Kala debut Kia Sales Indonesia pada pekan lalu. Mereka bersuara mengenai tekad memperkuat sekaligus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystem) di Tanah Air. Ini menjadikannya sebagai bagian dari strategi elektrifikasi jangka panjang. Fokus pengembangannya mencakup kesiapan teknologi kendaraan listrik. Serta perluasan portofolio produk yang selaras dengan kebutuhan pasar domestik. Dalam presentasi, perusahaan mengungkap bakal membawa MPV EV produksi lokal (di pabrik Hyundai) pada akhir 2026.
Belum terkonfirmasi pasti jenis MPV apa yang kelak mendarat. Namun jika berkaca dari pergerakan Kia global. Model yang paling mendekati ialah Carens Clavis EV. Di India unit ini sudah tersedia. Di sana, ia menggendong baterai 51,4 kWh (extended range) dengan klaim daya jelajah mencapai 490 km dalam sekali pengisian penuh. Varian tertingginya dijajakan 2.449.000 INR atau setara Rp457 jutaan. Angka yang menempel ketat harga Hyundai Kona EV di Indonesia.
“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Kia dalam menghadirkan kendaraan listrik. Kami ingin memastikan bahwa kesiapan teknologi, kualitas produk, dan pengalaman kepemilikan berjalan selaras. Sehingga pertumbuhan elektrifikasi dapat berkembang secara sehat dan sesuai pasar Indonesia,” papar Bayu Riyanto, Managing Director Kia Sales Indonesia, beberapa waktu lalu.
Deretan model kendaraan listrik Kia yang telah dikembangkan secara global berperan sebagai representasi kesiapan teknologi. Pun menjadi landasan dalam pengembangan EV ecosystem di pasar nasional. Kedatangan lini EV, menurut perusahaan, merupakan cerminan kesiapan dalam memboyong produk yang dikembangkan secara komprehensif di tingkat global. Lantas disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.
Pengembangan kendaraan listrik Kia secara global disokong oleh Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Sebuah platform khusus kendaraan listrik yang dirancang guna menjawab tuntutan mobilitas berbasis baterai. Konstruksi dasar ini menjadi faktor teknis krusial bagi pengembangan lini kendaraan EV. Dengan fokus pada efisiensi sistem penggerak, performa berkendara, serta fleksibilitas pengembangan berbagai segmen kendaraan. Termasuk untuk kendaraan penumpang dan keluarga (MPV).
Melalui E-GMP, Kia mengoptimalkan penempatan baterai dan komponen utama kendaraan listrik. Hasilnya, distribusi bobot menjadi lebih seimbang. Sekaligus mendukung peningkatan stabilitas dan kenyamanan berkendara. Teknologi ini jamak digunakan dalam pengembangan kendaraan listrik mereka secara global. Sehingga memungkinkan adaptasi produk sesuai karakter market Indonesia. Apalagi mereka terang-terangan mengungkap bakal melakukan ekspansi lini produk EV pada masa mendatang.
Adapun kesiapan Kia dalam membawa MPV EV berangkat dari arah pengembangan perusahaan secara global melalui Plan S. Sebuah kerangka transformasi bisnis yang menempatkan elektrifikasi dan solusi mobilitas masa depan sebagai fokus utama. Melalui rencana ini. Perusahaan secara bertahap memperkuat lini produk setrum. Sekaligus berinvestasi dalam pengembangan teknologi EV. Guna mendukung transisi industri otomotif menuju era elektrifikasi.
Jadi, kerangka global ini menjadi pijakan bagi pengembangan kendaraan listrik Kia di berbagai pasar. Di Indonesia, pendekatan ini diterjemahkan secara adaptif dengan menimbang kesiapan pasar, karakter konsumen, serta perkembangan ekosistem otomotif nasional. Dengan demikian, strategi elektrifikasi perusahaan diarahkan untuk membawa EV segmen kendaraan keluarga seperti MPV. Dan Carens Clavis EV dinilai sangat cocok.
Terkait pengembangan EV Ecosystem Kia di Indonesia dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi kendaraan listrik. Lalu kualitas produk yang ditawarkan, serta kemampuan pasar dalam menyerap kendaraan listrik secara berkelanjutan. Fokus pengembangan ini mencakup perluasan kendaraan listrik mereka di berbagai segmen, termasuk EV dan MPV. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung transformasi mobilitas nasional. Sekaligus membuka ruang bagi pengembangan model lain kelak. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap fase pengembangan selaras dengan kebutuhan konsumen. Juga kesiapan pasar.
Fokus ke depan, Kia Indonesia bakal terus memantau denyut perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Kemudian menyesuaikan langkah pengembangan EV ekosistem secara berkesinambungan. “Kami melihat elektrifikasi sebagai perjalanan jangka panjang. Kami berada di posisi yang siap secara teknologi dan strategi global untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Ke depan, kami terus bergerak secara bertahap dan adaptif. Memastikan setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen. Serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional,” pungkas Bayu Riyanto. (ALX)
Baca Juga:
Perkuat Fondasi EV Nasional, Geely EX2 Resmi Memulai Proses Perakitan Lokal di Indonesia
Perkuat Dominasi Low SUV, Toyota Astra Motor Segarkan New Raize 2026
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2026. Semua Hak Cipta Dilindungi.