KOMPARASI: Nissan Kicks e-Power Vs Toyota Corolla Cross Hybrid

JAKARTA -- Hanya beda hitungan hari dua mobil ramah lingkungan yaitu Toyota Corolla Cross Hybrid dan Nissan Kicks e-Power meluncur resmi di Tanah Air. Keduanya menarik untuk disimak. Pertama tentunya soal tawaran sebagai mobil hybrid ramah ramah lingkungan. Tapi tak hanya lantaran teknologi barunya, kedua mobil ini juga layak diperhitungkan karena dibanderol dengan harga di bawah Rp 500 juta.


Kedatangan Nissan Kicks e-Power langsung menggeser posisi Corolla Cross yang sempat memegang trofi hybrid termurah. Kontestan Nissan diberi label Rp 449 juta sementara SUV Toyota melekat tag harga Rp 497,8 juta. Andai berminat meminang SUV yang tidak mudah haus, keduanya bisa menjadi jawaban.


Jika harus memilih satu, siapa yang lebih memikat?


Toyota Corolla Cross Hybrid


Jantung Pacu Alternatif


Keunggulan utama keduanya berada di sektor jantung pacu. Baik Toyota Corolla Cross Hybrid maupun Nissan Kicks e-Power menawarkan efisiensi bahan bakar. Intinya sinergi dua pencipta putaran dalam satu badan: enjin konvensional dan motor listrik. Di Toyota, mesin pembakaran internal mengadopsi unit empat silinder 1.800 cc 2ZR-FXE. Bersama motor listrik 1NM, dua sumber bekerja secara paralel menyalurkan tenaga ke roda depan melalui transmisi CVT elektronik.


Bicara soal output, pemacu 2ZR-FXE Toyota siapkan tenaga 98 PS dengan torsi puncak 142 Nm. Motor listriknya berkontribusi atas keluaran 72 PS dan puntiran sekuat 163 Nm. Bekerja bersama, output sistem sejumlah 122 PS tersalur ke roda depan lewat transmisi CVT elektronik.


Nissan pada dasarnya sama, mengkombinasikan dua powertrain beda dunia. Unit peminum tenaga fosil merupakan enjin 3 silinder 1.200 cc berkode HR12 yang kemudian ditemani oleh synchronous motor EM57. Namun bedanya, mesin dan motor listrik tidak menggerakkan roda depan secara paralel. Disebut sebagai teknologi e-Power, laju dicipta langsung oleh motor listrik tanpa intervensi mesin konvensional. Seratus persen tersalur ke roda. Fungsi jantung mekanis lantas dialihkan sebagai generator pengisi daya baterai. Dengan rangkaian ini, Kicks diklaim suguhkan karakter berkendara layaknya mobil listrik murni tanpa perlu takut kehabisan baterai.


Dorongan EV yang khas dengan karakter torsi instan disokong pula output berlimpah. Terbilang besar untuk sebuah crossover kompak. Sediakan torsi puncak 260 Nm berikut dibarengi ekstraksi tenaga sampai 129 PS. Sebagai informasi, unit HR12 hasilkan 82 PS dengan torsi puncak 103 Nm. Tapi perlu diingat kembali, putaran mesin tidak ditujukan sebagai penggerak. Ia memerankan tugas genset agar baterai tidak perlu di charge dari luar.


Nissan Kicks e-Power


Desain Eksterior


Keduanya berada di segmen yang berbeda. Tak salah jika desain dan tampilan keduanya mengusung gaya yang berbeda meski ada satu kesamaan; sama-sama SUV/crossover yang menawarkan gaya tangguh.


Toyota memainkan nuansa SUV kental dengan komposisi empat pilar. Bak baby RAV4 dengan ukuran lebih kecil dan sudut lembut. Eksekusi cenderung mengarah ke spektrum elegan dan dewasa ketimbang tangguh apalagi kasar. Grille besar dan ornamen bingkai satin silver menguatkan kesan premium. Meski begitu, rasa kokoh sebuah SUV tidak turut lengser berkat pemakaian cladding hitam.


Begitu pula di sisi fitur, menguatkan kesan mewah. Penerangan utama bersumber dari proyeksi sinar LED dan dioda juga mejeng di sisi bawah sebagai foglamp. Sunroof menguatkan atmosfer. Tapi tak hanya itu, ketika dioperasikan pun dijamin berasa kelas atas. Contoh Automatic Power Back Door, selain bergerak secara elektris, Toyota sematkan fitur kick sensor.


Toyota Corolla Cross Hybrid


Melihat lenggokan Kicks serasa melirik penerus Juke di Tanah Air. Ada kemiripan komposisi tubuh tiga pilar dan badan menggembung hanya saja didesain lebih ‘normal’ sekaligus bersudut. Rasa crossover sporty dituangkan ke sekujur tubuh. Di depan melekat identitas grille V-Motion ekstra besar. Tersedia seleksi kelir two-tone beratap hitam yang menciptakan aura sporty ketimbang elegan. Sama juga hadirkan ketangguhan lewat cladding hitam.


Tapi kalau membandingkan, fitur pelengkap tidak sekomplet Corolla Cross. Atap polosan dan bagasi tidak tersemat komponen pembantu. Setidaknya tidak payah walau cenderung moderat. Penerangan LED hemat energi tetap eksis sebagai headlamp dan lampu buntut Kicks.


Dari sudut pandang dimensi, Corolla Cross dan Kicks bisa jadi bersinggungan dalam satu market. Mereka memiliki tubuh SUV kompak/crossover yang sanggup mengakomodir lima penumpang saja. Namun, dari catatan dimensi eksterior, Corolla menjanjikan kelapangan kabin lebih baik. Ia diukur memanjang 4.460 mm, lebar 1.825 mm, dan tinggi 1.620 mm. Dengan demikian, Kicks jadi pemain dengan tubuh lebih imut. Nissan mencatatkan 4.305 x 1.760 x 1.615 mm (PxLxT). Juga kalau membandingkan jarak antarsumbu, Corolla sedikit lebih unggul dengan angka 2.640 mm berbanding 2.620 mm milik Kicks.


Nissan Kicks e-Power


Interior dan Fitur


Kalau bicara interior, desain keduanya mirip-mirip meski punya kelengkapan yang berbeda. Interior tidak dirancang terlalu futuristis walau diciptakan dengan teknologi termutakhir. Baik Corolla atau Kicks menyuguhkan impresi yang tidak terlalu nyeleneh sehingga mata mudah beradaptasi. Kendati begitu, Corolla sangat mumpuni bila harus memikat lewat pandangan. Terutama dalam kabin, seolah menampilkan bahwa ia berteknologi tinggi dan berlimpah fitur.


Contoh sarana hiburan, layar 9 inci bertengger percaya diri di center stack. Fungsi seperti Bluetooth, smartphone mirroring Miracast, dan Voice Command disuntik ke dalam perangkat. Bahkan NFC untuk membaca saldo uang digital melekat dalam sistem. Berikutnya dari kontrol AC. Bukan sekadar digital, Toyota sematkan fitur dual zone automatic climate control demi personalisasi temperatur kiri dan kanan.


Hal ini membuat Kicks seakan tidak terlalu menyombongkan barang-barang jeroan kabin. Layar infotainment 8 inci terbenam persis di bawah AC. Konektivitas smartphone tersedia, termasuk USB, MP3, Bluetooth, dan Aux. Kalau melirik alat pengatur suhu, ia belum menganut model dual zone walau sudah otomatis dan diwakili layar digital.


Toyota Corolla Cross Hybrid


Fitur Keamanan


Nissan sangat royal mengemas urusan keselamatan Kicks. Komplet dan berlebih untuk sebuah crossover. Standarnya menggendong peranti pengereman dan alat stabilitas komprehensif. Sebut saja ABS+EBD+BA, airbag enam titik, Vehicle Dynamic Control, dan Intelligent Trace Control. Belum selesai, itu masih sebagian kecil dari sokongan perlindungan.


Pasalnya, pos jaga berkendara diisi bermacam kemampuan aktif. Risiko terjadinya menyundul mobil depan diminimalisir oleh dua tentara. Pertama adalah Intelligent Forward Collision System, bertugas mendeteksi gerakan tiba-tiba dari kendaraan depan, lalu memberikan peringatan ketika membaca potensi risiko celaka. Jika pengemudi kurang atau bahkan tidak merespons sama sekali, Intelligent Emergency Braking langsung bangun. Secara otomatis sistem mengaplikasikan rem entah itu bantuan ringan hingga emergency braking bila dirasa perlu.


Nissan Kicks e-Power


Kehebatan lainnya adalah cruise control aktif, terbilang baru dalam kelas crossover. Sistem meringankan beban berkendara sebab mampu mempertahankan laju konstan sekaligus selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Terakhir, tersemat pula fitur warning hingga alat bantu manuver, meliputi Blind Spot Warning, kamera 360 derajat, Rear Cross Traffic Alert, dan Hill Start Assist.


Yang sedikit disayangkan adalah Toyota tidak turut memboyong Toyota Safety Sense untuk Corolla Cross. Dengan begitu, seakan ia jauh lebih purba dibanding Kicks. Hiperbola memang sebab setidaknya bersembunyi safety features standar yang lumayan lengkap di kelasnya. Ambil contoh ABS+EBD+BA, Vehicle Stability Control, dan airbag tujuh titik. Lalu, untuk urusan bantuan manuver dipantau oleh reversing camera dan corner sensor.


Kesimpulan


Dari uraian di atas, terlihat jika Corolla Cross suguhkan impresi berkelas dan premium lewat fitur-fitur kenyamanan perjalanan. Lain cerita di Kicks, jauh di dalam pancaran image crossover sporty terpendam kelengkapan fungsional lebih komplet. Terutama di garda keselamatan aktif. Juga soal komposisi hybrid, Nissan membuat sistem Toyota tampak biasa-biasa saja tanpa nilai spesial. Semua itu pun dibanderol lebih terjangkau. (Krm/Raju)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda