Menyaksikan 3 Pembalap Indonesia Berlaga di WWSP300 di Sirkuit TT Assen Belanda

ASSEN, 25 April 2018 – Menyaksikan langsung balapan motor kelas dunia jelas bukan pengalaman yang sering didapatkan. Mendengar secara langsung raungan mesin motor yang berlomba dan merasakan atmosfir balap yang mengasikan inilah yang dialami Edi Susanto dari Indonesian Embassy The Hague. Ia menyaksikan langsung penampilan 3 pembalap Indonesia yang turun di Kejuaraan Dunia Supersport 300 yang dihelat di sirkuit TT Assen Belanda, Minggu, 22 April 2019. Ini laporannya. Panas terik nan menyengat ditambah suhu lintasan yang mencapai 34 derajat tak menyurutkan tekad dan semangat 3 pembalap muda Indonesia untuk berlaga, membela panji Merah Putih di Kejuaraan Dunia Supersport 300 yang dihelat di sirkuit TT Assen Belanda, Minggu, 22 April 2019. Dalam Kejuaraan kali ini Indonesia diwakili oleh pembalap-pembalap muda berbakat yang tergabung dalam 3 tim yang berbeda. Galang Hendra Pratama dari Tim Biblion Yamaha Motoxracing, Ali Adriansyah Rusmiputro dari Pertamina Almeria BCD By MS Racing dan Imanuel Putra Pratna dari tim Terra E Moto. Sayang sekali, Galang Hendra Pratama yang memulai balapan dari posisi 13 terjatuh pada tikungan 5 pada lap ke-3. Pembalap Indonesia yang pernah mencatatkan sejarah dengan meraih podium 1 pada balapan kejuaraan ini di Jerez, Spanyol tahun lalu, harus keluar lebih cepat dari kejuaraan ini. Perjuangan diteruskan oleh Ali Adrian Rusmiputro. Pembalap muda kelahiran Jakarta tahun 1993 yang memiliki pengalaman balap terbanyak di Eropa dan mendapat julukan ”The Next Rossi” dari media di Eropa ini langsung melesat ke posisi 20 pada lap pertama, menyalip 6 pembalap lain dari posisi start semula, grid 26. Kehadiran dan dukungan Duta Besar RI Untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A Wesaka Puja secara langsung di grid start-nya, menambah daya juang untuk terus melaju. Memangkas jarak dengan pembalap didepannya. Pada lap-lap selanjutnya, Ali Adrian yang menggunakan nomer 12 ini terus berusaha menembus barisan awal. Tekad yang membaja, disertai keberaniannya yang luar biasa, membuat posisinya terus meningkat. Pada lap ke-7 Ali Adrian sudah bersaing pada posisi 18, kemudian naik ke 17 pada lap 8, naik lagi ke posisi 16 pada lap 9, dan bertarung pada posisi ke 15 pada lap ke-10. Sayang sekali, pada lap ke-11, Ali kembali ke posisi 16 karena harus mengerem sekuat tenaga demi menghindari pembalap yang jatuh persis di depannya. Pada lap terakhir, pembalap muda yang pernah meraih juara 3 Nasional pada kelas 250cc ini mengerahkan  seluruh kemampuan. Motornya yang pada kejuaraan kali ini menembus kecepatan top speed 188,8 kpj dipaksa berlari sekencang mungkin. Hingga akhirnya Ali Adrian dapat menyentuh garis akhir pada posisi ke 13. Mengumpulkan 3 point dan bertengger di posisi 18 pada klasemen sementara. Perjuangan Ali Adrian dalam kejuaraan kali ini tidaklah mudah. Yamaha YZF R-3 tunggangannya sempat mengalami masalah kopling hanya sehari menjelang balapan. Masalah yang mendera tersebut akhirnya diatasi oleh tim mekanik dengan hanya memasang 5 tingkat percepatan saja. Beda satu tingkat dari motor lainnya yang rata-rata menggunakan setelan 6 tingkat percepatan. Setelan ini terbukti manjur. Yamaha YZR R-3 berkapasitas 300cc tunggangan Ali Adrian mampu bersaing dengan KTM RC 390 R dan Kawasaki Ninja 400 yang masing-masing menggunakan kubikasi yang lebih jauh lebih besar, 390cc dan 400cc. Kemampuan Ali Adrian untuk bersaing pada kejuaraan ini sampai mengundang kecurigaan pihak lawan, hingga timnya pun harus merelakan motornya dibongkar oleh panitia beberapa saat seusai lomba. Sementara itu, Imanuel Putra Pratna yang membela tim Terra E Moto. Tak kalah luar biasa. Pembalap muda kelahiran tahun 1996 juga menggeber Yamaha YZF R-3-nya hingga mencapai kecepatan puncak 183,1 kpj. Memulai balapan pada posisi 30, Imanuel yang menggunakan nomer 96 berhasil mengembangkan kecepatan sehingga posisinya terus meningkat hampir pada setiap lap. Setelah sempat tertahan pada posisi 22 pada lap ke-9, 10, dan 11. Imanuel Putra Pratna berhasil memperbaiki 3 posisi pada lap terakhir dan menyelesaikan lomba pada posisi ke-19. Seri yang dihelat di sirkuit TT Assen ini adalah seri kedua dari 11 seri yang akan digelar di beberapa negara Eropa. Seri Berikutnya akan digelar di sirkuit Imola Italia pada 11-13 Mei 2018. Dan keseluruhan seri akan berakhir di Sirkuit Magny-Cours Perancis pada 30 September 2018. EDI SUSANTO (ASSEN)

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • Kontroversi di MotoGP, Leg Wings Aprilia Jadi Aksesori RSV4
    Kontroversi di MotoGP, Leg Wings Aprilia Jadi Aksesori RSV4
    Zenuar Yoga . Hari ini
  • Mengenal Kecanggihan Sistem AMT QJMotor SRK 250 RA, Begini Cara Kerjanya
    Mengenal Kecanggihan Sistem AMT QJMotor SRK 250 RA, Begini Cara Kerjanya
    Zenuar Yoga . Hari ini
  • MotoGP Australia Pindah ke Adelaide 2027, Era Baru Balapan Jalan Raya
    MotoGP Australia Pindah ke Adelaide 2027, Era Baru Balapan Jalan Raya
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Tracker Resmikan Store Apparel Riders Pertama di Bintaro
    Tracker Resmikan Store Apparel Riders Pertama di Bintaro
    Zenuar Yoga . 18 Feb, 2026
  • Classy Fun Day: Cara Asyik Nikmati Bandung-Garut Pakai Yamaha Fazzio dan Filano Terbaru
    Classy Fun Day: Cara Asyik Nikmati Bandung-Garut Pakai Yamaha Fazzio dan Filano Terbaru
    Bangkit Jaya Putra . 17 Feb, 2026
  • Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Zenuar Yoga . Hari ini
  • Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Zenuar Yoga . 21 Feb, 2026
  • Motor di Bawah Rp50 Juta Paling Menarik di IIMS 2026, dari Adventure hingga Skutik Listrik
    Motor di Bawah Rp50 Juta Paling Menarik di IIMS 2026, dari Adventure hingga Skutik Listrik
    Zenuar Yoga . 13 Feb, 2026
  • Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Zenuar Yoga . 19 Jan, 2026
  • Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Zenuar Yoga . 20 Agu, 2025
  • Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Zenuar Yoga . 03 Jul, 2025
  • Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Bangkit Jaya Putra . 21 Apr, 2025
  • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Ardiantomi . 04 Des, 2025
  • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
  • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
  • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Ardiantomi . 17 Sep, 2025
  • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025