Di IIMS 2026 kemarin turut dipajang unit C 400 GT. Skuter matik premium gambot ini dilepas Rp429,9 juta on the road Jakarta. Namun ada hal menarik di baliknya. Ia merupakan produk kolaborasi. BMW Motorrad menggandeng manufaktur Tiongkok, Loncin—yang juga dikenal lewat merek Voge—untuk memproduksi skuter ini di Chongqing, Cina. Jadi secara basis, unit merupakan hasil rebadge dengan sejumlah sentuhan desain dan penyesuaian khas masing-masing pabrikan.
Mari bedah lebih dalam. BMW C 400 GT dirancang sebagai skuter jarak menengah hingga jauh yang mengutamakan proteksi. Panel bodi berukuran besar dipadukan windshield tinggi dan lebar. Hasilnya, area lindung terhadap terpaan angin terasa optimal. Posisi setang, kontur jok, serta pijakan kaki disusun membentuk segitiga ergonomi yang pas. Duduk terasa santai, bahkan ketika diajak menjelajah lebih jauh.
Sistem pencahayaan sudah full LED. Desain lampu depan tampil modern dengan daytime running light sebagai opsi. Sorot lampu dekat dan jauh cukup kuat untuk riding malam hari. Sein depan terintegrasi di panel bodi, sementara lampu belakang menyatu rapi dengan sein buritan.
Menariknya, BMW C 400 GT merupakan kembaran Voge SR4 Max. Secara bentuk relatif serupa, namun BMW memberi sentuhan fascia lebih sporty dan agresif. Lekuk fairing tampak lebih ramping, garis bodi dinamis, serta windshield dibuat lebih tinggi demi proteksi maksimal. Detail seperti kaliper radial J.Juan, kualitas finishing panel bodi, hingga opsi aksesori eksklusif menjadi pembeda yang mempertegas aura premium.
Nilai tambah lainnya hadir lewat fitur BMW Motorrad Connectivity (opsional). Melalui layar TFT warna 6,5 inci beresolusi tinggi, pengendara dapat mengakses fungsi smartphone. Mulai menerima panggilan, memutar musik, hingga navigasi. Semua dirancang tetap mudah dioperasikan saat motor melaju.

Soal dapur pacu, C 400 GT mengusung mesin 349,8 cc satu silinder, 4-tak, berpendingin cairan, SOHC. Tenaga puncaknya mencapai 34 PS pada 7.500 rpm, dengan torsi maksimum 35 Nm di 6.600 rpm. Karakternya disetel agar responsif namun tetap efisien. Akselerasi terasa sigap untuk pemakaian dalam kota, tetapi masih nyaman diajak touring.
Penyaluran tenaga ke roda belakang menggunakan CVT belt. Spesifikasi teknisnya mencakup diameter x langkah 80 mm x 69,6 mm, rasio kompresi 11,5:1 serta sistem manajemen mesin BMS-E2 digital. Termasuk penggunaan closed-loop 3-way catalytic converter guna menekan emisi agar sesuai regulasi yang berlaku.
Bagian kaki-kaki juga tak kalah serius. Suspensi depan memakai KYB teleskopik diameter 35 mm. Di belakang terpasang sepasang shockbreaker KYB dengan pengaturan preload. Sistem pengereman mengandalkan cakram 265 mm di depan dan belakang, sudah terintegrasi dual-channel Bosch ABS. Deselerasi terasa stabil dan aman dalam berbagai kondisi.
Urusan traksi dibantu fitur Automatic Stability Control (ASC). Sistem ini membantu mencegah roda belakang selip saat grip berkurang, sehingga tenaga tersalurkan lebih efektif ke aspal. Keamanan aktif pun meningkat, termasuk ketika melibas jalan licin. Dengan banderol Rp429,9 juta OTR Jakarta, C 400 GT jelas menyasar segmen yang spesifik. Pertanyaannya, apakah Anda siap menggelontorkan dana sebesar itu untuk sebuah skuter premium berlogo biru-putih? (ALX)
Baca Juga:
Bedah Spesifikasi Suzuki DR-Z4SM 400 cc yang Dipajang di Gelaran IIMS 2026
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2026. Semua Hak Cipta Dilindungi.