REVIEW: Yuk Kenali Fitur Unggulan Honda Genio

honda genio
JAKARTA, Motovaganza.com – Kehadiran Honda Genio membuat PT Astra Honda Motor (AHM) kini punya model lengkap di segmen skutik 110 cc. Meski datang belakangan, model siap mengkuti langkah Honda BeAT atau Scoopy. Genio punya modal yang cukup menjanjikan. Sebagai contoh desain yang lain dari skutik Honda kebanyakan. Bentukan tubuh melengkungnya tentu tak bisa disamakan dengan Scoopy, karena desain Genio dipercaya merujuk kepada konsep Project G yang dipamerkan pada IMOS 2018. Pendaran lampu utama LED hadir dengan desain modern. Namun fitur tersebut tidak diikuti dengan lampu rem dan sein yang masih berupa bohlam. Suguhan paling menarik justru merujuk pada tampilan panel meter. Bagian ini berbentuk bulat dengan sajian informasi full digital. Ragam data dasar ditampilkan, mulai dari spidometer, odometer, hingga fuel meter. Satu lagi, ada Eco Indicator sebagai pemandu berkendara irit. Dari layar bulat tadi pula Anda dapat melihat kinerja perangkat Idling Stop System (ISS). Memang untuk menggunakannya, Anda mesti membeli unit tertinggi (Genio CBS-ISS). Jika tombol ISS di setang sebelah kanan aktif (On), maka mesin bakal mati otomatis saat idle 3-5 detik. Fitur ini pula yang diklaim menyokong efisiensi Genio. Seperti dituliskan, konsumsi BBM Honda Genio mencapai 59,1 km/liter. Berdasarkan pengujian ECE R40, skutik ini dapat berjalan sejauh 248 km dengan kondisi tangki full tank (4,2 liter). Untuk Genio CBS memang tak punya itu. Namun versi ini juga sudah mengaplikasi sistem pengereman CBS alias Combi Brake System. Cukup membantu, pasalnya pengendara dapat mengoperasikan kedua rem secara simultan hanya dengan satu tuas rem saja. Saat menekan tuas rem kiri, rem belakang akan bekerja dan diikuti kemudian oleh rem depan. Sebagai perangkat tambahan, disematkan pula brake lock berukuran lumayan besar. Dengan begitu, mudah dijangkau oleh jari. Untk penyimpanan, ada bagasi bermuatan total 14 liter. Untuk mengakses, Genio menyediakan tombol pembuka jok yang berdampingan dengan sistem kunci berpengaman magnet. Di situ juga tersedia power outlet untuk mengisi daya gawai. Jangan lupa sediakan konektor tambahan. Baca juga: Test Ride Honda Genio, Motor Harian yang Gesit

Sasis Baru

Itulah fitur yang Anda dapatkan dengan membeli skutik Rp 17,86 juta (CBS) dan Rp 18,15 juta (CBS-ISS). Menilik banderolnya, Genio sengaja menempati ruang antara Honda Beat dan Scoopy. Genio justru merupakan pionir dari skutik terkini Honda. Dialah skutik pertama sayap kepak yang mengaplikasi sasis berbahan baja. Pembentukannya dilakukan oleh alat tempa, lantas menyatukan antar bagian dengan sistem laser welding. Alhasil lahirlah rangka eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame). Keunggulannya, sasis Genio punya bobot yang ringan (11 kg). Sekaligus berdampak positif terhadap kemudahan pengendalian. Namun tetap stabil dan kuat. Kebaruan juga menyasar pada sektor jantung mekanik, Honda Genio lebih kompak. AHM meyakini dengan bentuk demikian (lebih kecil), kinerja mesin semakin optimal. Bila dibandingkan Honda Beat lama, berat blok mesin Genio lebih enteng 10 persen. Lalu langkah piston lebih panjang dan kompresi tinggi hingga penggunaan belt jenis W-Cog. Baca juga: KOMPARASI: Honda BeAT CBS ISS Deluxe Vs Genio CBS, Pilih Mana?

Tenaga

Berkat kombinasi dua modal utama tersebut, Honda Genio mampu menorehkan daya 8,8 Hp/7.500 rpm dan torsi 9,3 Nm pada putaran 5.500 rpm. Akselerasinya dari 0-200 meter, dicapai dalam waktu 12,4 detik dan kecepatan maksimal tercatat yaitu 94 km/jam. Catatan ini dalam dibuat berkat bobot tubuh keseluruhan Genio yang terbilang ringan, 89 kg (tipe CBS) dan 90 kg untuk Genio CBS-ISS. Wajar bila dampak positif itu (penggunaan rangka eSAF dan mesin kompak) ingin ditularkan AHM terhadap skutik Honda lainnya. Hal sudah diperlihatkan melalui transformasi All New Honda Beat yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Bukan tidak mungkin juga dilakukan terhadap Honda Scoopy. Kita tunggu saja. Baca juga: Kenali Fitur Honda Genio Beserta Perannya bagi Kelangsungan Beat dan Scoopy ARY DWINOVIANSYAH | RAJU FEBRIAN

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

Artikel Motor dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • AISI Laporkan Kinerja Penjualan Sepeda Motor 2025 Naik Tipis Tembus 6,4 Juta Unit
    AISI Laporkan Kinerja Penjualan Sepeda Motor 2025 Naik Tipis Tembus 6,4 Juta Unit
    Anjar Leksana . 10 Jan, 2026
  • AISI Ungkap Opsen Pajak Jadi Tantangan Pasar Sepeda Motor periode 2026
    AISI Ungkap Opsen Pajak Jadi Tantangan Pasar Sepeda Motor periode 2026
    Anjar Leksana . 09 Jan, 2026
  • Ofero Indonesia Luncurkan Motor Listrik Stareer 5 Lit, Harga Rp11 Jutaan
    Ofero Indonesia Luncurkan Motor Listrik Stareer 5 Lit, Harga Rp11 Jutaan
    Anjar Leksana . 09 Jan, 2026
  • Cocok untuk Bertualang, Motor Cina Ini Menjadi Basis Produk BMW F 900 GS
    Cocok untuk Bertualang, Motor Cina Ini Menjadi Basis Produk BMW F 900 GS
    Anjar Leksana . 08 Jan, 2026
  • Beli Kredit WMoto Porter 125 Bisa Dicicil Mulai Rp500 Ribuan Sebulan
    Beli Kredit WMoto Porter 125 Bisa Dicicil Mulai Rp500 Ribuan Sebulan
    Anjar Leksana . 08 Jan, 2026
  • Evolusi Honda Vario 125, Skutik Praktis yang Terus Laris
    Evolusi Honda Vario 125, Skutik Praktis yang Terus Laris
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?
    Kawasaki W175 Street vs Yamaha XSR155: Pilih Retro Autentik atau Klasik Modern?
    Zenuar Yoga . 08 Jan, 2026
  • Komparasi Skutik Naked Handlebar: Vario 125 Street vs Suzuki Nex Crossover vs Yamaha X-Ride
    Komparasi Skutik Naked Handlebar: Vario 125 Street vs Suzuki Nex Crossover vs Yamaha X-Ride
    Zenuar Yoga . 07 Jan, 2026
  • Pergeseran Takhta Sang Legenda: Babak Akhir Perjalanan Yamaha Vixion R
    Pergeseran Takhta Sang Legenda: Babak Akhir Perjalanan Yamaha Vixion R
    Zenuar Yoga . 06 Jan, 2026
  • Suzuki Satria Pro vs Honda Sonic 150R: Duel Ayago 150 cc, Siapa Juaranya?
    Suzuki Satria Pro vs Honda Sonic 150R: Duel Ayago 150 cc, Siapa Juaranya?
    Zenuar Yoga . 14 Nov, 2025
  • Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Zenuar Yoga . 20 Agu, 2025
  • Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Yamaha Mio M3 125: Skutik Lincah yang Mudah Dimodifikasi
    Zenuar Yoga . 03 Jul, 2025
  • Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Tips Rawat Baterai Motor Listrik Agar Awet ala United E-Motor
    Bangkit Jaya Putra . 21 Apr, 2025
  • Wajib Lakukan Ini Bila Motor Ditinggal Mudik Lebaran
    Wajib Lakukan Ini Bila Motor Ditinggal Mudik Lebaran
    Zenuar Yoga . 27 Mar, 2025
  • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Ardiantomi . 04 Des, 2025
  • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
  • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
  • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Ardiantomi . 17 Sep, 2025
  • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025