Datang Belakangan, Toyota Raize Bertarung Ketat dengan Mobil Ini

Toyota Raize bukan pionir segmen crossover kompak di Indonesia. Ia datang belakangan bersama Daihatsu Rocky. Menggempur dua spesies eksis, sebelumnya menikmati kekosongan celah SUV mini dari raksasa otomotif. Inilah para petarung kuat yang berhadapan langsung dengan Raize.


KIA Sonet


review kia sonet


Jenama dari Korea rasanya paling pantas dipertimbangkan ketika mengincar segmen terkait. Cantik, proporsional, bernuansa mewah, serta tak kalah gagah. Perihal perbekalan fitur juga jangan ditanya, cukup memimpin di kelasnya. Dan tak kalah penting, dijual dalam rentang panjang: Rp193 juta – Rp289 juta OTR Jakarta, terbagi dalam enam varian.


Segala fitur penting hingga tidak penting diborong masuk ke dalam kabin. Sifatnya benar-benar meliputi fundamental hingga tersier. Komplet. Misal, akses smart key tak hanya membuat praktis untuk masuk dan menyalakan mobil. Proses starter bisa dilakukan dari luar. Bahkan, di dalam kabin terdapat ventilated seat, untuk menyejukkan suhu punggung pengemudi dan penumpang depan. Mewah.


Hal berikutnya yang tidak dapat dimiliki kompetitor lain, ialah sunroof. Dari trim Dynamic iVT ke atas sudah menjadi standar. Otomatis, cakup pandang dari dalam kabin lebih leluasa. Berkat adanya kaca pada plafon. Di saat tertentu, membukanya sesekali juga bakal jadi sensasi tersendiri. Bak naik mobil mahal: Padahal harganya standar.


Jangan kira atas hadirnya semua itu fitur hiburan kena pangkas. Nyatanya, tetap komplet. LCD touchscreen 8 inci ditempatkan pada tengah dashboard. Berperan sebagai pusat entertainment. Kemampuannya, seperti mobil masa kini. Mampu terhubung gawai lewat sistem Android Auto dan Apple CarPlay. Termasuk navigasi tentu. Menariknya lagi, penerjemah suara di varian tinggi merupakan keluaran Bose. Terdiri dari empat speaker, dua tweeter, serta satu subwoofer. Hal-hal seperti cruise control, steering audio control, sampai konektivitas nirkabel dan wireless charging juga tersedia.


Pada titik maksimalnya, Sonet juga menawarkan perangkat safety pasif jempolan. Total ada enam kantong udara menyebar di sekeliling. Meski baru di seri Premier, ke bawahnya hanya dua. Tapi paling tidak, Electronic Stability Control, Hill Assist Control, Emergency Stop Signal, ABS+EBD pada trim dua teratas. Termasuk indikator tekanan angin ban, sensor parkir depan belakang, sampai kamera mundur.


Dapur pacu Sonet termasuk bertenaga. Wajar, ia menggendong mesin 1.5-liter DOHC empat silinder dual CVVT. Bukan mesin kecil turbo silinder ganjil. Maka dari itu outputnya mencapai 115 PS di 6.300 rpm dan torsi maksimal 144 Nm pada 4.500 rpm. Penyalurnya ada dua pilihan, manual atau iVT.


Nissan Magnite


nissan magnite


Nissan Magnite, meski tak tampak sekuat Sonet, memiliki amunisi cukup menarik juga. Bertabur fitur modern dan dikemas dalam tubuh kompak. Berikut banderol terjangkau. Dijual dalam tiga varian, mulai Rp214,8 juta – Rp244,8 juta OTR Jakarta. Alias formulasi rentang harga mirip Raize dan Rocky.


Secara penampilan ia memiliki kesan elegan. Khas Nissan. Manis depan belakang. Dan serunya di segmentasi ini, karakter masing-masing begitu kuat. identitas pabrikan cukup kental dalam nuansa bodi. Dan cenderung ke arah ekspresif, tidak serbapresisi nan monoton.


Perlengkapan safety Magnite sama hebatnya seperti kawan-kawan satu segmen. Paling dasar tentunya dual SRS Airbag sebagai peranti pasif. Ditambah ABS+EBD, Vehicle Dynamic Control, Hill Start Assist, Traction Control System, sampai Hydraulic Brake Assist.


Dalam rangka memanjakan pengendara dan penumpang kabin, kelengkapan entertainment turut dioptimalisasi. Head unit layar sentuh 8 inci siap menampilkan format apapun. Termasuk koneksi Android Auto dan Apple CarPlay. Dari sana pula sisi belakang divisualisasikan lewat kamera. Dan uniknya, tak seperti teman seperjuangan, ia punya Around View Monitor. Sehingga segala sisi lebih terpantau. Lantas di kabin belakang, kenyamanan bisa pula didapat atas hadirnya ventilasi AC.


Kokpit tentunya sudah full digital. Layar TFT 7 inci memiliki tampilan futuristis dan berwarna. Isinya komplet data-data penting dan tambahan, Serta merta adanya Tire Pressure Monitoring System. Sementara di palang kemudi, selain bisa mengontrol audio Anda pun bisa mengatur cruise control dari situ. Dan terakhir, seri mahal tentu sudah punya akses kunci pintar.


Mesin Magnite sebetulnya paling sepantar dengan Raize. Dipasang dapur pacu berkode HRA0 tiga silinder 1.0-liter yang juga jadi amunisi Triber turbo. Perolehan dayanya sedikit lebih besar dari milik Toyota, 100 PS dan torsi maksimal 160 Nm buat manual, sementara otomatis pencapaiannya 152 Nm.


Daihatsu Rocky


Daihatsu Rocky ADS


Bukan sebagai pesaing, melainkan substitusi. Pastinya konsumen bakal menakar kembarannya saat melirik Toyota Raize. Hanya saja pembagian harga lebih sederhana dan tak terlampau jauh. Rocky dijual mulai Rp214,2 juta – Rp236,1 juta OTR Jakarta.


Sejauh ini semua varian mencangkok mesin tiga silinder 1.0-liter DOHC 12-katup VVT-i berkode 1KR-VET. Sama persis. Tentunya dengan bantuan turbo. Klaim data kertas menunjukkan tenaga maksimal mencapai 98 PS dan torsi 140 Nm. Bisa ditranslasikan dengan transmisi manual lima percepatan atau CVT.


Menariknya, varian bawah Rocky sudah mendapat sistem kunci pintar. Serta merta Start Stop Button yang biasanya disiapkan untuk varian atas. Pengaturan dari tombol pun tak terkecuali diaplikasikan ke mekanisme pelipatan spion, atau disebut auto retractable mirror.


Tentunya tak terhenti di sana. Begitu Anda duduk dan melihat kokpitnya, mungkin beberapa orang bakal terkejut. Sebab lagi-lagi, di seri termurah sudah ada full digital panel meter menunjukkan semua informasi soal mobil. Dari fundamental sampai data mendetail. Dan menariknya, animasi bisa diganti-ganti dalam empat format berbeda. Menyesuaikan selera tampilan.


Head unit display digital 9 inci menjadi pusat hiburan dalam kabin. Kemampuannya bukan sekadar memutar format video atau file musik standar. Ia mampu terintegrasi dengan gawai. Sehingga pengoperasian lebih mudah. Termasuk mengaktifkan navigasi. Kontrolnya bisa pula dilakukan dari palang kemudi.


Di samping hiburan, monitor juga bakal memvisualisasi tangkapan lensa dari belakang. Ya, ada kamera mundur. Lengkap dengan sensor parkir sonar agar makin memudahkan saat memarkir dan memantau keadaan di belakang. Cukup melegakan saat hadir di trim rendah.


Lanjut lagi bicara safety. Dual SRS Airbag sebagai fitur keamanan pasif sudah tentu hadir, di sisi pengemudi dan penumpang. Plus perangkat aktif semacam ABS+EBD. Tapi bukan cuma itu. Varian ini, turut memiliki VSC (Vehicle Stability Control) sampai Hill Start Assist (HSA). Cukup.


Di samping safety dasar, varian paling atas memiliki Advance Safety Assist (ASA). Terdiri dari serangkai komputasi modern pencegah kecelakaan. Seperti Pre Collision Warning, Pre Collision Braking, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane Departure Warning, Sampai Lane Departure Prevention. (Hlm/Odi)

Jelajahi Toyota Raize

Tampak Depan Bawah Toyota Raize
Toyota Raize Rp 219,9 - Rp 263,7 Juta Cicilan Mulai : Rp 5,02 Juta
Lihat Promo

Artikel yang direkomendasikan untuk anda