Berbekal karakter keluarga ADV, motor ini dirancang menghadapi perjalanan harian maupun jalan tidak beraspal. Suspensi dengan jarak gerak panjang menjadi salah satu perangkat pendukungnya. Ground clearance mencapai 165 mm guna melewati permukaan jalan kurang rata. Ban berpola blok turut memperkuat tampilan tangguh sekaligus mendukung kenyamanan berkendara. Proporsi bodi mengadopsi gaya modern sports utility vehicle seperti ADV350 dan X-ADV.
Mengutamakan kenyamanan, Honda merancang posisi duduk tegak dengan ruang gerak pengendara lebih leluasa. Segitiga berkendara dibuat santai guna mengurangi kelelahan selama perjalanan. Profil jok juga dirancang ramping dengan ketinggian 780 mm. Dimensi itu membantu pengendara menjaga kepercayaan diri ketika bermanuver pada kecepatan rendah. Posisi duduk tinggi turut memberikan pandangan lebih luas saat berkendara di perkotaan.
Foto: HondaDapur pacu ADV125 mengandalkan mesin satu silinder 125 cc berteknologi enhanced Smart Power Plus (eSP+). Konstruksinya menggunakan empat katup, SOHC, serta sistem pendingin cairan. Kapasitas mesin itu sama seperti unit penggerak Honda PCX125. Tenaga maksimum mencapai 9,2 kW pada 8.750 rpm. Sementara torsi puncaknya sebesar 11,7 Nm pada 6.500 rpm.
Konstruksi bore dan stroke masing-masing berukuran 53,5 mm serta 55,5 mm. Rasio kompresinya mencapai 11,5:1. Honda mengklaim akselerasi tetap responsif sejak posisi diam maupun ketika motor melaju. Kecepatan jelajah sekitar 90 km/jam dapat dipertahankan dengan nyaman. Sementara kecepatan maksimalnya mencapai 97 km/jam.
Jarak tempuh menjadi salah satu keunggulan dari efisiensi mesin eSP+. Konsumsi bahan bakar diklaim mencapai 47,6 km/l berdasarkan pengujian WMTC. Tangki berkapasitas 8,1 liter memberikan estimasi jarak tempuh sekitar 385 km. Angka ini merupakan perhitungan berdasarkan kapasitas tangki dan konsumsi bahan bakar yang dicantumkan Honda.
Foto: HondaEfisiensi mesin didukung sejumlah teknologi rendah gesekan khas eSP+. Pompa oli terintegrasi langsung dengan crankcase guna menyederhanakan konstruksi. Ruang bakar dibuat ringkas, sementara sistem injeksi PGM-FI menggunakan throttle body berdiameter 28 mm. Ukurannya bertambah 2 mm dibandingkan rancangan sebelumnya. Perpaduan komponen itu mendukung kecepatan pembakaran dan kinerja pendinginan.
Fitur offset cylinder membantu mengurangi gesekan antara piston dan dinding silinder. Energi hasil pembakaran dapat diteruskan secara efisien menuju poros engkol. Honda juga menggunakan lapisan silinder besi cor berpola spiny. Tonjolan kecil pada permukaannya membantu menjaga bentuk diameter bagian dalam silinder. Desain ini mengurangi tekanan pada ring piston sekaligus menekan gesekan.
Rancangan hydraulic cam chain tensioner turut membantu mengurangi getaran internal mesin. Mekanisme itu juga mengendalikan suara rantai keteng selama bekerja. Sementara piston oil jets mengalirkan oli guna menjaga suhu piston tetap stabil. Teknologi ini juga digunakan pada motor kompetisi motocross Honda CRF450R. Pendinginan lebih konsisten memungkinkan pengaturan waktu pengapian lebih optimal. Sistem itu turut membantu mencegah pembakaran abnormal atau knocking.
Radiator berukuran efisien terintegrasi pada bagian luar crankcase sebelah kanan. Kipas berukuran kecil dan ringan membantu mengurangi hambatan serta kerugian gesekan. Transmisi juga menggunakan tiga bantalan utama rendah gesekan. Masing-masing bantalan dirancang menyesuaikan beban kerja. Sementara komponen kopling dan pulley memperoleh optimalisasi guna menunjang penyaluran tenaga.
Foto: HondaRangka Honda ADV125 menggunakan konstruksi duplex steel cradle yang dirancang kuat. Honda mengembangkannya guna mendukung ketahanan untuk penggunaan sehari-hari. Konstruksi itu juga menunjang kemampuan menghadapi jalan tidak rata. Suspensi depan memiliki jarak gerak 116 mm. Adapun roda belakang memperoleh travel 103 mm.
Guna meningkatkan kualitas redaman, Honda memasang peredam kejut belakang dengan reservoir eksternal. Komponen ini membantu menjaga konsistensi kinerja suspensi. Setelan itu mendukung kenyamanan ketika melewati lubang maupun permukaan jalan rusak. Ground clearance 165 mm turut memberikan ruang lebih memadai saat melintasi hambatan.
Untuk kaki-kaki, roda depan menggunakan ukuran 14 inci. Bagian belakang mengandalkan roda berdiameter 13 inci. Keduanya dibalut ban tubeless berpola blok dengan ukuran 110/80-14 depan. Sementara ban belakang memakai ukuran 130/70-13. Honda memilih profil itu guna menghadapi perubahan permukaan jalan perkotaan. Ban juga dirancang mendukung perjalanan di jalan kasar maupun tidak beraspal.
Cakram depan berdiameter 240 mm menjadi perangkat pengereman utama. Roda belakang menggunakan cakram bergelombang berukuran 220 mm. Desain wavy disc membantu mengurangi bobot tidak tersuspensi. Bentuknya juga membantu membersihkan kotoran dan air hujan pada permukaan kampas rem. Honda mengklaim rancangan ini mendukung konsistensi pengereman di berbagai kondisi jalan.
Traction control Honda Selectable Torque Control (HSTC) tersedia sebagai perangkat standar. Sistem ini mengatur traksi roda belakang guna membantu pengendalian. Ketika HSTC bekerja mengurangi putaran roda berlebih, indikator huruf T berkedip pada panel instrumen. Pengendara juga dapat menonaktifkan sistem sepenuhnya sesuai kebutuhan.
Emergency Stop Signal (ESS) turut melengkapi perangkat keselamatan ADV125. Sistem ini mengaktifkan kedipan lampu sein saat pengendara melakukan pengereman keras. Peringatan itu membantu memberi informasi kepada pengguna jalan di belakang. Teknologi ini melengkapi perangkat keselamatan untuk perjalanan harian.
Foto: HondaAksesori elektronik mencakup panel instrumen TFT berwarna berukuran lima inci. Layar ini mendukung konektivitas smartphone melalui Honda RoadSync. Pengendara dapat mengakses sejumlah fungsi ponsel, termasuk navigasi, musik, dan pesan. Informasi ditampilkan melalui panel instrumen sehingga pengendara tidak perlu terus melihat layar ponsel.
Fasilitas lain mencakup soket pengisian USB Type-C dan Honda SMART Key. Sistem smart key memungkinkan pengoperasian kontak, jok, serta penutup tangki tanpa anak kunci konvensional. Fitur ini turut membawa fungsi antimaling dan answer-back. Seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan teknologi LED.
Area penyimpanan bawah jok memiliki kapasitas 29 liter dan mampu menampung helm full-face. Kompartemen depan atau inner box menyediakan ruang tambahan berkapasitas dua liter. Susunan bagasi ini mendukung kebutuhan membawa perlengkapan harian. Dengan kapasitas tangki 8,1 liter, Honda ADV125 dirancang menunjang mobilitas tanpa terlalu sering mengisi bahan bakar. (ALX)
Baca Juga:
TVS Indonesia Rilis Ronin Agonda 2026, Dijual Mulai Rp37 Jutaan
Yamaha NMAX E 2027 Meluncur dengan Tampilan Semakin Keren
VinFast EVO: Motor Listrik Terjangkau & Fungsional yang Makin Dilirik Pengguna Baru