MG ZS Ignite vs Kia Sonet Premiere, Crossover Murah Saling Perang Fitur

kia sonet vs mg zs

Gebrakan Kia Sonet di pasar Indonesia begitu mengejutkan. Coba lihat varian teratas Premiere, value for money sangat bagus dengan fitur sangat melimpah. Bagaimana tidak, Rp 289 juta bisa menebus berbagai kelengkapan bak mobil kelas atas. Tapi di harga segitu, ada satu pemain juga tawarkan serupa dengan melekat banyak rasa premium. Ialah MG ZS Ignite dengan banderol Rp 292,8 juta.

Keduanya punya banyak faktor memikat di segmen yang sedang naik daun ini. Mereka saling berusaha tampil mentereng di tengah ketatnya persaingan. Nah, tentu masing-masing punya keunggulan atau kelengkapan berbeda. Ketika dihadapkan pada dua pilihan ini, siapa sanggup merebut hati?

 

Eksterior dan Dimensi

Kia Sonet 2020

Dari pandangan mata, MG dan Kia punya eksekusi rancangan berbeda. Tergantung selera memang. Tapi boleh dibilang ZS tampil lebih konservatif ketimbang Sonet. Ya, sebagian dari Anda mungkin beranggapan kalau ia mirip produk keluaran Mazda. Ada kemiripan di wujud bingkai grille. Terlepas dari mirip siapa, yang jelas crossover paling bontot MG memiliki dimensi tubuh lebih besar.

Tercatat MG ZS memiliki panjang 4.314 mm, lebar 1.809 mm, dan tinggi 1.624 mm. Kalau dibandingkan, Sonet jauh lebih kecil lantaran di market utamanya, India, ia bermain di segmen sub-4m yang dapat insentif dari pemerintah. Sedikit penyesuaian saat masuk sini, Kia Sonet diukur 4.120 x 1.790 x 1.615 mm. Di samping itu, wheelbase 2.500 mm tidak menjadikannya lebih besar ketimbang ZS dengan figur 2.585 mm.

Ukuran tubuh mungil Sonet ciptakan keunikan tersendiri dalam hubungan ke rancangan. Mungil tapi kekar dibarengi wajah intimidatif. Identitas kemudian terbentuk oleh ciri khas desain Kia Tiger Nose Grille. Pun dari sisi lain, Sonet memiliki rancangan orisinal sekaligus berbeda dari kebanyakan mobil di jalanan. Diferensiasi jelas ia pancarkan, ambil contoh garis kaca menukik, fender gemuk, sampai lampu belakang yang membelah dua bagian atas bawah.

MG ZS

Lalu terkait fitur, dari luar Sonet gamblang menyuarakan kelengkapan kelas atas. Lampu utama LED ditemani grafis DRL manis bermotif detak jantung. Visual serupa juga dapat ditemui pada lampu belakang yang memiliki aksen garnis penghubung. Eksis lampu kabut halogen dengan penyinaran via proyektor. Tak kalah menarik, sunroof ditanam ke atap guna meneguhkan aura kelas atas.

Kalau dirasa masih kurang, Sonet tawarkan gimmick pengoperasian remote kunci. Bukan sebatas smart entry, ada fungsi untuk menyalakan mesin dari jauh. Tawarkan kepraktisan misal ingin memanaskan mobil atau membuat kabin sejuk setelah seharian dijemur sesaat sebelum berangkat.

Mendengar kelengkapan sekomprehensif itu bikin ZS terdengar jauh lebih payah. Ya, sudah ada LED DRL manis sebagai penegas sumber proyektor pencahayaan utama. Meski begitu, sumber lampu utama bukan berasal dari dioda melainkan halogen biasa. Selain itu belum tersemat smart entry pula. Namun, satu nilai unggul ZS terletak di atap – bila keunggulan itu sendiri dinilai dari seberapa besar kacanya. Panoramic sunroof, bukan sebatas lubang berukuran imut, dapat membanjiri kabin dengan pencahayaan alami berikut udara segar.

 

Baca Juga: Adu Kuat Pikap Modern dan Ikonik, Isuzu Traga vs Mitsubishi L300

Kelengkapan Fitur

Kia Sonet

Coba bayangkan bisa dapat fitur apa saja pada LSUV trim termahal dari jenama arus utama. Dipastikan sensasinya tidak semeriah kedua kontestan ini meski kapasitas angkut bukan tandingan. Kalau melirik model crossover dengan banderol lebih mahal juga belum tentu sanggup mengimbangi. Komplet dan di atas rata-rata.

Ambil contoh panoramic roof super besar milik ZS. Melengkapi nuansa berkelas dari pemilihan material kulit sintetis dengan perpaduan coklat dan hitam. Ditemukan juga bungkusan leather di setir dan shifter transmisi otomatis. Satu ciri yang ingin ditonjolkan MG adalah nuansa sports car. Di ZS, nilai itu didapat dari roda kemudi berbentuk flat bottom serta ornamen bertekstur serat karbon.

Selain pemanfaatan material, suguhan utama dari sang crossover blasteran Inggris-Tiongkok adalah kelengkapan interior. Disisipkan beberapa kemudahan pengoperasian lewat tombol start/stop button dan cruise control. Urusan hiburan dan berbagai pengoperasian kendaraan terintegrasi dalam head unit layaknya mobil Eropa nan mewah. Misal display AC sampai settingan fitur berkendara seperti pengaturan bobot setir. Disayangkan konektivitas gawai baru sebatas Apple CarPlay. Tapi jangan lantas kecewa sebab pengguna smartphone berbasis Android tetap dapat menikmati hiburan via Bluetooth.

MG ZS

Namun mungkin semua itu tidak ada apa-apanya di mata Sonet. Selangkah lebih maju. Contoh saja di sektor pendinginan kabin. Selain AC otomatis, ia dibekali ventilasi udara di bangku depan. Start/stop button tak perlu ditanya lagi sebab sudah mengadopsi sistem smart entry. Cruise control juga ia miliki.

Yang begitu menarik untuk dibahas justru kemampuan sistem multimedia dan konektivitas smartphone. Ya, layar sentuh 8,8 inci di center stack menjadi pusat kendali. Di situ fungsi smartphone dapat diintegrasikan, mau itu berbasis iOS atau Android. Terdengar sama saja? Tunggu dulu, hubungannya dapat terjadi tanpa perlu pemasangan kabel USB. Wireless alias nirkabel. Ditambah pula baterai ponsel pintar dapat diisi ulang lewat wireless charging dock lengkap pendingin di konsol tengah. Terlihat jauh lebih sophisticated.

Belum selesai sampai di situ. Telinga akan dimanja oleh pengeras suara racikan Bose. Cukup mengejutkan mengingat harga Sonet Premiere tak sampai Rp 300 juta. Sistemnya sendiri meliputi empat speaker, dua tweeter, dan satu subwoofer demi meningkatkan kenikmatan mendengar musik.

Dari kelengkapan separipurna itu, elemen visual dan material interior tidak terkompromi sama sekali. Atmosfer kabin didominasi warna hitam dari jok kulit sintetis bertekstur. Tidak dibiarkan polosan, ada jahitan merah menambah aksen kabin. Perpaduan serupa dapat ditemui pada setir dan tuas transmisi.

 

Baca Juga: Komparasi Mitsubishi Xpander Cross Rockford Fosgate vs Suzuki XL7 Alpha

Kekuatan Memacu

mesin kia sonet

Unit pencipta velositas keduanya memanfaatkan jantung berkapasitas 1,5 liter. Outputnya boleh dibilang di atas rata-rata mesin 1.500 cc di pasaran. Mendekati kemampuan milik Honda. Sila bandingkan sendiri. Ekstraksi jantung empat silinder DOHC 16 katup MG ZS menghasilkan tenaga 114 PS dibarengi momen puntir 150 Nm. Mesin Smartstream Dual CVVT Kia terpaut sedikit saja dengan torehan 115 PS/144 Nm.

Transmisi juga sama-sama memanfaatkan percepatan otomatis. ZS mengenakan metode konvensional 4 speed sementara Sonet dibekali CVT simulasi 8 speed ditambah fungsionalitas ekstra. Khusus di Sonet, ia membawa seleksi mode berkendara dan mode traksi untuk menyesuaikan karakter yang diinginkan pengemudi.

 

Safety

Nah, menyoal fitur keselamatan, baik MG atau Kia patut diacungi jempol atas pertimbangannya. Para model di varian termahal ini telah menganut airbag sejumlah enam titik. Sektor perlindungan berkendara juga tak kalah lengkap. Jangankan ABS, mereka telah memiliki alat kontrol stabilitas elektronik, Hill Start Assist, sampai pemantau tekanan angin ban TPMS. Perbekalan terbilang spesial untuk mobil di bawah Rp 300 juta, dan beruntungnya mereka bawa.

 

Simpulan

Sebagai crossover lima penumpang, dimensi MG ZS Ignite mungkin cenderung lebih besar. Membungkus daftar kelengkapan canggih dan komplet pula. Tapi di hadapan Kia Sonet Premiere tampaknya itu semua kurang begitu berarti. Fiturnya jauh lebih maju. Dengan nama Kia yang tidak asing dan sudah cukup lama eksis di Tanah Air, semakin terasa lebih bijak untuk meminang Sonet. Apalagi, banderolnya sedikit di bawah ZS. (Krm/Odi)

 

Baca Juga: Hyundai Kona Electric atau Nissan Kicks e-Power, Pilihan Crossover Berpenggerak Motor Listrik

KIA Sonet vs MG ZS Comparison

KIA Sonet
  • Rp 220,6 - 318 Juta
MG ZS
  • Rp 289,8 - 329.8 Juta
KIA Sonet vs MG ZS
Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil KIA Unggulan

Bandingkan & Rekomendasi

Artikel Mobil KIA Sonet dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test