8 Mobil Superseksi Karya Desainer Italia Marcello Gandini

Sebagian besar dari Anda mungkin tak kenal siapa Marcello Gandini. Tapi bagi Anda penyuka mobil dan benar-benar car enthusiast, pasti tahu. Bisa jadi Anda pernah punya mobilnya atau paling tidak poster mobil hasil kreasinya. Yup, Gandini adalah desainer mobil terkenal asal Italia. Ia merupakan pentolan rumah desain Gruppo Bertone.


Tak kurang dari 50 desain mobil pernah hadir dari tangannya. Beberapa hasil karya diakui dunia seperti Lamborghini Miura, Alfa Romeo 33 Carabo, Bugatti EB 110, BMW 5 Series, Citroen BX, Ferrari Rainbow, Fiat 132, Jaguar Ascott, Maserati Quattroporte, Nissan AP-X, Reaut Magnum, Volvo Tundra, tingga TaMo Recomo milik Tata Motors.


Gandini lahir 26 Agustus 1938, di Turin. Anak konduktor orkestra ini memang dikenal punya darah seni. Ia mulai bekerja untuk rumah desain Bertone pada 1965. Hebatnya, ia menyatakan kalau mendesain, bentuk adalah hal terakhir yang dia pikirkan. Yang penting arsitekturnya, mekanisme dan proses assembling. Dari situ, ternyata lahir mobil yang bikin ngiler. Tidak hanya menarik minat konsumen, tapi juga menyelamatkan dan memberi ‘nyawa’ untuk pabrikan yang menyewa jasanya. Di bawah ini bisa disimak seperti apa hasil karya Pak Gandini ini.


BMW 5 Series E12


BMW 5-Series 1975


Sukses BMW harus diakui salah satunya berkat campur tangan Gandini. Ia ikut andil dalam mendesain BMW Seri-5 generasi pertama. Berkat mobil ini BMW bisa bersaing di pasar sedan era 70-80an. Seri-5 ini hadir 1972 sampai 1981. Gandini mewakili Bertone bekerjasama dengan desainer Perancis, Paul Bracq. Bicara soal Bracq, ia juga tidak kalah hebat. Ia adalah desainer Mercedes-Benz 600, W108 (Mersi Kebo) dan W114 (Mersi Mini) Coupe.


Edisi pertama Seri 5 menggunakan mesin naturally aspirated 4 silinder dan 6 silinder. Selanjutnya muncul edisi dengan mesin 4 silindr, 6 silinde, V8, dan V10. Sejak 1982, juga muncul model dengan mesin diesel. Seri 5 ini menjadi model terlaris kedua BMW setelah 3 Series. Pada 29 Januari 2008, BMW Menyebutkan Seri 5 sudah terual lebih dari 5 juta unit.


Model ini juga menjadi line-up pertama BMW yang menggunakan nama "Series". BMW E12 lantas menjadi sukses dan jadi pijakan awal BMW untuk maju di kelas sedan eksekutif empat pintu. E12 diteruskan oleh E28 yang juga membuat inovasi sebagai ‘supersedan’. Kenapa? Karena di generasi itu hadir BMW M5 pertama kali.


Volvo Tundra


OTO-Volvo Tundra Concept 1979


Ceritanya diawali saat Volvo perlu mobil sedan compact tahun 1979. Bertone disewa untuk menggarap konsep desain. Gandini yang kebagian tugas dan muncul dengan mobil konsep Volvo Tundra. Ia menggunakan basis Volvo 434. Tampilannya futuristik untuk jamannnya. Bagian kabin sudah menggunakan digital speedometer. Mesin yang dipasang adalah 1.4 liter 4 silinder yang menghasilkan teaga 70 PS.


Konsep dan bentuk yang kelewat maju untuk masa itu yang membuat Volvo tidak percaya diri untuk memproduksi dan bakal sulit dijual. Desain revolusioner Gandini pun ditolak. Hal yang kemudian disesali pabrikan Swedia itu.


Kepalang tanggung, Bertone mendekati perusahaan lain untuk konsep Tundra ini. Gayung bersambut dari Citroen yang sedang perlu pengganti keluarga GS yang sudah beredar sejak awal 1970. Lahirlah Citroen GX. Mobil keluarga yang kemudian meraup sukses di pasaran Eropa. Citroen mengedepankan konsep mobil yang bisa diandalkan. Slogannya waktu itu kurang lebih adalah, “Mobil yang tidak suka diam di garasi.” Ini mewakili daya tahan dan mudahnya memelihara Citroen GX. Mobil ini juga sempat hadir di Indonesia dan lumayan disukai.


Lancia Stratos


Lancia Stratos 1973


Lancia, perusahaan mobil Italia tidak pernah menggunakan jasa rumah desain selain Pininfarina. Rumah desain itu juga selalu digunakan oleh Ferrari. Nah, Bertone penasaran bagaimana caranya mendekati Lancia. Singkat cerita, Lancia memerlukan model baru untuk menggantikan Fulvia, terutama untuk turun balap Rally.


Bertone melihat kesempatan ini. Ia menugaskan Gandini untuk membuat sesuatu yang bakal menarik perhatian. Hasilnya diberi nama Stratos. Lancia langsung kepincut. Stratos HF (High Fidelity) kemudian dipakai oleh Lancia di arena World Rally Championship. Bukan cuma menang satu seri, tapi juara dunia 1974 sampai 1976.


Proses engineering hebat yang melibatkan langsung Gandini dan tim teknis Lancia menghasilkan mobil dengan mesin Ferrari Dino V6 2.418cc bertenaga 190 hp. Tenaga disalurkan menggunakan transmisi manual 5 kecepatan. Itu untuk versi awal. Selanjutnya muncul yang bertenaga 320 hp. Beratnya tidak lebih dari 950 kg. Tidak hanya untuk rally, regulasi FIA mengharuskan mobil yang ikut harus ada versi jalan raya minimal 400 unit. Lancia membuat 492 unit.


Lamborghini Countach


Lamborghini Countach 1974


Tidak bisa dipungkiri, rumah desain Bertone punya hak untuk menyandang titel pelopor bentuk “Italian Wedge.” Contohnya Stratos tadi, dan Lamborghini Countach. Countach lahir karena Lamborghini mulai kepayahan mengejar rivalnya, Ferrari. Sebelumnya, Sang Banteng jumawa karena punya Miura (lengkapnya ada di bawah). Tapi saat kandang kuda memperkenalkan Ferrari Daytona, Miur mulai menampakan usianya yang uzur.


Palo Stanzani, Chief Engineer Lamborghini kala itu mulai menyusun tim yang terdiri dari test driver Bob Wallace, asisten engineer Massimo Parenti dan tentu pak Gandini. Semua sepakat, termasuk Ferruccio Lamborghini kalau suksesor Miura harus lebih baik dalam hal performa. Gandini pun diserahkan kebebasan untuk mendesain.


Hasilnya, setelah setahun kerja keras, purwarupa bernama Lamborghini LP500 diperkenalkan pada Geneva Motor Show 1971. Tiga tahun lagi dihabiskan untuk menyempurnakan mobil bermesin V12 ini, sebelum resmi meluncur dengan nama Lamborghini LP400 Countach pada 1974. Model ini terbilang sukses. Ia diproduksi sebanyak 1.983 unit hingga tahun 1990.


Fiat 132


Fiat 132 1974


Ini menjadi favorit saya. Bukan cuma karena penyuka Fiat dan mobil Eropa serta berstatus mobil jarang di Indonesia, tapi engineering yang ada dibalik kulitnya patut diacungi jempol. Lahir pertama tahun 1971 sebagai penerus generasi sedan Fiat 125. Seperti BMW E12, Gandini mendesain mobil ini dengan rapi dan banyak sudut. Kalau dilihat dari samping Anda akan langsung tahu kalau ini yang desain Gandini. Ada garis khas yang terpampang, terutama di bagian atap hingga ke pilar C.


Di balik kap mesin, seperti dikatakan tadi, cukup canggih untuk masa itu. Mesin DOHC dengan beragam kapasitas mulai 1.6L, 1.8L, dan 2.0L kemudian diesel 2.0L dan 2.5L. Di Indonesia hadir versi 1.8 liter bensin. Pasokan BBM dan oksigen mengandalkan karburator twin barrel buatan Solex atau Webber. Rem cakram di keempat roda, dan akselerasi yang menakjubkan karena punya langkah yang pendek.


Model ini bertahan cukup lama. Ia diproduksi di banyak lokasi, Italia (Fiat), Spanyol (SEAT), Afrika Selatan (ELita), Yugoslavia (Zestava 132), dan Polandia (Polski Fiat 132p). Fiat memproduksi model 132 hingga tahun 1981. Ia kemudian digantikan oleh Fiat Argenta.


Renault 5 Turbo


Renault 5 Turbo


Renault 5 Turbo atau yang lebih dikenal dengan R5 Turbo memang tidak didesain langsung oleh Marcello Gandini, tapi ia bertanggung jawab penuh sebagai ketua tim desain. Ceritanya agak ironis. Renault ingin menghentikan laju Lancia Stratos di ajang WRC. Tahun 1977 satu unit Renault 5 standar dikirim ke Bertone untuk diobrak-abrik.


Renault 5 biasa bermesin depan dengan tenaga dan tampilan sopan layaknya mobil kota. Di tangan Gandini dan timnya, bertransformasi menjadi monster. Sumbu roda belakang melebar diikuti bentuk buritan yang juga membesar. Ini karena mesin depan dipindah ke tengah dan berubah jadi penggerak roda belakang.


Tidak cuma ganti posisi, tapi ganti mesin. Konfigurasi 4-silinder segaris ditambahkan turbocharger bikinan Garrett. Suspensi dicomot milik Alpine A310, transmisi punya Renault TX30. Dalam kondisi standar, mobil ini menghasilkan 158 hp dengan torsi 220 Nm. Tidak mutlak karena tergantung di mana dipakai, tenaganya bisa digenjot sampai 380 hp (versi Renault 5 Maxi Turbo).


Lamborghini Miura


Lamborghini Miura P400 1968


Dari sekian banyak desain Gandini untuk Lamborghini, sepertinya Miura yang paling indah. Paling berharga. Mobil ini membuat orang mengakui kehebatan Lamborghini dalam memproduksi mobil dan melambungkan namanya. Desain guratan Marcello Gandini terlihat abadi, kalem dan indah. Berbanding terbalik dengan Countach yang ekstrim dan agresif.


Lamborghini Miura menyandang titel sebagai kendaraan roda empat pertama yang menyandang titel Supercar berkat performanya. Menggunakan desain rear mid engine dengan dua tempat duduk. Secara dimensi, Miura memiliki panjang 4.360 mm, lebar 1760 mm, tinggi 1.050 mm dengan berat hanya 1.292 kg.


Kehebatan utamanya adalah performa. Ia didukung oleh desain mesin V12 yang revolusioner pada masa itu. Kapasitas 3.929 cc menghasilkan 380 hp yang mendorong Miura mencapai top speed 273,5 km/jam. Ia dibuat sepanjang 1966-1973. Hanya ada 764 unit yang dibuat.


Renault Magnum


Renault Magnum


Nah, bukti kalau Marcello Gandini bukan cuma mampu mendesain mobil pengangkut manusia. Renault Magnum adalah truk pertama yang memiliki desain dengan keutamaan aerodinamika. Gandini mendesain bagian kepala truk ini agar nyaman.


Caranya, ia memisahkan kabin dengan kompartemen mesin di bawahnya. Trik ini menghasilkan lantai kabin yang rata dan lega. Di luar, bentuk kabin didesain agar aerodinamis, sesuai dengan permintaan Renault. Seperti diketahui, makin aerodinamis, makin sedikit usaha untuk menembus angin sehingga mengurangi konsumsi BBM. Ia diproduksi 1990 sampai 2003.


Gandini kemudian keluar dari Bertone pada 1980 dan membuka usaha sendiri. Ia menjadi freelancer desain otomotif, industri, dan desain interior. Ia juga mengerjakan arsitektur, desain rumah, bight club, bahkan helikopter Heli-Sport CH-7. (Ddn/Odi)


Sumber: Carthrottle.com, wikipedia, netcarshow

Artikel yang direkomendasikan untuk anda