Mengenal Sepeda Motor Wuyang Honda yang Dipajang di Markas GAC
Lini produk GAC di Tiongkok begitu lengkap. Selain deret pajangan kendaraan roda empat dalam bentuk mobil bensin, PHEV, hybrid REEV hingga EV. Perusahaan juga turut menampilkan Wuyang Honda, karena Guangzhou Automobile Group Co., Ltd. juga memegang saham di sektor ini. Di sana turut dipamerkan NWT 150, E-VO Cafe Racer dan E-VO GT. Dan unit memang disiapkan untuk mengisi market domestik Cina.
KEY TAKEAWAYS
Motor apa saja yang dipamerkan di GAC Technology Museum Guangzhou?
Terdapat tiga model dari Wuyang Honda yang ikut dipajang, yakni NWT 150, Honda E-VO Cafe Racer, dan Honda E-VO GT. Kehadiran motor ini melengkapi portofolio GAC yang tak hanya fokus pada kendaraan roda empat, tetapi juga roda dua melalui kerja sama joint venture.Apa daya tarik utama dari ketiga motor Wuyang Honda tersebut?
NWT 150 menawarkan mesin bensin efisien dengan karakter responsif untuk penggunaan harian. Sementara E-VO Cafe Racer dan E-VO GT mengusung teknologi listrik dengan desain futuristis, fitur konektivitas modern, serta jarak tempuh yang memadai untuk mobilitas urban. Kombinasi ini menunjukkan arah pengembangan kendaraan roda dua yang semakin mengedepankan elektrifikasi dan teknologi pintar.“GAC Group memang memiliki produk yang lengkap di berbagai segmen. Bisa dilihat ada beberapa merek lain yang tersaji di museum ini karena sebagai hasil dari joint venture (usaha patungan). Ada GAC Honda, GAC Toyota dan bahkan produk sepeda motor dari Wuyang Honda ini,” terang Valdo Prahara, Marcomm & PR GAC Indonesia di Guangzhou.
Wuyang Honda NWT 150 (Harga mulai 14.980 Yuan Setara Rp37,81 juta)

Wuyang Honda NWT 150 mengusung mesin 4 tak satu silinder, dengan pendingin cairan. Kendaraan dirancang agar efisien namun tetap bertenaga. Output maksimum mencapai 11,4 kW atau setara sekitar 15,5 PS pada 8.500 rpm. Sedangkan torsi puncak menyentuh 14,4 Nm di 6.500 rpm. Karakter ini memberi dorongan responsif sejak putaran bawah. Cocok untuk mobilitas urban yang menuntut akselerasi sigap. Rasio kompresi 11,5:1 dipadukan dengan dimensi bore x stroke 60,0 x 53,0 mm. Menandakan setelan mesin yang cenderung bertenaga namun diklaim tidak boros bensin.
Distribusi daya mengandalkan transmisi otomatis CVT. Bikin pengendaraan terasa praktis tanpa perlu repot perpindahan gigi. Sistem starter sudah elektrik dan dibekali fitur start-stop guna membantu menekan konsumsi bahan bakar saat kondisi berhenti sejenak. Di sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan ban depan 110/70-14 dan belakang 130/70-13. Sudah pakai kompon semi-hot melt. Sehingga menjanjikan traksi optimal sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat bermanuver di berbagai kondisi jalan.
Cafe Racer E-VO (Harga mulai 29.999 Yuan Setara Rp75,72 Juta)

Kemudian terpajang Honda E-VO Cafe Racer. Ia memiliki panjang 1.996, lebar 755 mm, tinggi 1.057 mm, jarak sumbu roda 1.380 mm. Lalu ground clearance minimum 186 mm. Tinggi sadel dari tanah 765 mm, lumayan jangkung untuk rata-rata postur masyarakat di Asia. Dilihat dari rancang bangun, Honda E-VO memang tampak seperti motor dari masa depan. Jelas terlihat ramping tanpa imbuhan knalpot. Bisa diajak berboncengan. Tapi entah kenapa tanpa dipasang behel belakang. Kemudian pencahayaan depan mengandalkan teknologi LED untuk penerangan maksimal. Batok kepala membulat plus posisi spion gabung bareng setang. Bagian ini menimbulkan kesan retro kontemporer.
Ya, dua pilihan penyimpan setrum ditawarkan, yaitu 4,1 kWh dan 6,3 kWh, yang dikemas dalam konfigurasi baterai ganda. Paket 4,1 kWh diklaim memiliki jangkauan World Motorcycle Test Cycle (WTMC) sejauh 120 km. Anda dapat melakukan pengisian daya selama 90 menit dengan arus listrik AC di rumah tangga. Atau 60 menit menggunakan pengisi daya cepat.
Lalu opsi 6,3 kWh dengan tiga baterai meningkatkan jangkauan hingga 170 km WTMC. Untuk waktu pengisian daya yang diklaim selama 150 menit dengan arus listrik rumah tangga dan 90 menit dengan pengisi daya cepat. Kedua versi E-VO menggunakan motor listrik yang sama, unit berdaya 15,53 kW yang menghasilkan daya setara dengan 21,5 PS. Menariknya, power disalurkan via belt ke roda belakang. Posisi motor penggerak di tengah. Bukan menempel di ban belakang seperti skuter elektrik kebanyakan.
Honda E-VO GT (Harga mulai 14.980 Yuan Setara Rp37,81 Juta)

Ada pula Honda E-VO GT yang tampil sebagai skuter listrik bergaya futuristik dengan proporsi ringkas dan proporsional. Dimensi bodi membentang 1.975 x 751 x 1.125 mm dengan jarak sumbu roda 1.400 mm. Ini menciptakan postur stabil sekaligus lincah untuk penggunaan harian. Bobot kosong 148 kg masih tergolong ideal di kelasnya. Ia ditopang ground clearance 128 mm yang aman saat melibas kontur jalan perkotaan. Ketinggian jok 765 mm pun ramah bagi mayoritas pengendara Asia.
Bicara performa, ia mengandalkan motor listrik tipe mid-mounted yang sanggup mengeluarkan tenaga puncak 15,8 kW atau 21,4 PS. Sumber energi berasal dari baterai lithium “new energy safety” bertegangan 74V dengan kapasitas 56Ah. Dalam pengujian WMTC, daya jelajahnya diklaim mencapai 120 km, cukup untuk mobilitas komuter dalam kota. Kecepatan maksimum tembus 110 km/jam.
Cas daya juga tergolong efisien. Dengan home charging 1,8 kW, baterai dapat terisi dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 1,5 jam. Sementara jika memanfaatkan charging pile 3,4 kW, durasinya bisa dipangkas menjadi hanya 1 jam. Untuk keamanan, sistem pengereman sudah mengandalkan cakram di kedua roda yang dilengkapi ABS. Dapat memberi kontrol optimal saat deselerasi mendadak.
Yang tak kalah menarik, sektor teknologi menjadi salah satu nilai jual utama. E-VO GT dibekali panel instrumen TFT 7 inci dengan arsitektur pintar Wi LINK. Pengguna bisa menikmati fitur konektivitas lengkap. Seperti pembukaan kunci via aplikasi, NFC dan Bluetooth, integrasi smartphone, hingga dukungan pembaruan OTA. Bahkan, tersedia konektivitas dengan kamera DJI, menegaskan sajian fitur modern menyatu dengan gaya hidup digital masa kini. (ALX)
Baca Juga:
Honda HRD 125 Dijual Mulai Rp28 Jutaan, Cocok Jadi Teman Bertualang
Hyundai dan TVS Berbagi Keahlian dalam Membuat Motor Roda Tiga Listrik
Jadi Bebek Tualang, Daytona Highland 125 Berdandan ala Honda CT125
Artikel Unggulan
- Terbaru
- Populer
Motor Honda Unggulan
- Terbaru
- Populer
Artikel Motor Honda dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test