Bajaj-Triumph Siapkan Lawan Royal Enfield Meteor 350 dan Honda CB350

Bajaj-Triumph

Kedatangan Royal Enfield Meteor 350 dan Honda CB350 H'Ness membuat jengah pabrikan lain. Bajaj dan Triumph yang terikat kerja sama, dikabarkan sedang menyiapkan lawan sepadan di kelas menengah. Modelnya akan berupa neo-klasik dengan kapasitas mesin 300 cc sampai 350 cc. 

Sejak keduanya menjalin kesepakatan, memang sudah ada rencana besar ini. Proyek pertama dijadwalkan rilis 2022. Sang brand Inggris mencoba memanfaatkan kehebatan asli Bajaj di bidang manufaktur untuk menurunkan harga, sedangkan Bajaj dapat memperoleh pengalaman Triumph dalam aspek teknik. Namun karena persaingan di segmen midle semakin ketat, keduanya berencana melahirkan dalam 12 bulan ke depan. Sesuai perjanjian, logo Triumph harus dipakai, namun dengan mesin Bajaj.

Di India, motor level ini sedang naik daun. Merek seperti Hero MotoCorp, Honda dan Bajaj Auto lagi mempertimbangkan model baru di segmen 300 cc ke atas. Proyeksi ke depan bakal makin ramai. Setidaknya para pabrikan mengantisipasi profitabilitas dari sekarang.

Royal Enfield telah mendominasi di segmen tersebut selama sepuluh tahun terakhir dengan margin 30 persen hingga FY2018. Sebelum melahirkan produk baru di kelas menengah, unit seperti Classic 350 mampu mendominasi pasar. Bisa dikatakan kalau ia adalah model paling laris di sana. Namun sayangnya produk itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan regulasi emisi. Penggantinya ada Meteor 350 tapi hingga saat ini produk itu belum juga diluncurkan.

Baca Juga: Surat Kendaraan Bermotor Tak Kunjung Terbit, Konsumen Royal Enfield Geram

Sekarang produsen roda dua tertua itu harus bisa menerima kenyataan, lantaran para pesaingnya tidak tinggal diam. Apalagi belum lama Honda merilis CB350 H’Ness untuk pasar India. Kemudian Hero MotoCorp juga tengah menyiapkan produk serupa. Sementara Classic Legends milik Mahindra juga ingin meraih kesuksesan di segmen menengah.

Honda CB350 side

Kabar untuk produk baru dari Bajaj dan Triumph, terlihat seperti sosok naked classic berjubah Bonneville. Hampir semua yang menempel pada sosok aslinya diterjemahkan di sini. Mengenakan lampu bundar, tangki teardrop, fork teleskopik, jok rata, hingga panel penutup filter udara dan komposisi dual shock.

Untuk bagian tangkinya terlihat agak mengotak mirip kepunyaan Thruxton, hanya saja lebih kaku. Dihias dengan stripes ala kuda besi Inggris. Sangat proporsional. Belakangnya tampak beda dibanding produk Triumph lain. Ia mengenakan fender tipis lengkap dengan stoplamp bulat dan sein.

Selanjutnya di area kaki-kaki, bukan pelek jari-jari yang menghiasi roda. Justru model palang “Y” dengan dua warna. Berikutnya soal jantung pacu, ditempel blok mesin dan sistem pembuangan milik Thruxton.

Baca Juga: Proyek Arc Vector Kembali ke Permukaan, Sports Bike Elektrik dengan Jarak Tempuh Panjang

Meski belum pasti, motor tersebut tampil realistis. Di lain sisi Bajaj diminta bertanggung jawab pada sektor produksi dan distribusi lokal (India). Berikut menyediakan basis mesin untuk naked classic entry level mereka. Dan paling masuk akal, milik sepupunya Bajaj (KTM 390) yang dicangkok – ketimbang harus meriset platform baru bukan?

Jika benar, bisa jadi dapur pacunya berkonfigurasi satu silinder 373,2. Mesinnya menggunakan DTSI, atau teknologi Digital Triple Spark Ignition. Tidak seperti sepupunya-KTM, ia dikemas dengan teknologi SOHC bukan DOHC. Tenaga yang mampu dihasilkan berkisar 40 Hp dan torsi 35 Nm. Dayanya disalurkan ke roda belakang melalui transmisi 6-speed. Namun kabarnya, bakal ada sedikit penyesuaian lagi. Terutama di bagian pengapian.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih dalam soal perkembangan produk dan waktu peluncuran pasti. Namun hampir dipastikan ia mengaspal lebih dulu di India, di bawah kendali Bajaj. Baru setelah itu distribusikan ke negara Asia dan Global oleh kepanjangan tangan Triumph. (Bgx/Odi)

Sumber: Visordown

Baca Juga: Paten Mesin Supercharger Honda Terbaru, Inikah Africa Twin Generasi Mendatang?

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Motor Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • United E-Motor Luncurkan Promo Agresif Sepanjang Maret 2026
    United E-Motor Luncurkan Promo Agresif Sepanjang Maret 2026
    Setyo Adi Nugroho . 14 Mar, 2026
  • Bale Santai Honda Siap Layani Pemudik Motor Jakarta - Merak
    Bale Santai Honda Siap Layani Pemudik Motor Jakarta - Merak
    Zenuar Yoga . 14 Mar, 2026
  • Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Meluncur di Indonesia Mei 2026
    Motor Listrik Omo X Bisa Berdiri Sendiri, Meluncur di Indonesia Mei 2026
    Ardiantomi . 13 Mar, 2026
  • Kawasaki KLE500 Meluncur di Indonesia, Adventure Bike Bergaya Rally dengan Harga Terjangkau
    Kawasaki KLE500 Meluncur di Indonesia, Adventure Bike Bergaya Rally dengan Harga Terjangkau
    Zenuar Yoga . 13 Mar, 2026
  • Indomobil eMotor Siapkan Layanan Sambut Musim Mudik Lebaran 2026 
    Indomobil eMotor Siapkan Layanan Sambut Musim Mudik Lebaran 2026 
    Anjar Leksana . 13 Mar, 2026
  • Adu Gengsi Sport 250cc Full Fairing: Yamaha R25 vs Honda CBR250RR vs QJMotor SRK 250 RA, Siapa Paling Unggul?
    Adu Gengsi Sport 250cc Full Fairing: Yamaha R25 vs Honda CBR250RR vs QJMotor SRK 250 RA, Siapa Paling Unggul?
    Zenuar Yoga . 04 Mar, 2026
  • Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Kenal Lebih Dekat QJMotor SRK 250 RA, Motor Sport Tanpa Kopling
    Zenuar Yoga . 24 Feb, 2026
  • Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Komparasi QJMotor Tourino 250 DX vs Suzuki V-Strom 250SX: Duel Motor Adventure 250 cc, Pilih Mana?
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Intip Spesifikasi QJMotor Tourino 250 DX, Motor Touring dengan Harga Kompetitif
    Zenuar Yoga . 23 Feb, 2026
  • Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Royal Enfield Bear 650 vs Aprilia Tuareg 660: Klasik Retro atau Adventure Modern Futuristik?
    Zenuar Yoga . 21 Feb, 2026
  • Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
    Tips Berkendara Motor saat Hujan: Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
    Zenuar Yoga . 04 Mar, 2026
  • Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
    Safety Riding di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips Aman Berkendara Motor Sambil Berpuasa
    Zenuar Yoga . 26 Feb, 2026
  • Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Waspada Jalan Basah! Yamaha Bagikan 7 Tips Berkendara Saat Hujan
    Zenuar Yoga . 19 Jan, 2026
  • Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Mengapa Garis Marka Jalan Licin Saat Hujan? Ini Penjelasan Teknis dan Tips Aman untuk Pengendara Motor
    Zenuar Yoga . 09 Jan, 2026
  • Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Jangan Sembarangan! Ini Tips Merawat Helm Premium Agar Awet
    Zenuar Yoga . 20 Agu, 2025
  • Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Test Ride All New Honda Vario 125 Street: Handling Lebih Enak dan Rileks
    Ardiantomi . 04 Des, 2025
  • First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    First Ride All New Honda Vario 125: Tawaran Agilitas dari Bobot Mesin yang Lebih Ringan
    Setyo Adi Nugroho . 02 Des, 2025
  • First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    First Ride Suzuki Satria PRO: Semakin Canggih, Tetap Gesit dan Menarik
    Zenuar Yoga . 10 Nov, 2025
  • Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Test Ride Piaggio Medley S: Skutik Alternatif Buat yang Bosan Merek Jepang
    Ardiantomi . 17 Sep, 2025
  • First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    First Ride Honda ADV160 RoadSync 2025: Tambahan Fitur yang Lebih Nyaman
    Setyo Adi Nugroho . 16 Sep, 2025