Komparasi Toyota Raize 1.0 GR Sport TSS Vs Kia Sonet Premier, Perang Fitur Canggih

toyota raize vs Kia sonet

Pertarungan dalam SUV kompak mengarah ke kelengkapan fitur. Kedatangan Toyota Raize varian puncak lumayan membuat malu lawan-lawannya. Bayangkan, ia dilengkapi peranti keselamatan aktif kelas atas. Itupun dikemas dengan harga sangat logis. Sebelum debutnya, kompetitor dari Korea Selatan sudah sangat menyita perhatian. Kia Sonet begitu percaya diri lewat berbagai fitur kenyamanan yang ada. Wajar bila tercipta dilema dalam memilih, tapi jelas mereka punya diferensiasi masing-masing. Oleh karena itu, kami coba membantu memberi solusi.

 

Kia Sonet Premiere 

review kia sonet

Awal dikenalkan, Kia Sonet khususnya trim Premiere terkesan begitu impresif. Bagaimana tidak, kala itu ia membuka pintu pasar crossover mungil sepanjang sekitar empat meter untuk kali pertama. Boyong segudang fitur ala SUV mahal dan eksis sebelum diramaikan Toyota Raize, Daihatsu Rocky, dan Nissan Magnite. Namu kedatangan pesaing yang tak kalah memikat bukan berarti mematikan susuk Sonet. Diferensiasi efektif, tidak ada pemain yang menawarkan nilai serupa.

Dari segi perbekalan fitur, segala standar masa kini terpenuhi. Sebut saja seperti penerangan LED hingga akses pintar smart key. Bahkan juga membawa gimik menyalakan mesin via remote. Tapi lebih dari itu, nilai jual fiturnya sendiri terletak di penegasan rasa mewah. Dapat terlihat dari luar, terpasang sunroof sebagai pemancar image berkelas.

Semakin terasa kala sudah duduk dalam kabin. Dari wujud tombol, penempatan layar, hingga ke pahatan-pahatan tidak terkesan murahan. Ditambah lagi pemanfaatan material pembungkus leather hitam di setir, kenop transmisi, dan jok kulit sintetis dengan aksen merah nan menawan. Pun fiturnya melengkapi semua itu. Tidak salah kalau menilai Sonet membawa paket rasa mobil kelas atas.

Bagaimana tidak, fiturnya mengarah ke sana. Sebut saja bangku berventilasi, AC otomatis dengan panel terintegrasi susunan dasbor, hingga charger nirkabel. Ditambah pula sarana hiburan berisi fungsi konektivitas smartphone, sistem audio Bose, dan panel instrumen hibrida. Mencari kemudahan dalam berkendara? Tinggal aktifkan saja cruise control.

Urusan safety juga tidak terlupakan. Kantong udara enam titik siap melindungi dari benturan. Sebelum celaka terjadi, risiko diminimalisir lewat ketersediaan berbagai peranti penjaga stabilitas. Termasuk di dalamnya ABS dengan EBD serta Vehicle Stability Control (VSC). Bantuan lain tersedia seperti Hill Start Assist, kamera mundur, dan sensor parkir. Tapi nampaknya kalau bicara keselamatan berkendara, Kia Sonet tidak bisa bicara banyak saat menghadapi Toyota Raize 1.0 GR Sport TSS.

Baca Juga: Pilih Daihatsu Rocky 1.0 R TC dengan Paket ADS atau ASA? Selisihnya Tak Sampai Rp1 Juta

 

Toyota Raize 1.0 GR Sport TSS

Toyota Raize GR Sport

Datang belakangan, Toyota Raize tentu turut menawarkan nilai unggul. Ia bermain dengan mantra teknologi berkendara canggih pada varian tertinggi. Embel-embel “TSS” adalah penunjuknya. Merupakan asisten berkendara aktif yang mampu mendeteksi objek sekitar mobil sampai melakukan bantuan koreksi kendali secara otomatis. Yep, Toyota Safety Sense (TSS) hadir di model SUV murah.

Secanggih apa? Well, paket fitur TSS sendiri memberikan rasa berkendara semi-otonom. Contoh Adaptive Cruise Control. Bukan sekadar menjaga laju konstan secara otomatis, ia dapat lebih lanjut menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan di hadapan.

Meringankan pekerjaan bukan? Di samping itu, kemampuan lainnya berpotensi meningkatkan keselamatan berkendara. Misal Lane Departure Assist with Steering Control. Ketika dideteksi berpindah jalur tanpa sein, mobil akan memberikan peringatan audio-visual hingga koreksi setir ringan untuk kembali ka jalur semula. Pasalnya, logika sistem menilai perpindahan tersebut tidak berdasar keinginan pengemudi.

Tergolong paling penting di antaranya adalah fitur Pre-Collision System. Segera peringatan audio-visual dilantangkan ketika otak sistem menilai adanya potensi menyundul kendaraan depan. Meminta pengemudi untuk segera lakukan pengereman. Bila pijakan pedal kurang efektif, komputer langsung mengambil alih tugas pengereman dengan menambah daya hingga lakukan pengereman darurat.

Bukan itu saja, masih ada bantuan seperti Pedal Misoperation Control. Meminimalisir risiko tabrak objek besar di hadapan akibat salah injak pedal gas saat parkir. Deret kemampuannya disudahi Front Departure Alert untuk memberikan peringatan bahwa kendaraan di depan telah beranjak. Sebagai tambahan, Raize mengadopsi fitur keselamatan lengkap pula dengan enam airbag berikut peranti stabilitas semacam ABS berikut VSC.

Kendati begitu, bisa dipastikan ia tidak menyuguhkan nuansa berkelas seperti Sonet. Tidak ada sunroof, bangku berventilasi, atau sistem audio bermerek. Boleh dibilang Sonet terlihat lebih menawan meski itu kembali lagi ke selera pribadi. Namun bukan berarti bukan berarti Raize jauh lebih payah soal fitur lainnya. Nuansa masa kini tetap terpancar melalui fungsi integrasi smartphone, Automatic Climate Control, Smart Entry, hingga penerangan full LED. Raize sendiri tawarkan nilai sporty dengan keberadaan paddle shifter meski mengusung transmisi CVT.

 

Harga dan Kesimpulan

kia sonet interior

Pertimbangan antara keduanya mungkin menyoal harga. Tidak berhak atas relaksasi PPnBM, Kia Sonet dibanderol relatif tinggi, tepatnya Rp289 juta (OTR Jakarta). Sementara itu, dengan selisih harga cukup jauh di bawah, Raize termahal dapat dibawa pulang dengan tebusan mulai dari Rp263,7 untuk opsi kelir single tone atau Rp265,9 juta buat two-tone beratap hitam.

Namun harus diketahui, harga Raize sudah termasuk diskon PPnBM. Besar kemungkinan ada penyesuaian bila mendapatkan unit setelah Agustus. Bila tidak ada revisi dari pemerintah, seharusnya potongan pajak turun menjadi 25% saja.

Ya, mau bagaimanapun Sonet tetap terlihat lebih mahal dan tidak secanggih Raize. Jangan langsung diremehkan sebab ada perbedaan lain di sektor dapur pacu. Kia membekali unit empat silinder 1.500 cc Secara figur performa, ekstraksi Sonet lebih besar dengan torehan 115 PS/144 Nm, tersalur ke roda depan via transmisi iVT.

kabin toyota raize

Di lain sisi, Toyota justru memainkan aransemen tiga silinder 1.000 cc turbo. Dikenal dengan konfigurasi mesin imbalans namun minimal getaran tidak sampai separah unit 1.000 cc kelas teri. Hanya saja, lontaran tenaga tidak sampai sebesar Sonet. Sampai 98 PS dengan momen puntir 140 Nm. Ia turut memanfaatkan transmisi CVT.

Pada akhirnya semua tergantung keputusan Anda. Keduanya tampil kompetitif. Harga lebih tinggi bukan berarti kemahalan, begitu pula lebih rendah bukan berarti lebih payah. Kalau mau nuansa dan fitur kelas kakap, Sonet boleh dilirik. Dipersenjatai pula mesin lebih bertenaga dan halus. Tapi misal mau menikmati perlindungan fitur keselamatan canggih, Raize jelas memikat. Ia juga akan menarik bagi Anda yang senang dengan kesibukan bodikit. (Krm/Odi)

Baca Juga: Daihatsu Rocky Vs Nissan Magnite, Daya Tarik SUV Mungil Bermesin Turbo Termurah

Toyota Raize vs KIA Sonet Comparison

Toyota Raize
  • Rp 229,8 - 299.2 Juta
KIA Sonet
  • Rp 220,6 - 318 Juta
Toyota Raize vs KIA Sonet
Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Toyota Unggulan

  • Yang Akan Datang

Bandingkan & Rekomendasi