Pilih kota Anda untuk memulai pencarian

icon

Atau pilih dari kota populer

    Telisik Skutik Berteknologi ABS, Sudah Benarkah Pilihan Anda?

    Sensor Anti-lock Braking System (ABS) bukan lagi barang mewah. Skutik entry level pun kini punya. Tapi faktanya, tak semua menganut sistem sama. Paling tidak soal variabel dasar: Jumlah kanal. Sebagian masih memusatkan komponen pengaman di roda depan, sebagian melengkapi keduanya. Lantas sudah benarkah pilihan Anda?


    Yang Mengadopsi ABS Dua Kanal


    ABS dua kanal berarti terkoneksi di cakram depan dan belakang. Bagaimanapun, hal ini lebih baik daripada sensor tunggal. Pasalnya roda depan dan belakang benar-benar terhindar dari risiko mengunci saat pengereman keras. Meski laju skutik kebanyakan tidak terlalu kencang, setidaknya pabrikan benar-benar memikirkan figur safety.


    Skutik paling murah yang mengadopsi sistem begini, Yamaha NMax. Harganya Rp 33,75 juta OTR Jakarta, sebab sensor itu masuk paket trim tertinggi. Kedua piringan rem telah dijaga sensor pembaca gerak. Jika sewaktu-waktu hard braking, seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.


    2020 NMAX


    Pada varian tertinggi pula, Yamaha melengkapi NMax dengan Traction Control System. Mekanisme elektronik pengatur jumlah traksi ke roda belakang. Makin komplet, Stop Start System (SSS), Smart Key System, serta electric power socket dan Y-Connect masuk dalam paket. Sementara dapur pacu tak dibedakan antar trim, sama-sama 155 cc SOHC VVA bertenaga 15,1 Hp dan torsi 13,9 Nm.


    Masih di kelas 150 cc, perlengkapan ABS dua kanal dapat ditemukan pada Honda SH150i. Skuter premium ini memang agak mahal ketimbang kompetitor (Rp 41,9 juta OTR Jakarta), sebab unitnya diimpor utuh dari Vietnam. Tetapi memiliki fitur paling komplet dibanding sepupunya di segmen 150 cc.


    Ia menjadi anomali. Jika komponen deselerasi PCX dan ADV150 hanya mengadopsi ABS satu kanal, SH150i menyematkan sensor di kedua cakram. Ukuran diameter rem pun lebih besar baik di depan dan belakang, rata 240 mm. Selain itu, fitur semacam Smart Key, lampu LED, power charger, juga jadi standar.


    Honda SH150i


    Perihal dapur pacu, tak banyak diferensiasi dari saudara dekatnya. Memangku mesin satu silinder 153 cc eSP, bertenaga 14,6 Hp dan torsi 13,9 Nm. Tapi menyoal kaki-kaki, suspensi teleskopik punya diameter tabung lebih besar (33 mm), sekaligus travel cukup panjang. Dan juga dua shock ganda belakang punya beberapa setelan preload.


    Anda yang tertarik skuter 250 cc memiliki banyak pilihan. Lantaran hampir semuanya sudah berbekal ABS dua kanal. Baik dari pabrikan Jepang maupun Taiwan. Paling tidak tiga motor favorit ini.


    Dimulai dari yang paling ekonomis, Yamaha XMax. Di antara kompetitor lain harganya terbilang masuk akal, di kisaran Rp 61,457 juta OTR Jakarta. Dua cakram depan belakang terjaga sensor ABS. Bersamaan pula dengan sistem kontrol traksi, menjaga putaran roda belakang supaya tak berlebih. Fungsi TCS ini bisa dimatikan juga, jika sewaktu-waktu butuh tenaga ekstra.


    Kymco X-town 250


    Smart Key System, ketersediaan soket pengisi daya, panel analog-digital informatif, pencahayaan full LED, hingga bagasi nan lapang juga jadi kelebihan skuter seperempat liter Yamaha. Lantas untuk memberi tenaga ke roda, ia menggendong mesin 250 cc berdaya 22,5 Hp dan torsi 24,3 Nm.


    Lebih mahal sedikit, bertengger nama Kymco X-Town. Skuter Taiwan bongsor ini belum lama dirilis ke Indonesia. Nilai jualnya mulai Rp 62,5 juta OTR Jakarta, tak jauh dari XMax. Kendati tak secanggih teman sekelas, komponen deselerasi patut diacungi jempol.


    Sensor ABS dua kanal tentu jadi bawaan wajib. Tapi ketika lihat perangkat dasarnya, Kymco cukup serius. Disc brake berukuran 260 mm depan dijepit kaliper tiga piston. Bukan ganda seperti kompetitor. Sementara belakangnya berdiameter 240 mm. Sayang tak ada kontrol traksi dan fitur modern lain.


    Namun mengenai ruang simpan tak kalah akomodatif. Ruangnya cukup lebar dan panjang untuk menyimpan dua helm, plus beberapa barang lagi. Sementara dapur pacu, memiliki konfigurasi satu piston 249 cc SOHC, melontar tenaga 20,6 Hp dan torsi 21,5 Nm. Lebih kecil dari rival, sebab mesin bertenaga skuter seperempat liter Kymco dipasang pada Downtown.


    Honda Forza


    Honda Forza jadi yang termewah dan punya banderol tinggi di antara skuter 250 cc lain. Tentu ada maksud di balik harganya menyentuh Rp 83,81 juta OTR Jakarta. Di samping punya peranti deselerasi hebat, fitur lainnya juga paling komplet. Sekaligus dikemas dalam nuansa mewah.


    Selain sensor ABS dua kanal di cakram besar, tersemat juga sensor kontrol traksi. Atau Honda Menyebutnya HSTC. Mekanisme kerja kurang lebih sama dengan XMax, menjaga jumlah putaran roda belakang. Dan bisa dimatikan.


    Performa dan fitur mewah menjadi nilai jual utama, tak bisa ditawarkan rival. Tenaga mesin 250 cc mencapai 23,1 Hp dan torsi 24 Nm, alias paling kuat. Sementara fitur canggih semacam instrumen analog digital nan informatif, bagasi lega, penerangan LED, serta sistem keyless jadi komponen standar. Tapi yang mengagumkan, windshield dapat diatur secara elektrik dan setelannya begitu panjang.


    Yang Menyematkan ABS Satu Kanal


    Mungkin masih ada yang belum tahu, bahwa motor-motor ini hanya punya satu sistem pengaman rem. Faktornya dua. Antara memang belakangnya masih pakai teromol, atau sudah disematkan dua cakram tapi ABS depan saja dirasa cukup. Kendati lajunya memang jinak dan paling krusial adalah roda depan, mitigasi risiko di ban belakang ada baiknya dilakukan pula.


    Honda PCX


    Adalah kompetitor sejati NMax, Honda PCX. Baik varian tertinggi senilai Rp 32,842 juta dan Hybrid Rp 43,293 juta sama-sama mengadopsi ABS kanal tunggal. Padahal sebetulnya sudah full pakai cakram. Entah dirasa mubazir atau demi menjaga harga jual kompetitif, yang pasti faktanya begitu.


    Kalau dari segi fitur memang tak kalah. Idling Stop System jadi perangkat dasar. Begitu pula panel full digital dengan informasi lengkap, berikut lampu full LED. Namun performanya masih di bawah NMax. Dapur pacu 150 cc eSP mencatat daya maksimum 14 Hp dan torsi 13,2 Nm. Kecuali Anda beli yang Hybrid, tambahan tenaga dari baterai bisa melebihi Maxi Yamaha.


    Penerapan sistem rem begini diikuti pula oleh saudaranya, ADV150. Motor Rp 37,8 jutaan itu padahal juga punya dua cakram depan belakang. Dan walaupun temanya adventure – biasanya butuh mematikan ABS belakang saat menginjak tanah – ADV150 bukan petualang yang sebegitunya.


    Honda ADV150


    Ground clearance tinggi, suspensi Showa bertravel panjang dan ban sejenis dual purpose, porsi fokusnya tetap di aspal. Ya, mungkin satu-satunya alasan masuk akal sama seperti PCX. Menjaga nilai jual kompetitif.


    Terlepas itu, ia begitu unik. Tak ada kompetitor 150 cc dikemas tema petualang. Desainnya gagah, fiturnya lengkap, sampai komponen suspensi lebih advance dari skutik kebanyakan. Kalau soal performa, hampir identik dengan PCX karena satu basis. Hanya saja momen puntir dioptimalisasi.


    Berikutnya Yamaha Aerox, si skuter sporty berbasis mesin Nmax lama. Bukan lagi disebabkan mengurangi sensor. Cakram belakang saja tak punya, masih teromol. Alhasil sensor ABS cuma bisa dipasang pada roda depan. Itu pun baru ada di Aerox tipe S, alias termahal (Rp 28,56).


    Aerox


    Aerox sebetulnya punya karakteristik unik seperti Honda ADV150. Rasanya ia pantas disebut skutik paling sporty. Tergambar dari bentuk bodi serba lancip, serta pengenaan ban super lebar untuk ukuran motor segini. Fiturnya juga lumayan, di trim teratas sudah dapat Stop Start System (SSS), keyless, power socket, serta panel digital modern. Urusan mesin, outputnya sangat mirip NMax lawas.


    Turun kasta sedikit, ada Yamaha Lexi S ABS. Harganya Rp 26,96 juta buat trim termahal. Dan sistem penahan lajunya setipe Aerox: Ia tak punya cakram belakang sehingga ABS hanya dipasang satu channel.


    Paketnya mirip. Disediakan smart key, instrumen digital, lampu LED, Stop Start System, Smart Motor Generator, serta sudah punya mesin VVA dan berteknologi Blue Core. Namun, dapur pacunya cuma 124,7 cc. tenaga yang dihasilkan 11,7 Hp dan torsi 11,3 Nm.


    Yamaha FreeGo


    Terakhir, satu-satunya wakil entry level yang menyediakan opsi ABS, Yamaha Freego. Harganya memang lumayan buat ukuran lini bawah, Rp 23,1 juta OTR Jakarta. Tapi adanya sensor pengaman rem paling tidak jadi nilai lebih, mengingat Vario 150 saja tidak menyajikan pilihan begini.


    Namun tak perlu berharap banyak. Kalau Aerox dan Lexi saja cuma satu kanal, pastinya Freego juga. Di belakang masih mengandalkan teromol. Mesin 125 cc-nya juga beda, memproduksi output lebih kecil. Untung urusan fitur sama lengkap dengan Lexi, dilengkapi SSS, SMG, serta lampu LED. Kecuali VVA dan dashboard digital besar. (Hlm/Odi)

    Artikel yang direkomendasikan untuk anda