Dari Motor Butut ke Podium Dunia, Kisah Zhang Xue dan Sejarah Baru ZXMOTO di WorldSSP

Zhang ZXMoto Juara WorldSSP

Momen bersejarah baru lahir dari lintasan balap dunia. Di FIM Supersport World Championship 2026. Seorang pembalap Prancis, Valentin Debise, sukses mencetak kemenangan beruntun di seri Portugal. Namun atensi utama justru tertuju pada motor yang ia tunggangi—ZXMOTO 820RR-RS—produk dari pabrikan ‘kemarin sore’ asal Tiongkok. Bagi Zhang Xue, sang pendiri, momen ini bukan sekadar kemenangan. 

KEY TAKEAWAYS

  • Perjalanan jatuh bangun mekanik desa yang menantang dominasi pabrikan besar di WorldSSP

    Zhang Xue bukanlah sosok yang lahir dari kemapanan industri. Ia memulai segalanya dari nol, sebagai mekanik muda di desa pegunungan di Hunan pada usia 17 tahun.
  • Di sebuah acara nonton bareng di Chongqing, ia terlihat larut dalam emosi. Dari sorak sorai hingga meneteskan air mata bahagia. Wajar saja, ini menjadi kemenangan pertama pabrikan Tiongkok di ajang WorldSSP. Sebuah kompetisi kelas menengah bagian dari WSBK. Ibarat kata ini kelas macam Moto2 dari MotoGP. Dan selama ini kompetisi ketat didominasi nama besar pabrikan Eropa dan Jepang seperti Ducati, Yamaha, Kawasaki dan Honda.

    Start Balapan yang Bagus

    Pada saat Race 1, Debise memulai dari posisi kedua sebelum melesat dominan dan menang dengan selisih 3,685 detik. Ia bahkan menggambarkan balapan itu terasa seperti milik sendiri. Sementara ketika Race 2, dirinya sempat tercecer ke posisi tiga akibat kesalahan. Namun mampu bangkit berkat akselerasi motor impresif—hingga kembali merebut posisi terdepan dan naik podium tertinggi.

    Namun di balik pencapaian itu, tersimpan kisah panjang yang jauh lebih menarik. Zhang Xue bukanlah sosok yang lahir dari kemapanan industri. Ia memulai segalanya dari nol, sebagai mekanik muda di desa pegunungan di Hunan pada usia 17 tahun. Saat itu, mimpinya sederhana: menjadi pembalap motor. Tanpa banyak pilihan hidup, ia memilih jalur yang tersedia. Bekerja di bengkel sambil melatih kemampuan balap secara mandiri. Baginya, keterbatasan justru menjadi berkah. “Terlalu banyak pilihan justru membuat bingung,” ujar dia seperti dilansir Chinadaily.

    Kilas Balik Zhang saat Berusia Muda

    Ambisi mulai terlihat saat usia 19 tahun. Ia nekat menghubungi kru program televisi lokal untuk menunjukkan kemampuan stunt riding. Awalnya, mereka meragukan lantaran melihat hanya mengendarai motor bekas yang lusuh. Namun Zhang tak menyerah. Dirinya mengejar mobil kru tersebut selama lebih dari tiga jam di tengah hujan. Melintasi jalan pegunungan, sambil mempertontonkan berbagai aksi ekstrem.

    Walau sempat jatuh berkali-kali saat demonstrasi, satu kalimat membekas: “Keahlian datang dari jatuh. Rasa sakit ini bukan apa-apa.” Tayangan itu akhirnya membuka jalan—tim balap profesional menghubungi dia. Karier sebagai pembalap sempat ia jalani, namun realitas finansial memaksa Zhang beralih menjadi engineer. Tepat pada 2013, ia pindah ke Chongqing, lokasi yang dikenal sebagai “ibu kota sepeda motor” di Tiongkok. Dari sana, dia membangun reputasi lewat modifikasi motor hingga mendirikan KOVOMOTO pada 2017.

    Kemudian hasrat lebih besar muncul, ingin menciptakan mesin performa tinggi. Ketika visi itu tak sejalan dengan partner bisnis, hingga ia memilih mundur. Pada 2024, Zhang mendirikan ZXMOTO, singkatan dari Zhang Xue Motorcycles. Tapi dalam pemaparan, dia mengaku tidak terlalu menyukai dunia bisnis. “Saya hanya suka membuat motor,” tukasnya. Dalam waktu kurang dari setahun, ZXMOTO merilis model produksi pertama bernama ZX-500RR, langsung mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit hanya dalam empat bulan.

    Transparansi Jadi Kunci Kesuksesan

    Zhang juga dikenal aktif berinteraksi dekat kepada konsumen melalui siaran langsung mingguan. Baginya, transparansi adalah kunci menjaga kualitas. Ia ingin memastikan setiap produk benar-benar memenuhi ekspektasi pengguna. Kemenangan di Portugal menjadi validasi nyata dari perjalanan panjang itu. Bahkan, video lama Zhang saat berusia 19 tahun kembali viral. Memperlihatkan dia berlumur lumpur di atas motor butut, dengan tekad sama seperti hari ini.

    Pesannya sederhana, namun kuat. Jika tidak berani mengejar mimpi saat muda, penyesalan akan datang pada kemudian hari. Kini, dari seorang mekanik desa hingga menjadi pendiri brand yang menorehkan sejarah di ajang dunia. Zhang Xue membuktikan satu hal, keberanian bisa mengubah jalan hidup menjadi luar biasa. (ALX)

    Source

    Baca Juga: 

    AHM Bidik Rekor Produksi 100 Juta Unit Sepeda Motor di Indonesia Tahun Ini

    Lebih Dekat dengan Honda CB400 Super Four yang Baru Saja Dikenalkan

    Baca Semua

    Artikel Unggulan

    Motor Unggulan

    • Yang Akan Datang

    Artikel Motor dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test
    • Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Dimulai, Toba Samosir Jadi Etape Pembuka
      Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Dimulai, Toba Samosir Jadi Etape Pembuka
      Zenuar Yoga . Hari ini
    • Royal Enfield Indonesia Rilis Himalayan Mana Black
      Royal Enfield Indonesia Rilis Himalayan Mana Black
      Zenuar Yoga . Hari ini
    • Yamaha Gear Ultima Uji Durabilitas di Sirkuit Puncak Mario
      Yamaha Gear Ultima Uji Durabilitas di Sirkuit Puncak Mario
      Zenuar Yoga . Hari ini
    • Kawasaki Kembangkan Teknologi Hidrogen Cair untuk Motor
      Kawasaki Kembangkan Teknologi Hidrogen Cair untuk Motor
      Zenuar Yoga . 17 Apr, 2026
    • Ajang Modifikasi Yamaha Classy Modifest 2026 Hadir di Lima Kota Besar
      Ajang Modifikasi Yamaha Classy Modifest 2026 Hadir di Lima Kota Besar
      Zenuar Yoga . 17 Apr, 2026
    • Mengenal 4 Skuter Listrik VinFast yang Segera Hadir di Indonesia
      Mengenal 4 Skuter Listrik VinFast yang Segera Hadir di Indonesia
      Zenuar Yoga . 16 Apr, 2026
    • Kisah Mekanik Desa Zhang Xue, Pendiri ZXMOTO yang Kini Jadi Atensi di WorldSSP
      Kisah Mekanik Desa Zhang Xue, Pendiri ZXMOTO yang Kini Jadi Atensi di WorldSSP
      Anjar Leksana . 06 Apr, 2026
    • Duel Adventure Bike di Segmen Mid-Weight: Himalayan 450 vs Kawasaki KLE500, Siapa Terbaik?
      Duel Adventure Bike di Segmen Mid-Weight: Himalayan 450 vs Kawasaki KLE500, Siapa Terbaik?
      Zenuar Yoga . 26 Mar, 2026
    • Kenapa Banyak Orang Pilih Berkendara Motor? Ini Alasan Kuat di Baliknya
      Kenapa Banyak Orang Pilih Berkendara Motor? Ini Alasan Kuat di Baliknya
      Zenuar Yoga . 22 Mar, 2026
    • 5 Hal yang Menarik Tentang Kawasaki KLE500 Series
      5 Hal yang Menarik Tentang Kawasaki KLE500 Series
      Zenuar Yoga . 20 Mar, 2026
    • Usai Mudik Lebaran, Ini 5 Komponen Motor yang Wajib Dicek Agar Tetap Aman
      Usai Mudik Lebaran, Ini 5 Komponen Motor yang Wajib Dicek Agar Tetap Aman
      Zenuar Yoga . 31 Mar, 2026
    • Tips Aman Tinggalkan Motor Listrik Saat Mudik, Perhatikan Hal Ini!
      Tips Aman Tinggalkan Motor Listrik Saat Mudik, Perhatikan Hal Ini!
      Ardiantomi . 17 Mar, 2026
    • Agar Riding Libur Lebaran Aman, Yamaha Bagikan Tips Perawatan Sepeda Motor
      Agar Riding Libur Lebaran Aman, Yamaha Bagikan Tips Perawatan Sepeda Motor
      Zenuar Yoga . 17 Mar, 2026
    • Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
      Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
      Zenuar Yoga . 04 Mar, 2026
    • Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
      Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
      Zenuar Yoga . 26 Feb, 2026
    • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
      Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
      Ardiantomi . 04 Des, 2025
    • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
      First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
      Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
    • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
      First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
      Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
    • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
      Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
      Ardiantomi . 17 Sep, 2025
    • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
      First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
      Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025