Test Ride Honda ADV160 ABS: Diajak Touring 125 Km, Ini Plus Minusnya

Honda ADV160 review

 

Sang skutik tualang mendapat mesin baru, peningkatan fitur, sampai ubahan minor di bagian visual. Tak ayal pabrikan menyebutnya sebagai skutik 'Urban Explorer' yang diklaim andal melewati jalur rusak, berkelok, namun juga nyaman dipakai harian. Nah buat membuktikan itu, AHM mengajak mengikuti test ride sejauh 125,4 km dari Puncak, Bogor, Jawa Barat via Cipamingkis menuju kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Rute yang dilalui sesuai klaim dari pabrikan. Jalur test ride kali ini didominasi jalan berkelok, menurun, menanjak, jalanan rusak, hingga membelah kemacetan. Kami akan membahas secara lengkap rasa berkendaranya, membedah plus minus, akomodasi, menjajal fitur unggulan, hingga menguji konsumsi BBM.

 

Posisi Berkendara

Honda ADV160 review

Secara keseluruhan ADV160 memang memiliki badan yang cukup besar dari motor skutik lainnya. Dari segi dimensi, tak ada diferensiasi signifikan antara ADV160 dengan model sebelumnya. Bila pun ada perbedaannya sedikit di tinggi motor yang lebih rendah 43 mm.

Secara umum ADV160 memiliki panjang 1.950 mm, lebar 763 mm, dan tinggi di 1.196 mm. Sementara untuk tinggi jok juga terkoreksi 75 mm atau sekarang menjadi 780 mm, dengan jarak terendah ke tanah masih di 165 mm. Dengan ubahan yang ada di ADV 160 membuat bobotnya naik 1 kilogram atau menjadi 133 kg (berat kering) untuk seluruh varian CBS dan ABS.

Nah, dengan postur tinggi saya di 172 cm plus menggunakan sepatu riding, duduk di atas jok ADV160 sebagai pengendara kini tak lagi terintimidasi. Memang masih jinjit sedikit, tapi itu bisa diakali dengan menaikkan satu kaki ke footrest sehingga kaki lainnya bisa menapak dengan sempurna di aspal.

Selanjutnya soal posisi tangan saat berkendara. Yang saya rasakan adalah posisi setang lebih rendah dibandingkan ADV150. Tapi secara keseluruhan tak mengubah karakternya. Desain setang lebar dan lurus membuat posisi badan tetap nyaman. Enaknya lagi, lengan bisa membuka dengan sempurna dan saat touring kali ini saya tak merasakan pegal berlebih.

 

Visibilitas

Honda ADV160 review

Dilahirkan sebagai DNA petualang, ADV160 dilengkapi windscreen yang bisa diatur dalam 2 opsi (tinggi dan rendah). Model terbaru ini, komponen tersebut lebih tinggi sekitar 75 mm yang fungsinya bisa menghalau angin secara maksimal.

Tapi bagaimana dengan visibilitas ke depan, apakah pandangan rider jadi terganggu? Tenang saja, saya sudah mencobanya dengan opsi windscreen paling tinggi ternyata visual ke depan sama sekali tak terganggu. Yang harus digaris bawahi adalah jangan sekali-sekali mengganti warna windscreen, karena hal tersebut akan mengaburkan pandangan, khususnya ketika melewati jalanan rusak.

 

Performa Mesin

Honda ADV160 review

Seperti penjelasan di atas tadi, pengujian performa dari Honda ADV160 dilakukan di jalur yang sesungguhnya. Dengan penggunaan kubikasi mesin yang lebih besar, melibas tanjakan di kawasan Puncak 2 dan Cipamingkis tak jadi masalah buat ADV160. Tapi sebagai catatan, ketika melewati jalur menanjak yang cukup ekstrem, dorongan tenaga serta torsi akan terasa berkurang meski akhirnya bisa dilalui. Saran kami, selalu jaga momentum torsi, bukaan gas, serta rem. Secara umum, melibas tanjakan dengan mesin baru di ADV tak jadi masalah besar.

Bila mengacu data spesifikasi, Honda ADV160 disuntik mesin yang identik PCX160. Rangkanya menggendong enjin 156,9 cc (dibulatkan 160 cc), berkonfigurasi 4 katup, dan sokongan teknologi eSP+ (enhanced Smart Power plus). Mampu meletupkan output serupa sebesar 11,8 kW atau 15,8 daya kuda di 8.500 rpm, dengan torsi puncak 14,7 Nm di 6.500 rpm.

Layout mesin juga bisa diandalkan ketika kami mengunjungi kawasan Curug Leuwi Hejo. Di sini jalurnya terbilang rusak, kadang bebatuan, pasir licin, aspal tak rata, hingga jalur tanah merah yang basah. Adanya fitur kontrol traksi di roda belakang membuat pengalaman berkendara ADV160 lebih aman, pun bila berfungsi mendeteksi adanya putaran berlebih HSTC (Honda Selectable Torque Control) beroperasi secara halus dan tak mengagetkan pengendara.

Lalu perjalanan dilanjutkan ke Sentul City. Di sini kondisi jalannya mulus, minim kemacetan, dan saya bisa menguji performanya. Ketika membuka gas secara dalam tenaga langsung terisi sejak putaran bawah hingga menengah. Namun di putaran mesin atas akan terasa melemah, meski kecepatan motor terus bertambah.

Yang saya rasakan adalah suara mesin jadi lebih halus dibandingkan Honda ADV150. Ini berkat rancang baru enjin dan revisi CVT. Secara umum, distribusi tenaga dan torsi pada ADV160 terbilang mengasyikan di rute jalan pulang yang mulus itu.

Setelah melewati kawasan Sentul, perjalanan dilanjut menuju Honda Pulogadung. Situasi jalan sore itu cenderung ramai lancar dan sesekali ada titik kemacetan. Di sinilah kelincahan ADV160 diuji, jujur saja membelah kemacetan pakai skutik ini cukup mengasyikan, selap-selip tak jadi masalah asal bisa memperkirakan lebar setang dan spionnya.

 

Suspensi

Honda ADV160 review

Mengendarainya sejauh 125,4 km dengan berbagai rute, sedikit banyak mengetahui karakternya. Saya beri 2 jempol. Karena punya karakter yang empuk, nyaman, dan mampu meredam hentakan dengan sangat baik. Tapi berbeda dengan suspensi belakang, subjektif yang saya rasakan justru kebalikan dari suspensi depan. Karakternya lebih keras, sedikit kurang nyaman bila digunakan di jalanan yang rusak apalagi melibas polisi tidur.

Sebenarnya bukan jadi masalah besar. Poin plusnya dengan rancang suspensi belakang lebih keras berimbas kestabilan motor akan jadi lebih baik. Itu yang saya rasakan, ketika melibas jalanan berkelok dengan sedikit gaya rebah, ADV160 memberikan sensasi mengasyikkan.

 

Pengereman

Honda ADV160 review

Dalam agenda touring kali ini, AHM menyediakan 10 unit ADV160 yang seluruhnya trim tertinggi alias ABS. Di roda depan dipasangkan kaliper 2 piston, sementara roda belakang berbekal 1 piston. Rancang pengereman itu kemudian dipadukan dengan fitur Anti-lock Braking System 1-channel yang fungsinya mencegah ban depan terkunci ketika pengendara melakukan pengereman keras atau hard braking.

Semakin percaya diri menunggangi ADV160 di jalur touring karena sistem deselerasi dikawinkan dengan peranti HSTC. Mengerem di jalur licin tak jadi masalah, asalkan pintar-pintar mengatur tekanan tuas rem. Ya, karena sejatinya fitur keselamatan dan pengereman yang ada hanya membantu pengendara bukan menjamin motor tak akan jatuh.

 

Kelengkapan Fitur

New Honda ADV160 sudah menggunakan full digital panel meter berdesain baru. Berisikan informasi cukup lengkap seperti, indikator voltase aki, informasi suhu sekitar, odometer, trip A, trip B, tachometer, trip duration (elapsed time), konsumsi BBM real time, konsumsi BBM 1 dan 2, hingga tombol pengaturan yang kini ditempatkan di depan kemudi setang.

Honda ADV160 ABS juga dilengkapi Emergency Stop Signal (ESS) yang berguna saat keadaan darurat. Lampu hazard akan menyala secara otomatis bila pengendara melakukan pengereman mendadak. Tujuannya agar pengendara di belakang bisa mengantisipasi untuk melakukan pengereman.

Seluruh varian skutik tualang ini sudah tidak menggunakan anak kunci alias keyless dengan tombol putaran untuk menyalakan mesin. Di smart key terdapat fitur answer back system dan alarm, tentunya semakin meningkatkan keamanan. Selebihnya, di bawah ini adalah rangkuman lengkap fitur yang membantu saya ketika berkendara dengan ADV160.

  • Panel meter baru mirip Honda ADV 350
  • Dermaga isi gawai model USB Port tipe A
  • ABS (Anti-lock Braking System)
  • Penerangan full LED (depan, belakang, sein)
  • DRL
  • Lampu hazard
  • ESS (Emergency Stop Signal)
  • Setang handlebar
  • Wavy disk
  • Bagasi 30 liter (bisa tampung helm full face)
  • Side Stand Switch
  • Keyless dengan alarm keamanan

 

Konsumsi BBM

Berdasarkan pengetesan internal AHM menggunakan metode WTMC-Euro 3. Didapat angkat 45 km/liter dengan fitur ISS (Idling Stop System) menyala, sehingga mampu menempuh jarak hingga 364 kilometer dalam sekali pengisian penuh bahan bakar.

Tapi menariknya. Ketika kami menjajal motor ini dengan gaya berkendara campur, melewati jalan rusak, tanjakan serta turunan konsumsi BBM yang didapat lebih tinggi dari klaim pabrikan. Menggeber sejauh 125,4 km, saya mendapatkan angka efisiensi BBM di 49 km/liter (ISS on) berdasarkan informasi panel meter.

 

Seberapa Layak Dibeli?

Bila memang mengincar skutik berperawakan tualang dengan fungsi, kenyamanan, dan performanya motor ini bisa jadi salah satu daftar buruan Anda. Ia punya karakter berkendara nyaman, tangguh di jalanan rusak, sampai lincah sebagai motor harian. Tapi bila mendeskripsikan sebagai motor yang bisa diajak off-road, ADV160 bukan diciptakan untuk itu. Dia hanya dibekali dengan rancang kaki-kaki guna kebutuhan semi adventure saja.

Fitur lengkap, akomodasi lapang, hingga konsumsi BBM yang terbilang irit menjadikan Honda ADV160 sebagai matik yang patut untuk dipertimbangkan. (Kit/Odi)

 

Baca Juga: First Ride Honda ADV160, Bertualang Jadi Lebih Meyakinkan

Jelajahi Honda ADV 160

  • Tampak belakang serong Honda ADV 160
  • Konsol Honda ADV 160
  • Power outlet Honda ADV 160
  • Lampu depan Honda ADV 160
  • Pandangan pengendara Honda ADV 160
  • sandaran jok Honda ADV 160
  • Lampu belakang Honda ADV 160
  • Rem depan Honda ADV 160
  • Ban depan Honda ADV 160
  • Tampak samping ruang bagasi Honda ADV 160
  • Ruang kaki Honda ADV 160
Honda ADV 160
Rp 36 - 39.25 Juta Cicilan : Rp 821.392

Model Motor Honda

Motor Honda
  • Honda Scoopy
    Honda Scoopy
  • Honda CRF150L
    Honda CRF150L
  • Honda PCX160
    Honda PCX160
  • Honda Beat
    Honda Beat
  • Honda Vario 125
    Honda Vario 125
Baca Semua

Artikel Unggulan

Motor Honda Unggulan

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang

Artikel Motor Honda ADV 160 dari Oto

  • Berita
  • Road Test