Langkah cepat sekaligus berani kembali diperlihatkan GAC Aion lewat kehadiran SUV listrik kompak terbaru N60. Model ini dijadwalkan memasuki masa pre-sale pada 16 April 2026 di Tiongkok, setelah sebelumnya membuka keran pemesanan awal (blind order). Menariknya, banderol yang disiapkan tetap ramah di kantong, berada di bawah 150.000 yuan (Rp350 jutaan). Di balik harga tersebut, bekal fitur yang dibawa tak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari kursi co-driver zero gravity, sensor LiDAR, hingga sistem bantuan berkendara pintar level tinggi, semuanya sudah terpasang sebagai perlengkapan standar di setiap varian.
Kalau dari pantauan, desain bodi mirip Aion Y Plus yang telah disempurnakan. Namun belum bisa dipastikan apakah satu platform atau berbeda. Yang jelas kalau dari sisi desain, N60 mengusung tampilan modern dengan lampu depan model horizontal menyatu (through-type light bar). Di dalamnya terintegrasi DRL LED ganda, lampu utama berbentuk kotak, serta logo iluminasi yang memberi kesan futuristis. Sentuhan desain ini digarap oleh Benoit Jacob, sosok di balik rancangan mobil listrik ikonik seperti BMW i3 dan BMW i8.
Secara dimensi, ia bermain di segmen kompak SUV EV, dengan panjang 4.615 mm, lebar sekitar 1.860–1.883 mm, tinggi 1.673 mm, serta jarak sumbu roda 2.775 mm. Pilihan warna eksteriornya cukup beragam, dari star ring silver hingga sea glow grey. Digadang memberi keleluasaan bagi konsumen untuk menyesuaikan karakter visual sesuai selera. Namun jujur, ia tampak lebih matang ketimbang muka depan Aion Y Plus bersama lampu depan berlebihan.
Masuk ke kabin, pendekatannya terasa premium dan sarat teknologi. Tersedia tiga tema interior berbeda, dipadu layar sentuh 15,6 inci resolusi 2.5K sebagai pusat kendali. Sistem hiburan ini berjalan di atas platform ADiGO 6.0. Bisa mengintegrasikan kecerdasan buatan berbasis perintah suara, ekosistem Huawei Nebula Space. Bahkan tersedia konektivitas penuh untuk perangkat macam produk Apple maupun Android.

Fitur kenyamanan juga jadi nilai jual utama. Terdapat panoramic sunroof seluas 2,38 meter persegi lengkap dengan tirai elektrik. Kapasitas bagasi 447 liter dapat diperluas hingga 1.947 liter. Sementara total 35 ruang penyimpanan tersebar di seluruh kabin. Kursi penumpang depan bahkan sudah mengusung konsep zero gravity. Lengkap dengan pemanas, ventilasi, pijat, serta memori. Sementara jok belakang bisa direbahkan dengan sudut fleksibel antara 117 hingga 137 derajat.
Untuk aspek keselamatan dan asistensi berkendara, N60 terbilang punya paket lengkap. Ia dibekali radar gelombang milimeter 4D dan LiDAR sebagai standar. Sistem ini bekerja dengan model AI end-to-end yang dikembangkan dari teknologi otonom Level 4 milik WeRide. Alhasil memungkinkan fitur berkendara pintar di berbagai kondisi, termasuk parkir otomatis.
Di sektor performa, motor listrik mampu menghasilkan tenaga maksimum 165 kW (setara 221 PS), dengan konsumsi energi efisien di angka 11,7 kWh per 100 km. Baterai terpasang diklaim mampu membawa mobil ini melaju hingga 610 km dalam sekali pengisian penuh. Untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas. Sektor kaki-kaki mengandalkan suspensi belakang independen lima-link. Menariknya lagi, GAC Aion juga telah mendaftarkan varian dengan teknologi battery swapping untuk model ini.
Artinya, ke depan N60 berpotensi hadir dengan opsi penukaran baterai cepat. Sebuah solusi praktis yang semakin menunjang kebutuhan mobilitas pada era elektrifikasi. Akankah masuk Indonesia? Belum bisa dipastikan. Namun ia cocok menjadi subtitusi Aion Y Plus di sini. Sebab penjualannya kurang begitu bergairah. Nantikan informasi terbaru mengenai model anyar. (ALX)
Baca Juga:
Daftar Model Baru yang Siap Dikenalkan GAC Indonesia Sebelum GIIAS 2026
Mitsubishi Xpander 1.6 HEV Facelift 2026 Resmi Mengaspal, Harga Lampaui Veloz Hybrid