Daytona Motors Yunani bersiap memasarkan Highland 125 pada akhir Mei 2026. Model ini datang dengan pendekatan tak biasa di kelasnya, menggabungkan basis motor bebek dengan karakter tualang yang fungsional. Ia dirancang bukan sekadar kendaraan komuter, melainkan partner mobilitas yang siap diajak menjelajah rute beragam.
Pendekatan tersebut langsung terlihat dari kaki-kaki yang mengandalkan pelek 17 inci dengan ban radial, dikombinasikan suspensi depan teleskopik lengkap pelindung karet. Setup ini memberi indikasi kuat bahwa Highland 125 memang diproyeksikan untuk menghadapi permukaan jalan tak rata. Dukungan posisi knalpot tinggi, engine guard berbahan logam, serta sokbreker belakang ganda dengan setelan preload makin menegaskan karakter semi-offroad yang diusung.
Karakter semi-offroad makin ditegaskan lewat posisi knalpot yang dibuat lebih tinggi. Ya, mirip dengan Honda CT125 di Indonesia. Ia dipadukan dengan engine guard berbahan logam. Highland 125 siap diajak main lumpur, atau bekerja lebih keras ketimbang bebek kebanyakan. Di belakang, dua sokbreker dengan pengaturan preload memungkinkan penyesuaian beban. Sehingga tetap adaptif dalam berbagai kebutuhan.

Soal dapur pacu, ia mengandalkan mesin satu silinder empat langkah 125 cc berpendingin udara yang sudah memenuhi standar Euro 5+. Outputnya berada di angka 8,6 PS pada 7.000 rpm dan torsi 9,8 Nm di 5.500 rpm. Angka ini memang tampak kecil dan bukan dirancang buat kebut-kebutan. Setidaknya cukup ideal menunjang mobilitas jauh dengan efisiensi dan reliabilitas sebagai prioritas utama.
Efisiensi bahan bakar diklaim hanya 1,8 liter per 100 km atau 55,5 km/liter. Artinya, ia masuk dalam kategori motor irit. Wajar, sebab kubikasi ruang bakar juga kecil. Namun dengan kapasitas tangki tujuh liter, jarak tempuh pun terbilang panjang. Bertualang tanpa harus sering mampir ke SPBU. Hal menarik lain ialah masih tersedia kick starter alias engkol, fitur yang kini mulai langka. Tapi sangat berguna saat aki melemah, terutama dalam kondisi penggunaan berat.
Lanjut sektor pengereman sudah mengandalkan cakram di kedua roda, masing-masing berdiameter 220 mm di depan dan 190 mm di belakang. Sistem CBS (Combi Brake System) turut disematkan guna membantu distribusi gaya pengereman agar lebih stabil. Sementara itu, panel instrumen LCD menyajikan informasi berkendara secara ringkas dan modern. Kemudian ditemani pencahayaan full LED yang lebih efisien sekaligus terang.

Fitur praktis lain juga tak luput dari perhatian. Tersedia port pengisian USB untuk menunjang kebutuhan perangkat elektronik. Serta rak belakang berukuran besar yang mendukung aktivitas angkut barang atau penggunaan berboncengan. Ini mempertegas karakter serbaguna yang diusung.
Highland 125 punya bobot kosong hanya 115 kg. Diklaim tetap ringan dan mudah dikendalikan di perkotaan. Ukuran keseluruhan ringkas. Panjangnya 1.995 mm, lebar 805 mm, tinggi 1.085 mm serta ground clearance 160 mm. Racikan ini bisa memberi keseimbangan antara kelincahan dan kemampuan melibas jalur menantang. Ban ukuran 80/90-17 di depan dan belakang juga dirancang untuk memberi keseimbangan. Antara stabilitas dan kenyamanan di berbagai kondisi jalan. Rencananya, unit mulai tersedia pada akhir Mei 2026 di Yunani dengan banderol 2.195 euro atau setara Rp43 jutaan. Ya, setidaknya di sana relatif lebih terjangkau dari Honda CT125 di Indonesia Rp82,8 juta OTR Jakarta. (ALX)
Baca Juga:
Suzuki V-Strom 160 Resmi Meluncur di Filipina
Motor Listrik Retro Royal Enfield Flying Flea C6 Resmi Meluncur
Dari Motor Butut ke Podium Dunia, Kisah Zhang Xue dan Sejarah Baru ZXMOTO di WorldSSP