturan setir hanya dua arah: naik dan turun.


Visual interior Xpander Cross tertinggi punya sedikit perbedaan dari reguler. Jok tujuh penumpang dibalut kulit sintesis pada tipe Premium Leather Seat. Susunan dasbor dan layar infotainment sudah lumayan. Anda bisa mendendangkan lagu dari multisumber. Termasuk koneksi smartphone dan audio switch di lingkar kemudi. Sistem pendingin sudah double blower. Namun sayang, masih pakai model kenop putar, bukan digital. Lalu, ia punya pengaturan tilt and telestopic atau empat arah untuk setir.


Nah, isi kabin XL7 pun tak kalah saing. Tipe Alpha tanpa anak kunci alias keyless entry plus start stop button. Untuk mengecas gawai tersedia power outlet di tiap baris. Kemudian sistem hiburan pakai layar monitor delapan inci. Istimewanya tersisip E-Mirror yang bikin kaca spion tengah bertampilan digital. Jadi Anda bisa melihat hasil penginderaan kamera depan dan belakang saat mengemudi. Setirnya dibalut material kulit, ada arm rest di depan serta baris kedua, AC sudah Auto Climate (digital) dengan tambahan pemanas. Makin komplet berupa imbuhan cup holder berventilasi pendingin.


Suzuki XL7


Safety


Crossover anyar Mitsubishi punya fitur Antilock Braking System (ABS), Brake Assist (BA), Electronic Brake force Distribution (EBD), Active Stability Control (ASC) dan Hill Start Assist (HSA). Sedangkan peranti pasif, beberapa di antaranya: Supplemental Restraint System (SRS) Airbag, sabuk keselamatan dengan pretension berikut force limiter. Serta Isofix atau pengait pada kursi baris kedua untuk mengunci bangku anak-anak.


Active Stability Control juga tersedia, untuk mencegah terjadinya over steer ataupun under steer saat manuver. Termasuk struktur rangka bodi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) pada Small MPV andalan Mitsubishi Indonesia. Kurangnya, cuma tersedia dual airbag, sedangkan Rush punya enam buah. Lansiran Toyota juga tak kalah imbang di fitur keselamatan. Rush TRD mengantongi peranti Anti-lock Braking System, Electronic Brake Force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Secured Hill-Start Assist dan Vehicle Stability Control (VSC).


Fitur keselamatan Suzuki XL7 Alpha pun masih bisa mengimbangi mereka berdua. Perusahaan menyematkan ABS & EBD, dual SRS airbag, ISOFIX, Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Programme (ESP), sensor parkir, kamera belakang serta kunci immobilizer. Kendaraan ini juga berbasis platform Heartech yang diklaim ringan dan lincah.


Mitsubishi Xpander Cross


Kesimpulan


Opsi pertama yang paling direkomendasikan untuk Anda beli adalah Xpander Cross. Memang jadi unit termahal di komparasi ini. Tapi lihatlah nilai unggulan berupa penguatan suspensi, handling mumpuni dan fitur lengkap, rasanya tetap jadi prioritas. Pertimbangan lain berupa Smart Package yang termasuk dalam harga jual. Isinya gratis biaya jasa, spare part empat tahun atau 50.000 km. Serta asuransi ban dan kecelakaan satu tahun.


Selanjutnya XL7 menarik pula masuk daftar perburuan. Ia paling murah di antara kompetitor, namun tidak pelit fitur. Belum lagi perangkat unggulan seperti E-Mirror.


Terakhir, Rush jadi pilihan ketiga. Kalau Anda mau kendaraan aman lantas tak mau repot menjual kembali. Depresiasi produk Toyota terkenal relatif kecil dari merek lain. Nah, yang mana pilihan Anda? (Alx)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda