Marc Marquez Berharap Dapat Finish dan Sukses di MotoGP Mandalika Akhir Pekan Ini
Marc Marquez kembali menghadapi tantangan berat di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pembalap Ducati Lenovo Team itu akan berlaga di MotoGP Indonesia pada 9–11 Oktober 2026. Sebelum memasuki akhir pekan balap, Marc bertemu penggemar melalui acara meet and greet Shoei Indonesia. Zigwheels turut bertemu pembalap bernomor #93 itu di Fairmont Jakarta. Mandalika menjadi salah satu sirkuit dengan catatan kurang bersahabat bagi Marc sejak 2022.
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Marc Marquez belum pernah finish di Mandalika?
Marc mengalami kecelakaan pada 2022, kecelakaan pada 2023, masalah teknis 2024, dan insiden 2025.Apa modal Marc Marquez menghadapi MotoGP Indonesia 2026?
Marc membawa enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir serta feeling berkendara yang semakin baik.Berbeda dari musim-musim sebelumnya, Marc datang dengan performa sangat kuat. Ia mengantongi enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir. Performa itu membuat peluang mengejar gelar Juara Dunia MotoGP kedelapan semakin terbuka. Mandalika pun menjadi salah satu ujian penting dalam rangkaian tur Asia. Catatan buruk di sirkuit ini membuat tekanan tetap terasa.
Marc sendiri menyadari Mandalika selalu menghadirkan cerita berbeda dalam kariernya. Ia sempat merasakan feeling bagus saat menjalani pengetesan di sirkuit ini. Namun, hasil balapan justru berkali-kali berakhir mengecewakan. Kondisi itu membuatnya ingin datang dengan mental lebih positif tahun ini.
“Agak susah bilangnya. Kadang kita start balapan dengan feeling yang kurang baik. Tapi di Mandalika, saat kami ke sini sejak 2021 rasanya bagus saat pengetesan. Tapi saat balapan saya malah kecelakaan, serta ada masalah. Dan ya di sirkuit ini saya betul-betul berjuang. Dan saya berharap punya mentalitas positif, tahun ini semoga bakal berbeda,” terang Marc Marquez.
Mandalika Belum Bersahabat bagi Marc Marquez
Sirkuit Mandalika pertama kali masuk kalender MotoGP pada 2022. Marc datang sebagai salah satu kandidat kuat dalam persaingan. Ia justru hanya menempati posisi start ke-15 setelah kualifikasi. Masalah kemudian muncul saat sesi warm up menjelang balapan utama. Marc mengalami kecelakaan highside keras di Tikungan 7. Insiden itu membuat kiprahnya di Mandalika berakhir sebelum balapan dimulai.
Akibat kecelakaan itu, Marc harus absen di GP Indonesia. Ia juga tidak dapat tampil pada seri berikutnya di GP Argentina. Debut di sirkuit baru itu pun berakhir tanpa kesempatan bertarung dalam Grand Prix. Setahun kemudian, Marc kembali dengan harapan lebih besar. Hasilnya kembali tidak sesuai ekspektasi karena ia mengalami kecelakaan pada Sabtu dan Minggu. Akhir pekannya pun berakhir tanpa tambahan poin.
Peruntungan mulai sedikit berubah saat MotoGP Indonesia 2024. Marc mampu finis ketiga dalam Sprint Race dan mengamankan tujuh poin. Kecepatan yang ditunjukkannya memberikan sinyal positif menjelang Grand Prix. Sayangnya, masalah teknis kembali menghentikan langkahnya. Marc gagal menyelesaikan balapan utama di Mandalika.
Insiden 2025 Kembali Gagalkan Marc
Musim 2025 sebenarnya memberikan harapan baru bagi Marc Marquez. Ia datang dengan kondisi lebih baik dan berstatus Juara Dunia MotoGP. Posisi start dari baris ketiga menjadi modal awal menghadapi balapan. Marc kemudian mampu mengamankan posisi keenam pada Sprint Race. Hasil itu diraih setelah ia menjalani Long Lap Penalty.
Kecepatan saat Sprint Race membuat peluang Marc terlihat cukup menjanjikan. Namun, situasi berubah sejak lap pertama Grand Prix. Marc terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Kecelakaan itu kembali mengakhiri balapannya di Mandalika. Catatan tanpa menyelesaikan Grand Prix di sirkuit ini pun berlanjut.
Hasil itu juga membuat akhir musim Marc berakhir lebih cepat. Mandalika kembali menjadi salah satu titik buruk dalam perjalanannya. Empat kali tampil di Indonesia belum menghasilkan satu finis Grand Prix. Padahal, Marc beberapa kali menunjukkan kecepatan kompetitif di lintasan ini.
Enam Kemenangan Jadi Modal Penting
Foto: ZigwheelsKini Marc memiliki modal lebih kuat menghadapi MotoGP Indonesia 2026. Ia telah meraih enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir. Performa itu membuat persaingan gelar dunia kembali terbuka. Mandalika menjadi kesempatan penting guna memangkas selisih poin di klasemen. Ducati Lenovo Team juga membawa paket motor dengan performa kompetitif musim ini.
Tekanan tetap ada karena Marc belum pernah menuntaskan Grand Prix di Mandalika. Namun, ia tidak memasang target berlebihan sebelum mengetahui kondisi lintasan. Marc ingin melihat perkembangan sepanjang sesi latihan dan kualifikasi. Feeling terhadap motor menjadi salah satu faktor penting bagi pembalap asal Cervera itu. “Tentu saja, saya belum pernah menuntaskan balapan di sana. Saya memang agak kurang beruntung,” tuturnya.
Catatan Sprint Race musim lalu juga menjadi referensi bagi Marc tahun ini. Ia merasa kecepatannya sudah cukup baik meski terkena Long Lap Penalty. Kondisi fisiknya juga terus membaik dalam beberapa seri terakhir. Marc menyebut feeling terhadap motor mulai kembali sangat positif sejak Aragon.
“Tahun lalu di Sprint, saya merasa cukup oke meski sempat terkena Long Lap Penalty, jadi kita lihat saja nanti. Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan. Namun perlahan kondisi saya membaik dan sejak Aragon, feeling saya saat mengendarai motor terasa sangat bagus,” ucap dia lagi.
Akankah Kutukan Mandalika Berakhir?
Foto: ZigwheelsRace Mandalika menjadi ujian berikutnya bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar 2026. Performa Ducati Lenovo Team memberi modal kuat menjelang akhir pekan. Enam kemenangan dalam sembilan ronde juga menunjukkan konsistensi Marc. Namun, karakter Mandalika selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi pembalap MotoGP. Kesalahan kecil bisa mengubah hasil balapan secara drastis.
Finis pertama kali di Mandalika sudah menjadi pencapaian penting bagi Marc. Kemenangan tentu menjadi hasil paling ideal dalam situasi ini. Selain mengejar gelar dunia kedelapan, Marc juga berpeluang menghapus catatan buruknya di Indonesia. Jawabannya akan ditentukan sepanjang rangkaian MotoGP Indonesia pada 9–11 Oktober 2026.
Bagi Marc, target utama bukan sekadar mengalahkan rival. Ia juga ingin membuktikan bahwa Mandalika bukan lagi lintasan penuh kesialan. Mentalitas positif menjadi modal awal sebelum motor turun ke lintasan. Jika berhasil menyelesaikan Grand Prix, satu catatan buruk akhirnya bisa terhapus dari perjalanan Marc di Indonesia. (ALX)
Baca Juga:
Riset ITB Ungkap Risiko Pengereman Motor, ABS Bisa Selamatkan Puluhan Ribu Nyawa
Suzuki SV-7GX Meluncur, Crossover 645 cc dengan Tangki 17 Liter
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Motor Ducati Unggulan
- Populer
Artikel Motor Ducati dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
